
[Misi berhasil!]
[B]
[Score : 84.987]
[Hadiah : 267 Mata Mutant Frog, 503 Telur Mutant Frog, 242 Kristal Hijau, 25 Kristal Biru]
[Untuk transaksi pembayaran bisa di lakukan di Guild]
[Selamat! Anda naik Pangkat Besi Level 2]
“Wohoooo!!!”
Arni kegirangan saat melihat hasil yang ia dapatkan dari menyelesaikan misi untuk pertama kalinya. Tak disangka-sangka ia akan lompat ke Pangkat Besi dalam sekali melakukan misi. Ini merupakan rekor langka yang sangat jarang dicapai oleh pemburu manapun.
“Kyaaaah!!! Aku enggak nyangka bakal naik level secepat ini! Ahay!!!”
Arni melompat-lompat kegirangan, sesekali ia memeluk batang pohon di dekatnya demi melampiaskan rasa suka cita yang ia rasakan.
Astan sendiri sedang duduk di atas batang kayu tumbang sambil meminum sebotol air yang ia bawa lewat penyimpanan sistem, sedangkan Grim duduk di atas batu berhadapan dengan Astan sambil memeriksa panel sistemnya.
“Kok peluk pohon, sih?” Astan merentangkan tangan. “Sini, dong. Peluk abang aja.”
“Ish! Enggak mau. Enggak pakai baju, kotor begitu juga,” tolak Arni. “Lagian, enggak baik cowok ama cewek yang enggak ada hubungan apa-apa saling bersentuhan. Enggak sehat abang, nih.”
“Yaelah, orang cuma bercanda, kok.”
Astan pun ikut memeriksa panel sistemnya, melihat notifikasi masuk.
[Misi berhasil!]
[S]
[Score : 93.789]
[Hadiah : 267 Mata Mutant Frog, 503 Telur Mutant Frog, 242 Kristal Hijau, 25 Kristal Biru]
[Untuk transaksi pembayaran bisa di lakukan di Guild]
[Selamat! Anda naik Pangkat Besi Level 9]
Kemudian, Astan juga memeriksa data statistiknya.
[Nama : Astan Pradipta Cornell]
[Jenis Kelamin : Pria]
[Usia : 23 tahun]
[Profesi : Pemburu]
[Pangkat : Besi]
[Level : 9]
__ADS_1
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Senjata Utama : - ]
[Senjata Tambahan : -]
[Senjata Pendukung : - ]
[Kemampuan Umum : Shield Type-1]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[-Strength : 35 (+)]
[-Agility : 26 (+)]
[-Vitality : 47 (+)]
[-Intelligence : 17 (+)]
[-Dexterity : 25 (+)]
[-Luck : 17]
[Keterangan : Tanda (+) menandakan penambahan poin statistik]
Astan tidak suka ini. Niatnya mau bantu Arni naik level, malah dia yang ikutan naik level dengan Score yang lebih banyak didapat ketimbang gadis itu.
“Dapat Score tinggi dan penilaian S, kah?” Tiba-tiba Arni mengintip notifikasi itu di samping Astan. “Woah…! Hebat…!”
Astan menggeser keras panel sistem hingga menabrak pohon, kemudian lenyap disertai efek pecahan kaca.
Wah! Desain monitor hologram yang unik.
Astan menggaruk kepalanya. “Aah, aku tidak berharap untuk naik level. Gara-gara portal misterius sialan itu, aku jadi tanpa sadar memanen banyak Score. Kau sendiri bagaimana, Pirang?”
Grim membalik panelnya, memperlihatkan notifikasi miliknya pada mereka berdua.
[Misi berhasil!]
[S]
[Score : 95.773]
[Hadiah : 267 Mata Mutant Frog, 503 Telur Mutant Frog, 242 Kristal Hijau, 25 Kristal Biru]
[Untuk transaksi pembayaran bisa di lakukan di Guild]
[Selamat! Anda naik Pangkat Besi Level 20]
“Kalian sama-sama dapat S? Woah…! Memang kalian yang terbaik sih dalam misi ini,” puji Arni.
Grim malah tersenyum canggung. “Maaf ya kalau aku malah dapat Score yang lebih tinggi.”
“Kenapa musti minta maaf? Kau ‘kan yang paling berperan penting dalam misi ini.” Astan menegak minumannya sejenak. “Aku benci mengakuinya. Tapi kalau tanpamu, kami mungkin sudah berakhir jadi bahan keroyokan massa Mutant Frog.”
__ADS_1
“Kukira kalian akan marah padaku karena mencuri sebagian Score misi,” ucap heran Grim.
“Mencuri apanya?” Arni terkekeh, “Hehe…. Enggak ada curi-mencuri, yang ada kau sangat membantu kami di sini. Score yang kau dapat itu murni hasil usahamu sendiri.”
Seulas senyum tipis nampak di wajah putih Grim. Dia senang ada yang mengakui bahwa dirinya berguna dalam sebuah Squad.
Astan menghela nafas jengah, “Haaah…. Portal misterius itu sepertinya merupakan semacam alat peningkatan kemampuan. Gara-gara itu juga senapanku hancur, belatiku juga patah. Nih.”
Astan memperlihatkan belatinya yang sudah patah ke hadapan Arni dan Grim. Sesekali ia putar-putar pula di tangan.
“Lengkaplah sudah deritaku. Menjalankan misi Tingkat D rasa C dan B, Assault Rifle hancur, belati patah. Kalau sampai ada musuh lagi yang nyerang, adu jotos aelah.”
“Kita tidak akan menjalankan misi lagi, Bang. Kita bakal langsung kembali ke kapal,” kata Arni berusaha menenangkan. “Hasil dari misi ini pun lebih dari cukup. Kau juga harus segera diobati ke Dek Medis. Pil penyembuh itu tidak semerta-merta menyembuhkan luka separah tadi. Bisa jadi lukamu bakal kembali terbuka kapan saja kalau tidak ditangani dengan cepat.”
“Sudahlah, Arn…. Jangan khawatirkan aku. Aku tidak apa-apa selama aku masih bisa bernafas.”
“Ish! Kau selalu saja seperti itu.”
Ketika Astan dan Arni masih mengobrol, Grim sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia masih memikirkan tentang kekuatan aneh yang ada pada diri Astan.
Sistem AutoTerra memberi peringatan saat Astan baru menggunakan belati untuk menghajar semua Mutant Frog. Diberitahukan bahwa statistik kekuatan Astan tidak stabil dan sulit dibaca sistem. Hal ini tentu sangat aneh dan mencurigakan.
Rumor tentang Astan yang memiliki tingkat kekuatan lebih tinggi ketimbang peringkatnya sekarang beredar di seluruh penjuru Guild Thornic. Mungkin ini yang dimaksud rumor selama ini. Sebabnya, pastilah ketidakstabilan perhitungan statistik. Tapi, apa sebab yang lebih dominan? Akar dari penyebab ketidakstabilan ini?
“Sebenarnya, tanpaku dan Arni pun, kau masih bisa mengalahkan semua Mutant Frog beserta Alpha-nya.”
Mendengar ungkapan Grim, membuat satu alis Astan terangkat. Dia merasa tidak nyaman dengan ungkapan itu.
“Apa maksudmu?” Astan bersedekap.
“Seingatku, kau berada di level lebih rendah dariku, bukan?” Grim mulai berspekulasi, “Pangkat Besi mana yang bisa mengangkat, membanting tubuh para Mutant Frog beserta tubuh Alpha yang paling besar, dan hanya membantai mereka semua menggunakan belati? Rasanya tidak logis, mengingat Pangkat Perunggu dan Perak saja belum tentu memiliki kekuatan fisik sebesar itu.”
Astan menyipitkan kedua matanya curiga. Grim memang mencurigainya, tapi Astan jauh lebih mencurigai Grim.
“Lalu, bagaimana denganmu? Mana ada Pangkat Besi yang tahan kena banting pohon sebesar itu sampai pohonnya patah dan orangnya sendiri baik-baik saja? Saat aku mengintip datamu pun, kau memiliki dua Kemampuan Umum Tipe-1. Itu juga sangat tidak logis.”
Suasana seketika senyap, hanya terasa hembusan angin hutan menggoyangkan dedaunan pohon dan helaian rambut mereka bertiga. Arni canggung dengan situasi ini, kedua pria itu saling lempar pandangan curiga.
Sesaat Grim memberi senyuman, Astan pun demikian.
“Eh, kalian…?!”
Sampai akhirnya keduanya saling menodongkan senjata. Astan mengacungkan patahan belatinya tepat menekan leher Grim, sedangkan Grim menodongkan moncong Shotgun di leher Astan pula.
“Apa-apaan kalian ini?!”
Keduanya sama sekali tidak menggubris teriakan panik Arni. Masih fokus saling mengancam.
“Kau sangat mencurigakan ketika sistemku tidak dapat membaca data statistikmu lagi saat dalam pertarungan hanya menggunakan belati,” kata Grim tenang.
Astan memberi seringai, “Heh. Kau mencurigaiku, tapi seharusnya kau yang patut dicurigai. Kau orang asing dalam Squad ini. Apa yang membuatmu memiliki dua Kemampuan Umum sekaligus? Dan sejak kau pertama kali menyerang Mutant Frog, aku sudah menduga kalau Kemampuan Martial milikmu sudah aktif secara permanen. Apa sebabnya?!”
Arni tercengang mengetahui fakta itu, dan ikut menatap Grim tak percaya. Sedangkan kedua mata biru Grim terbelalak terkejut, tak menyangka jika Astan dapat menduga apa yang sebenarnya terjadi pada sistem milik Grim.
Grim hanya membalas dengan senyuman disertai kekehan tak percaya.
__ADS_1
...~*~*~*~...