
“Jadi, itu sebabnya kalian meminta saya untuk menyamarkan data-data Sistem AutoTerra kalian karena ingin pergi ke kapal Guild demi membawanya kemari?”
Edrick bersender di sandaran sofa, tangan bersedekap dada dan kaki disilangkan. Astan yang mendengarnya baru sadar akan ucapan Edrick. Dia ingat kalau data Sistem AutoTerra milik Mavin saat itu tidak bisa dibaca karena alasan penyamaran.
Kalau data Mavin ataupun Harnan tak terbaca, itu berarti orang yang duduk di sampingnya ini merupakan pengguna Kemampuan Hack, orang yang membantu menyamarkan data mereka berdua. Jika bisa menyamarkan data Sistem AutoTerra miliknya atau orang lain, kemungkinan besar Edrick sudah menguasai Kemampuan Hack Tipe-5.
Kemampuan Umum pada Sistem AutoTerra hanya tersedia sampai lima tipe. Biarpun jumlah tipenya sedikit, tingkat kekuatan dari setiap tipe terasa berbeda jauh, efeknya pun berbeda-beda. Tipe-1 hanya bisa digunakan sendiri, Tipe-2 bisa digunakan untuk satu orang lain yang merupakan rekan, Tipe-3 jarak jangkauannya lebih luas dan bisa berefek pada satu Squad, Tipe-4 dapat memperkuat efeknya, dan Tipe-5 mencakup ke semua efek tipe.
Efek dari kelima tipe itu juga memiliki perbedaan tergantung jenis Kemampuan Umum seperti apa yang digunakan penggunanya. Contoh singkatnya seperti Kemampuan Hack Tipe-5 dapat memodifikasi informasi asli Sistem AutoTerra yang dikenal sangat rumit, Kemampuan Summon Tipe-4 dapat memanggil Sentry dan Drone sekaligus dalam jumlah tertentu, atau Kemampuan Shield dan Martial Tipe-3 yang dapat memberikan efek pada satu Squad.
Mavin agak tersenyum sungkan merespon ucapan Edrick. “Maaf jika aku merepotkanmu demi membawa seorang pemburu kemari.”
“Untuk apa minta maaf? Ini sudah kewajiban saya membantu Komandan dan Wakil Komandan,” kata Edrick santai, lalu menoleh pada Astan. “Lagipula, dari yang Anda ceritakan, Astan ini merupakan orang penting di militer juga, bukan?”
“Aah…. Kau ini.”
Kali ini Astan yang merespon, memijit pelipisnya di kala merasa pusing ketika melihat mereka masih menganggapnya sebagai Ash yang sedang lupa ingatan.
“Aku masih belum yakin kalau aku ini adalah Wakil Ketua Ash yang kalian maksud.”
“Makanya, kau bisa cari tahu sendiri dengan ikut tim Edrick ke Kapal Feron 072.” Kemudian Mavin menggigit bibir bawahnya ragu. “Walau kuakui misi ini terbilang berat, mengingat banyak personel gugur ketika menjalankan misi ke sana. Aku harap, misi ini bisa berjalan dengan baik tanpa adanya banyak korban berguguran kembali.”
Mavin cemas dan ragu untuk mengirimkan tim kembali ke Kapal Feron 072. Tapi tuntutan dari jendral Pasukan Orbit Ribelo terus menghantuinya, apalagi taruhan dari misi ini adalah jabatan dan pekerjaannya.
Sebenarnya, kalau soal jabatan bukan masalah bagi Mavin, tapi yang membuatnya cemas adalah bakal makin banyak korban lagi berjatuhan dari tim militer saat menjalankan misi. Bahkan jika misi ini gagal, akan menjadi pukulan pada mental Mavin.
“Anda tidak perlu khawatir, Pak. Percayakan saja pada tim kami. Kami pasti akan menyelesaikan misi ini sesuai harapan Anda dan Jendral Pasukan Orbit.”
Astan melirik, memperhatikan gelagat Edrick. Walau nampak ceria, berinisiatif untuk menenangkan sang komandan, tapi bahasa tubuhnya tak dapat dibohongi. Kedua tangan saling bertautan gemetaran di atas pangkuan, keringat dingin membasahi bagian wajahnya yang masih terlihat walau tertutup masker dan topi.
Astan mengerti, Edrick ingin tetap terlihat seakan-akan tidak merasa keberatan dengan misi ini. Namun di sisi lain, Edrick menyimpan ketegangan yang cukup mendalam.
Semua anggota militer pasti akan merasakan hal itu, adrenalin mencekam ketika harus menerima kenyataan bahwa mereka bisa mati kapan saja dalam misi.
Pemburu pun juga demikian.
Harnan nampaknya sepemikiran dengan Astan saat melihat gelagat Edrick, tapi dia juga lebih memilih diam agar tidak menimbulkan kecanggungan berlebihan.
Punya pengalaman banyak selama menjabat sebagai prajurit militer, pahit-buruknya sudah menjadi makanan sehari-hari. Jadi, Harnan sudah bisa memaklumi kekhawatiran Mavin maupun Edrick saat ini.
“Jadi….” Karena merasa suasana mulai canggung, Edrick bertanya ke topik awal, “Agar Astan bisa diterima di tim saya oleh personel lain tanpa ketahuan data aslinya, Anda ingin saya mengubah data Sistem AutoTerra miliknya?”
“Hanya mengubah sesuai persyaratan pangkat mana yang bisa melakukan misi ini dan mengganti profesinya menjadi prajurit, serta ubah pula marga Astan nanti,” pinta Mavin.
“Baik, Komandan.”
Edrick menggeser posisi duduk, menghadap Astan yang masih duduk di sampingnya. Tangannya terulur, menandakan bahwa dia butuh tangan Astan pula untuk diulurkan.
“Ulurkan tanganmu yang pakai Gelang AutoTerra.”
Astan hanya diam mengulurkan tangannya, mengikuti perintah Edrick. Dia tidak berani banyak omong di hadapan mereka. Bagaimana pun juga, tempat ini merupakan markas militer, bukan kapal Guild dimana masih ada beberapa orang yang ia kenal bisa diajak ngobrol akrab bahkan sampai ngegas pun tak masalah.
__ADS_1
Kalau sampai berani ngegas di hadapan anggota militer, bisa dijatuhi hukuman dia.
Edrick meraih tangan kiri Astan, menyikap lengan jaketnya sampai terlihat jelas gelang sistem yang ia pakai.
[Hack Type-5 : Aktif]
Tangan Edrick yang masih dilindungi sarung tangan dialiri oleh sirkuit-sirkuit elektrik berwarna kebiruan. Tangannya mulai meraba bagian sensor pembaca saraf pada gelang sampai muncul panel buatan dari Kemampuan Hack Edrick. Panel tersebut berisikan berbagai macam kode pada bagian sistem data milik Astan.
“Kau akan mengubah data identitasku, begitu?” tanya Astan sedikit menoleh dari balik panel yang menghalangi pandangannya pada Edrick.
Edrick yang mulai fokus membaca kode hanya menjawab, “Cuma mengubah dari tampilan luar saja. Kau masih bisa melihat data diri aslimu, tapi orang lain bakal melihat data dirimu versi modifikasiku.”
Astan mengangguk paham. Rupanya, hanya dimodifikasi dari tampilan luar datanya saja. Mustahil bagi manusia manapun bisa memodifikasi sistem terdalam dari Sistem AutoTerra sendiri.
Kecuali dalam kasus eksperimen ilegal yang sempat dibicarakan Mavin pada Astan. Astan sendiri penasaran bagaimana bisa orang-orang dari Perusahaan Feron dan Organisasi BioEmerald bisa menduplikasi sistem operasi secanggih AutoTerra.
Mungkin lewat misi yang akan dijalankannya, Astan akan mengetahui segala misteri ekseperimen ini.
Bahkan tentang misteri diri Astan sendiri.
“Bersabarlah. Ini akan memakan waktu agak lama. Soalnya, aku melakukannya secara manual.”
Edrick mulai mengotak-atik panel, memasukan dan mengubah beberapa kode yang bisa ia modifikasi untuk menyamarkan data diri asli Astan.
Selama proses modifikasi berlangsung, panel Sistem AutoTerra milik Astan terlambat memberikan notifikasi data sistem milik mereka bertiga. Rupanya, data diri Mavin dan Harnan bisa terbaca karena mungkin efek penyamaran data dari Kemampuan Hack Edrick sudah dimatikan.
[Nama : Edrick Ron]
[Jenis Kelamin : Pria]
[Profesi : Prajurit]
[Pangkat : Emas]
[Level : 23]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Data Privat]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Data Privat]
--
[Nama : Harnan Prakoso]
[Jenis Kelamin : Pria]
[Usia : 31 tahun]
__ADS_1
[Profesi : Prajurit]
[Pangkat : Berlian]
[Level : 167]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Data Privat]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Data Privat]
--
[Nama : Mavin L. Vladiskov]
[Jenis Kelamin : Pria]
[Usia : 26 tahun]
[Profesi : Prajurit]
[Pangkat : Kristal]
[Level : 3]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Data Privat]
\=\=*\=\=*\=\=*\=\=
[Data Privat]
Astan memang dapat membaca data sistem mereka, tapi dua jenis data seperti data senjata dan data statistik dikunci.
“Kau sedang berusaha mengintip, Jingga?”
Panel Astan langsung lenyap saat ditanya demikian oleh Harnan. Dari gelagat dan nada bicaranya pada Astan, sepertinya sang wakil komandan ini tidak suka dengan sifatnya.
Dengan santai Harnan menaikan kedua kakinya di atas meja, bersender sambil bersedekap tangan di dada. “Sudah kebijakan militer, prajurit yang berada di Pangkat Perak ke atas wajib menyembunyikan data statistik maupun persenjataan agar tak mudah dibaca musuh atau orang-orang yang diduga musuh. Oleh sebab itu, kau takkan bisa membaca data yang kami privat, kecuali kalau datanya kami buka.”
Memang benar. Setiap prajurit maupun pemburu yang berada di Pangkat Perak sudah memiliki fitur pengunci data. Fitur itu berfungsi untuk menyembunyikan data statistik dan senjata mereka. Tujuannya, tentu agar tidak mudah dibaca oleh musuh.
Kalau sampai terbaca oleh musuh, musuh bakal dengan mudah mengatur strategi untuk melumpuhkan lawan mereka.
Saat membaca data-data mereka yang bisa dilihat, Astan meringis ngeri ketika mengetahui bahwa Mavin berpangkat Kristal dan Harnan berpangkat Berlian. Kalau mereka tidak berada di pangkat dan level setinggi itu, mana mungkin keduanya bisa berada di posisi setinggi ini sebagai anggota berpengaruh dalam batalion.
“Oke. Sudah selesai.”
__ADS_1
...~*~*~*~...