AutoTerra : Operating System

AutoTerra : Operating System
Chapter 23 : Hanya Belati


__ADS_3

Grim tercengang melihat keberanian Astan, kenekatan pria itu untuk melawan semua Mutant Frog hanya menggunakan belati. Seharusnya, pemburu Pangkat Besi tidak akan sanggup melawan musuh sebanyak ini walau pun mereka di Tingkat Easy.


Awalnya Grim meragukan keberanian Astan, mungkin saja pria berambut jingga itu akan mati sia-sia dikeroyok para Mutant Frog. Namun, keraguannya berubah menjadi kebingungan saat menerima notifikasi pemindai dari Sistem AutoTerra.


[Data Statistik Pengguna Astan tidak terbaca]


[Statistik Kekuatan : Tidak Stabil]


[Kode Program gagal terdeteksi….]


“A-apa…?”


Grim sama sekali tidak mengerti. Mengapa data statistik milik Astan tiba-tiba dikabarkan tidak stabil. Padahal sebelumnya ketika Grim memeriksa data milik Astan, statistik kekuatannya masih stabil, sesuai dengan pangkatnya.


“Mungkinkah….”


Kini keraguan Grim sirna. Tangannya mencengkeram erat Shotgun. Dia sekarang semakin yakin bahwa mereka pasti akan selamat dan mampu mengalahkan semua pasukan kodok satu kelurahan ini.


“Tapi, Bang….”


“Arni….”


Arni beralih pada Grim. Awalnya pria berjaket merah itu tertunduk ragu, tapi sekarang wajahnya terangkat, memperlihatkan senyum cerah penuh kesungguhan.


“Kita percayakan saja pada Ketua Astan.”


Kedua mata Arni hampir berkaca-kaca karena cemas. Tapi kalau dua pria ini sudah meyakinkannya untuk tetap percaya dan fokus pada rencana awal, maka tidak ada pilihan lain selain mempercayainya.


“Oke.”


Tapi sebelumnya, Arni mentransfer semua granat yang sempat diberikan Astan dari penyimpanan sistemnya ke sistem Astan.


“Pakai ini buat jaga-jaga, dan gunakan baik-baik. Soalnya, jumlahnya tinggal sedikit,” ucap Arni serius, “Kami masih punya senjata.”


Satu granat muncul di tangan Astan, diambung-ambungkan sejenak sebelum tombol pemicunya diaktifkan.


“Oke, Manis.” Astan mengedipkan sebelah mata.


Granat itu pun langsung dilemparkan Astan ke arah rombongan Mutant Frog, mengakibatkan ledakan, pohon-pohon sekitar tumbang, dan air-air rawa sekitar mereka mulai bergelombang kencang.


“Datanglah pada Papa, Anak-anak Setan!!!” teriak Astan sambil melesat ke arah rombongan Mutant Frog yang masih ada.


Di saat itu pula, Grim mengambil kesempatan untuk kembali berlari cepat menuju Alpha Mutant Frog.


“Ayo, Arni!” ajak Grim saat melewati Arni.


Arni hanya mengangguk dan menghilangkan tubuhnya, mencari tempat yang cocok untuk menembak Alpha dari jauh.


“Blodok!”


“Glodok!”


“BRRRAAWWWK!!!”


Semua Mutant Frog makin mengeroyoki Astan yang terus saja berusaha memprovokasi mereka. Astan sendiri mampu mengatasi mereka begitu mudah. Dan entah mengapa ia merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya.


“Hah!”


Astan beberapa kali menembas satu Mutant Frog sampai sekarat. Ketika ada beberapa lidah panjang dicambukkan ke arahnya, beberapa kali Astan melompat ke belakang untuk menghindarinya.


Satu lidah mengarah ke arahnya, Astan tak menghindar, melainkan ditangkap. Ia tarik lidah tersebut hingga tubuh kodok mutan melesat ke arahnya. Saat sudah makin dekat, Astan tinju taring-taring Mutant Frog dalam sekali tinju, dan menusuk-nusuk kepalanya beberapa kali.


Setelah satu Mutant Frog tewas. Satu lagi kembali menyerang menggunakan lidah.


“Hiaaah!!!”


Astan tarik lagi lidah itu, lalu dibantingnya tubuh sang kodok ke arah kawanan lainnya. Sehingga dari serangan itu mengakibatkan banyak kawanan Mutant Frog sekarat bahkan ada yang tewas.

__ADS_1


Satu Mutant Frog melesat ke arahnya, hendak menimpa tubuh Astan. Astan mampu menghindar dengan jungkir ke samping. Ia lemparkan belatinya sampai menancap ke kepala samping sang monster.


Satu monster hendak menyerang, tapi Astan sempat menendang kaki sang monster sampai patah, memukul bagian dagu kodok mutan menggunakan lututnya. Hal itu ia lakukan juga pada kodok-kodok mutan di sekitar, menendang-nendang mereka sampai bagian-bagian tulang mereka patah.


Astan kembali melesat pada kodok sebelumnya, berguling di atas tubuh sang monster sambil mencabut belati di kepala. Dan kembali melemparkan satu granat ke kawanan Mutant Frog.


“Arni, tembak celahnya!”


Grim juga berusaha menghancurkan bagian-bagian Shield milik sang Alpha pada jarak yang dekat, menimbulkan celah-celah yang dapat ditembus oleh peluru senapan runduk milik Arni dari kejauhan.


Sempat Grim berlari mengelilingi sang Alpha sambil mengisi kembali amunisinya. Di saat itu pula, lidah besar nan panjang Alpha Mutant Frog mulai menyerang Grim. Tentu Grim mampu melompati lidah tersebut sambil mengokang Shotgun.


“Terima ini!”


Grim menembak sambil bersalto menyamping agar lebih menjaga jarak saat sang Alpha mulai agresif, hendak menggigitnya. Dari balik pohon yang agak jauh, Arni juga makin fokus untuk menembak setiap celah Shield yang berhasil dihancurkan Grim.


[Status Kesehatan : 63%]


[Status Kesehatan : 52%]


[Status Kesehatan : 37%]


“Sedikit lagi, Arni!” teriak Grim, meluncur mendekat ke Alpha sambil mengokang Shutgon, lalu menembaknya.


Mengetahui sang Alpha mulai sekarat, kawanan Mutant Frog mulai berdatangan ke arah Alpha, hendak melindunginya.


“Hei! Mau lari kemana kalian?!” teriak Astan.


Astan menarik kaki salah satu Mutant Frog yang hendak melompat, menjatuhkannya, lalu menginjak sampai remuk.


Dia juga berusaha menyusul kawanan monster itu sambil menembasi mereka. Astan akui, bertarung hanya dengan menggunakan belati saja cukup sulit. Menciptakan luka sayat tebal atau tebasan yang membuatnya kesulitan untuk mengahabisi setiap Mutant Frog, apalagi belatinya hanya berada di Grade C.


“Sialan.”


Astan terjun dari atas pohon saat mengejar kawanan Mutant Frog, menginjak salah satunya sampai remuk pula.


Kali ini, Grim dan Arni yang mulai kesulitan. Saat sang Alpha sudah sekarat, kawanan kodok mutannya malah berdatangan menyerang Grim.


“Astaga…”


Grim tentu harus susah payah melindungi dirinya, menembak para Mutant Frog yang makin banyak berdatangan padanya.


“Mas Grim!”


Arni hendak menembak dari kejauhan, membantu Grim, tapi satu Mutant Frog melesat ke arahnya. Hampir saja Arni diterkam kalau saja Astan tidak cepat datang, menendang sang Mutant Frog hingga mental membentur pohon.


“Kau tak apa?” tanya Astan pada Arni.


Arni mengangguk. “Tapi, Mas Grim….”


Keduaya melihat Grim yang saat ini tengah kesulitan menembak semua Mutant Frog yang mengeroyokinya.


Ketika Grim berusaha menghabisi jumlah Mutant Frog yang tiada habisnya, Grim sempat melihat sang Alpha melompat ke dalam rawa. Sistemnya langsung muncul memberi peringatan.


[Peringatan! Musuh melakukan pemulihan]


[Status Kesehatan : 57%]


“Apa…?” Grim terkejut mengetahuinya.


Sambil menembaki para Mutant Frog, Grim berteriak pada Astan, “Ketua! Dia melakukan pemulihan di rawa-rawa! Kesehatannya makin bertambah di sana!”


“Apa?!” Astan nampak murka mengetahuinya. “Pakai penyembuhan segala?! Kenapa sistemku tidak memberi peringatan?”


Tidak ada pilihan lain. Astan harus mengeluarkan Alpha Mutant Frog dari air rawa di saat Grim masih terjebak dalam rombongan monster tersebut.


“Arni, terus menembak!”

__ADS_1


“Baik!”


Astan segera melesat menuju rawa. Sebuah granat sudah siap dilemparkan di tangannya.


Saat ia melompat tinggi tepat di atas sang Alpha yang tengah memulihkan diri di dalam air rawa, Astan melemparkan granat itu padanya. Hal itu menciptakan semburan serta gelombang air rawa yang cukup besar. Akibat serangan itu pula, pemulihan sang Alpha tertahan dan menimbulkan celah pada Shield-nya.


“Kena kau!”


Astan mendarat di atas tubuh besar sang Alpha. Mencoba menusuk-nusuknya tanpa henti. Ia juga memukul gigi-gigi taring Alpha hingga hancur, menginjak mulut bawah dan mengangkat mulut atas dengan satu tangan, sedangkan tangan satunya lagi menusuk-nusuk bagian dalam mulut tanpa peduli lidah panjang sang monster beberapa kali hampir melilitnya.


Selagi Astan berusaha melukai Alpha Mutant Frog, ia berteriak pada Grim dan Arni.


“Grim, kau punya Martial Type-2, kan?! Bisa kau tingkatkan kemampuan serang Arni menggunakan itu?!”


Grim yang masih sibuk menembak kawanan Mutant Frog balas teriak, “Bisa! Tapi, kemampuannya tidak stabil karena statistik kecerdasanku rendah!”


“Setidaknya bisa meningkatkan daya serang dari senjata Sniper Rifle!”


Beruntung air rawa di hutan ini tidak terlalu dalam, hanya sebatas pinggang Astan, jadi ia pun terjun dari tubuh sang Alpha. Astan juga sempat menghindar dari gigitan Alpha, dan berusaha meraih kakinya. Ketika kaki Alpha berhasil diraih, sekuat mungkin Astan mengangkatnya.


Tentu Arni dan Grim yang melihatnya tercengang. Mereka tak mengira kalau pemburu Pangkat Besi bisa sekuat itu mengangkat tubuh Alpha Mutant Frog yang cukup besar.


“I-itu… tidak mungkin, kan…?” gumam Grim tak percaya.


“Bersiaplah untuk menembak!!!”


Astan melempar tubuh besar Alpha Mutant Frog, melesat cukup tinggi di atas sana. Di saat itu pula, Grim langsung mengaktifkan kemampuannya.


[Martial Type-2 : Aktif]


“Gunakan ini, Arni!”


Grim melemparkan gumpalan hologram merah ke posisi Arni sekarang. Sekejap gumpalan itu langsung menyerap ke dalam tubuh Arni dan juga senjatanya.


“Oke!”


Ketika sang Alpha masih mental di udara, Arni membidik, mencari beberapa celah dari Shield yang sempat ditusuk oleh Astan.


[Status Kesehatan : 24%]


Kebetulan sekali Status Kesehatan makhluk itu juga semakin menipis.


“Ketemu.”


Arni langsung menembak sang Alpha tepat pada celah Shield yang bolong. Hanya perlu satu kali tembakan dengan peningkatan daya serang dari Martial milik Grim, tubuh Alpha Mutant Frog berhasil meledak di udara.


Darah mengucur banyak membasahi pepohonan, tanah dan air rawa, daging serta tulangnya pun berjatuhan. Ketiganya terengah-engah karena kelelahan, kawanan Mutant Frog mulai diam memperhatikan kematian dari sang pemimpin.


Pada akhirnya, mereka berhasil menghabisi sang Alpha.


“Belum berakhir…,” gumam Astan.


Sistem AutoTerra milik Arni maupun Grim langsung memberi peringatan.


[Peringatan! Mode Amuk!]


[Peringatan! Mode Amuk!]


“Apa?”


“Oh, tidak….”


Mata semua Mutant Frog langsung berubah menjadi merah, daya serang mereka pun bertambah berkali-kali lipat lebih fatal. Sekarang, semua monster itu kini berusaha menyerang mereka tanpa ampun karena sudah membunuh sang Alpha.


...~*~*~*~...


Jujur... Saya.... merasa kampret bikin adegan aksinya. Jadi, maaf kalau ga jelas.

__ADS_1


__ADS_2