
Sunyi, sepi, dan sedikit gelap di salah satu ruangan terpenting di area bagian Genetika. Astan sedikit tercengang ketika mendengar jawaban dari Edrick tentang benda apa yang baru saja mereka temukan.
Sistem Re:Set? Sesuatu yang janggal dan sangat baru diterima oleh akal sehat. Selama ini, mereka hanya tahu kalau Sistem AutoTerra adalah satu-satunya sistem operasi kehidupan yang digunakan manusia untuk meningkatkan kemampuan, menjadi lebih kuat. Namun kali ini, ada sistem lain yang baru mereka temukan, dan sistem ini merupakan buatan manusia.
Sungguh tidak bisa dipercaya.
“Sistem? Kau yakin itu sistem?” tanya Astan tak percaya.
Edrick bersedekap tangan. “Kau sebelumnya pasti sudah diberitahu bahwa Perusahaan Feron melakukan pelanggaran atas eksperimen ilegal menduplikasi Sistem AutoTerra, dan inilah hasil dari eksperimen itu.”
Kedua mata Astan kembali melihat tabung kaca itu, tepatnya ke arah chip berlapis daging dan urat berdetak. Awalnya ia tak percaya ada manusia atau siapapun itu mampu menduplikasi sistem kehidupan serumit AutoTerra. Namun dengan melihat buktinya langsung berhasil membuat Astan tercengang.
“Jadi, ini sistem?” tanya Astan lagi memastikan.
Edrick melangkah makin mendekati tabung. “Ya, aku yakin ini chip dari Sistem Re:Set. Coba aku cek lewat sistemku.”
Panel Sistem milik Edrick muncul, berusaha memindai benda tersebut dan mengirimkan datanya ke panel.
[Obyek : Chip Sistem Re:Set versi 0.2.9]
[Asal : Tidak Diketahui]
[Pembuat : Tidak Diketahui]
[Peringatan! Kode Program gagal terdeteksi]
[Peringatan! Obyek berbahaya. Diidentifikasi sebagai obyek agresif]
Panel sistemnya segera lenyap setelah memberi berbagai peringatan. Kalau sudah diberi peringatan sebanyak itu, berarti chip itu benar-benar benda yang sangat berbahaya. Mereka harus lebih hati-hati mencari tahunya.
“Sistem AutoTerra menyatakan bahwa ini memang merupakan sebuah Chip Sistem Re:Set versi 0.2.9. Itu berarti, Perusahaan Feron sudah beberapa kali membuat Sistem Re:Set dengan berbagai versi sebelumnya,” kata Edrick mulai menganalisa.
“Apa kau tahu rincian dari Sistem Re:Set ini seperti apa?” tanya Astan lagi. “Apa mungkin fitur dan cara kerjanya sama persis dengan AutoTerra?”
“Kalau duplikasi, tentu ada kesamaan. Tapi karena beda sistem, tentunya ada beberapa perbedaan juga. Kalau tidak salah, informasi bekas bahan bukti yang kumaksud juga kubawa di penyimpanan sistem.”
Edrick membuka panel baru dari Sistem AutoTerra, membuka salah satu data informasi yang ia bawa. Data tersebut berisi rincian dari Sistem Re:Set, hasil bahan bukti yang didapatkan tiga tahun lalu dan digunakan di persidangan Perusahaan Feron.
“Ah, ketemu.” Edrick mulai membacanya, “Sistem Re:Set ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengguna, sama seperti Sistem AutoTerra. Ada fitur naik level, buka kemampuan, dan lain sebagainya. Yang membedakan adalah sistem ini bersifat agresif.”
Astan menjeda sesaat, “….Ya, tadi sistemmu bilang juga—.”
__ADS_1
“Maksudku, agresif dalam arti merugikan.” Edrick melanjutkan, “Dari informasi ini, Sistem Re:Set memiliki efek samping yang sangat serius, terutama di bagian otak. Di antaranya, dapat merusak kinerja otak, mempengaruhi penggunanya dengan berbagai hal yang diberikan oleh sistem.”
“Mempengaruhi…?” Astan berpikir sejenak. “Maksudnya, sistem ini dapat mengendalikan atau mencuci otak penggunanya?”
Edrick menggeleng, melenyapkan panel sistem. “Agak kurang tepat, kayaknya. Informasinya cuma menjelaskan segitu saja. Tapi, itu sudah menjadi bukti yang cukup kuat untuk menjatuhi hukuman terhadap Perusahaan Feron. Yaa, itu juga karena ada bukti-bukti lain yang menyertainya.”
Setelah penjelasan itu, Edrick teringat akan apa yang terjadi pada Astan ketika ia baru saja sampai menyusulnya. Dia melihat Astan begitu lemas dan hampir kehilangan keseimbangan. Kalau saja tidak memakai helm, mungkin Edrick bisa melihat betapa pucatnya wajah Astan.
“Astaga. Tadi itu kau kenapa? Apa terjadi sesuatu padamu?”
Di balik helm Astan menggigit bibir bawahnya. Dia agak ragu menceritakan apa yang terjadi padanya tadi.
“A-aku….” Astan menahan kepalanya dengan satu tangan. “Aku mengalami sesuatu yang aneh saat mengamati chip sistem.”
“Sesuatu yang aneh?” ucap Edrick bingung.
“Iya.” Astan sedikit menunduk. “Saat aku mengamati Chip Sistem Re:Set, tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit. Di saat itu juga, aku seperti melihat suatu kejadian. Kejadian itu terjadi persis di ruangan ini.”
Sejenak Edrick memperhatikan ruangan lab itu, mencoba menerka-nerka apa yang sedang terjadi pada pikiran Astan. Sempat sang ketua berpikir, mungkin yang dialami Astan merupakan pertanda bahwa pikirannya berusaha mengingat sesuatu.
“Kejadian seperti apa?” tanya Edrick penasaran.
“Benda seperti apa itu, Astan?”
Edrick menyadari sesuatu. Pikiran Astan jadi memiliki penglihatan aneh karena dipicu oleh chip dari Sistem Re:Set. Kemungkinan chip tersebut ada hubungannya dengan kejadian di pikiran Astan.
“Apa benda itu mirip chip tersebut?” Edrick menunjuk chip di dalam tabung.
Astan mengikuti arah tunjuknya. Otaknya berusaha mencocokan chip tersebut dengan benda yang ia lihat di pikirannya. Kalau dipikir-pikir, ukurannya memang nampak sama. Tapi Astan masih belum yakin. Apa benar benda yang diserahkan orang itu merupakan Chip Sistem Re:Set?
“Iya. Ukurannya sama persis, tapi aku tidak yakin jika benda itu merupakan Sistem Re:Set.”
Edrick sedikit terbelalak tak percaya. Matanya beberapa kali beralih ke arah Astan, chip, Astan, chip, dan seterusnya sampai sang ketua mulai berprasangka macam-macam.
Perlahan kaki Edrick melangkah mundur, membuat Astan kebingungan melihat respon sang ketua yang tiba-tiba saja jadi aneh.
“Edrick? Ketua Edrick, ada apa?”
“Astan….” Edrick bergumam tak mengerti, “Jangan-jangan kau—.”
“Ketua Edrick! Astan!”
__ADS_1
Keduanya spontan menoleh ke arah sosok Bery yang nampak baru saja tiba di pintu masuk ruangan. Astan dan Edrick berusaha kembali bersikap biasa. Suasana secanggung tadi tidak boleh sampai diketahui Bery. Ini masih ada hubungannya dengan identitas Astan yang asli.
Namun, Edrick masih sempat berpikir kalau yang muncul di pikiran Astan kemungkinan memang sebuah ingatan. Beberapa bukti yang membuktikan bahwa Astan memang amnesia dan pernah berada di kapal ini ialah benda-benda yang ditemukan di loker, serta pikiran aneh yang tiba-tiba saja muncul akibat dipicu oleh chip sistem.
Yang membuat Edrick merasa tak tenang adalah kemungkinan adanya keterkaitan Astan dengan Chip Sistem Re:Set.
Edrick masih mengira-ngira, tapi semoga saja perkiraannya tidak benar.
“Kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya Edrick setelah berusaha menangkan dirinya kembali.
Bery sempat mengecek panel sistemnya. “Sudah. Aku sudah mendapatkan cukup banyak data tentang monster-monster tadi. Hasilnya, mereka memang jenis monster Dungeon yang sengaja dibawa untuk bahan penelitian.”
“Sudah kuduga ‘kan, mereka monster Dungeon.” Astan berkacak pinggang.
“Hehe…. Benar yang kau katakan, Tan.” Bery menepuk-nepuk bahu Astan. “Ada gunanya juga kau mempelajari pengetahuan tentang monster Dungeon.”
Astan jadi tak enak harus berbohong pada Bery kalau dia mempelajari pengetahuan monster Dungeon karena dia seorang pemburu.
“Jadi….”
Bery mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam penyimpanan sistem, memberikan benda kecil itu pada Edrick.
“Aku menyerahkan hasilnya padamu. Kau yang paling bertanggung jawab menyimpan semua data penting dari misi kita, bukan?”
Edrick pun mengambil flashdisk itu dari Bery. “Iya, tentu saja. Kau sudah bekerja dengan baik, Prajurit Bery. Terima kasih.” Lalu flashdisk itu lenyap ke dalam penyimpanan sistem milik Edrick.
Sempat Bery mengintip ke belakang kedua rekannya, menemukan sebuah tabung kaca misterius yang terpasang di atas rangkaian mesin rumit.
“Tak masalah, Ketua. Tapi, sepertinya kalian menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik dari apa yang kudapat,” komentar Bery.
Astan dan Edrick menoleh ke tabung, menyadari jika yang dimaksud Bery merupakan benda tersebut.
“Iya.” Edrick berkata, “Kami menemukan sesuatu yang selama ini kita cari. Salah satu target utama kita, Chip Sistem Re:Set.”
“Chip sistem?”
Keduanya membiarkan Bery mendekati tabung itu. Matanya terbelalak tak percaya saat melihat wujud chip tersebut, berwarna hitam diselimuti daging dan urat berdetak.
“Ini? Sistem?”
...~*~*~*~...
__ADS_1