
“Ini? Sistem?” tunjuk Bery tak percaya.
Bukan hanya tak percaya ada sistem selain AutoTerra, Bery juga merasa tak yakin jika wujud sistem bisa semenggelikan ini. Siapa yang tidak merasa aneh melihat chip teknologi dilapisi bongkahan daging makhluk hidup, masih berdetak pula?
“Sayangnya, iya,” jawab Astan tenang di samping Bery, “kasus utama dari Perusahaan Feron dan Organisasi BioEmerald adalah menduplikasi Sistem AutoTerra, bukan? Nah, inilah hasilnya, Sistem Re:Set.”
“Lah…? Kok bisa? Aku hampir tak percaya ini.” Bery masih tak percaya. “Tapi, bentuknya kok aneh begitu? Bikin hampir muntah aja.”
“Kami juga bingung kenapa bentukannya macam gumpalan daging hidup,” kata Edrick. “Karena kita sudah menemukan target utama, maka kita harus membawa benda ini bersama kita.”
“Caranya?” tanya Bery lagi.
“Biar kucoba.”
[Hack Type-4 : Aktif]
Edrick lebih dulu mencoba meretas sistem keamanan pada mesin di bawah tabung. Setelah berhasil, ia mengeluarkan sebuah capit khusus dari penyimpanan sistem, muncul di tangan kanannya.
“Coba buka, Astan.”
Astan membuka tutup tabung yang berada di atas. Dengan hati-hati Edrick mengambil chip itu menggunakan capit, perlahan dibawa keluar. Ketika sudah keluar dan berada tepat di hadapannya, tiba-tiba chip itu bergerak agresif di dalam jepitan capit.
“Gaaah!!!”
Urat-urat chip sistem menyembul keluar dari daging, membentuk mulut berduri taring serupa dengan mulut lintah pada setiap ujung urat, dan hampir mendekat hendak menyerang helm Edrick.
“Chip-nya hidup?!” teriak panik Bery melihat sang ketua hendak diterkam chip sistem.
“Masukan kembali!” perintah Astan panik juga.
Buru-buru Edrick melempar masuk chip tersebut kembali ke dalam tabung, lalu Astan langsung menutupnya kembali. Lewat dinding kaca tabung, chip itu masih bergerak agresif dengan beberapa urat bermulut taring siap menerkam. Namun kepulan gas muncul di dalam tabung, membuat chip tersebut kembali tenang seperti semula dengan daging yang masih berdetak lebih pelan.
Edrick, Astan, dan Bery bernafas tak karuan. Apa yang terjadi tadi sungguh membuat mereka kaget setengah mati. Siapa sangka sebuah chip bisa hidup dan hendak menerkam seseorang hidup-hidup? Ini sama sekali tidak logis.
“Astaga. Yang tadi itu hampir saja,” gumam Edrick berusaha menenangkan diri.
__ADS_1
“Haaaah….” Astan berusaha mengatur nafas. “Chip…. Ada apa dengan chip-nya…?”
“Chip-nya hidup.” Bery berucap agak keras, “Itu tadi beneran chip sistem atau bibit monster? Kok bisa serem begitu…?”
Edrick menggeleng bingung. “Itu memang beneran chip sistem. Cuma, kita enggak tahu mengapa kapal ini bisa membuat sebuah proyek sistem kehidupan seabstrak ini. Sekarang, bagaimana caranya kita membawa chip tersebut? Akan sangat berbahaya jika di simpan langsung ke dalam penyimpanan sistem.”
Setelah mulai merasa tenang, Astan kembali memperhatikan tabung tersebut. Ia melihat segala sisi dari tabung dan juga mesin di bawahnya. Ketika Astan menyentuh dan mencoba menarik tabung, terdengar bunyi ‘cklek’ di antara pengait penghubung tabung dengan mesin. Tabung pun berhasil lepas dari mesin.
“Tabung ini bisa dilepas,” ucap Astan sambil memegang tabung tersebut. “Kira-kira kalau seperti ini bisa dibawa di penyimpanan sistem?”
“Kurasa bisa. Soalnya, kemungkinan tabung ini dilengkapi dengan semacam gas penenang,” kira Edrick ketika ingat kejadian saat chip tersebut mulai tenang setelah disemburkan gas di dalam tabung. “Biar aku yang menyimpannya.”
“Kau yang memang bertanggung jawab untuk menyimpan semua data yang kita dapat, Ketua.”
Astan menyerahkan tabung itu pada Edrick. Segera tabung itu lenyap, otomatis masuk ke dalam penyimpanan sistem Edrick.
“Satu bukti paling penting sudah diamankan,” ucap Bery ceria. “Tapi, proyek ini ‘kan jelas-jelas dibuat di kapal antariksa Perusahaan Feron, otomatis ini milik Feron, dong. Terus, bagaimana kita tahu kalau BioEmerald juga terlibat dalam proyek pembuatan chip sistem ini?”
“Data-data tentang keterlibatan jelas BioEmerald ada di sekitar daerah Dek Publik. Tentunya Kelompok Tenma yang mengurus. Kalau chip sistem bukan hanya menjadi barang bukti di persidangan, tapi juga sebagai barang yang akan diteliti lebih lanjut. Dari hasil penelitian inilah, kita akan tahu apa alasan Feron dan BioEmerald menduplikasi Sistem AutoTerra menjadi Sistem Re:Set,” jelas Edrick panjang lebar.
Astan jadi heran sendiri ketika mengingat Kelompok Tenma. Sampai sekarang mereka sama sekali tidak mendapat kabar dari mereka. Kalau Kelompok Wirma tentu jelas mereka sudah berada di Dek Keamanan.
“Soal Kelompok Tenma, sampai sekarang mereka sama sekali belum memberi kabar,” ungkit Astan.
Edrick dan Bery saling berpandangan sejenak. Mereka juga baru menyadari kalau Kelompok Tenma belum ada kabar sama sekali. Ini agak mencurigakan.
“Di sini Wakil Wirma, siapapun tolong jawab!”
Tiba-tiba panggilan dari Wirma masuk ke komunikasi di helm zirah mereka bertiga. Lewat komunikasi itu, Wirma terdengar agak panik. Mungkinkah terjadi sesuatu?
“Ada apa, Wakil Wirma?” tanya Edrick tenang. “Apa sesuatu terjadi?”
Terdengar helaan nafas lega dari Wirma, “…Syukurlah kalian masih bisa dihubungi. Kelompok Tenma, kami berusaha menghubungi mereka, tapi tidak ada jawaban.”
“Kalian sudah berusaha menghubungi mereka bertiga, kan?” tanya Astan meyakinkan.
__ADS_1
“Kami sudah mencobanya. Tapi, ketiganya sama sekali tidak menjawab. Kami sempat melihat pergerakan mereka di kamera pengintai. Terakhir mereka melewati bagian Area Kantor Administrasi di Dek Publik. Selebihnya, kami tidak tahu keberadaan mereka selanjutnya. Kamera-kamera pengintai di sana banyak yang rusak.”
“Zered juga sudah mengirimkan drone-nya ke Dek Publik, tapi sampai sekarang masih belum membuahkan hasil. Aku khawatir terjadi apa-apa pada mereka. Di sana juga terdapat banyak bukti penting yang kita butuhkan.”
Edrick dan kedua rekannya saling bertatapan. Ini memang situasi yang aneh. Kalau sudah selama ini Kelompok Tenma tidak bisa dihubungi oleh kedua kelompok lain, itu berarti sesuatu yang tidak beres terjadi pada mereka.
“Kami akan segera ke Dek Publik untuk memastikan. Kami juga sudah selesai mengumpulkan bukti-bukti penting di Dek Medis,” ucap Edrick tegas.
“Kalian sudah mendapatkan bukti-bukti yang kita butuhkan di sana? Syukurlah. Kami juga sudah mendapatkan beberapa bukti rekaman kejadian di kapal ini tiga tahun yang lalu. Ada banyak hal yang ingin kami diskusikan bersama kalian, Ketua. Sesuatu yang janggal terjadi saat—.”
“Pssst…. Wakil Wirma, bisa tenang? Sepertinya, ada yang berusaha menerobos pintu ruangan ini.”
Terdengar suara pelan Farhan memperingatkan Wirma untuk diam karena ada sesuatu yang mencurigakan mencoba menerobos ruang mereka berada.
Kelompok Edrick yang masih bisa mendengar suara mereka mulai heran. Apa sesuatu mulai terjadi di tempat mereka.
“Wakil, apa sesuatu terja—.”
“Aaaarrrgh!!!”
Sontak ketiganya terkejut. Mereka mendengar suara teriakan Kelompok Wirma sekilas, kemudian komunikasi mendadak terputus.
“Wakil. Wakil Wirma! Wirma, kau masih bisa mendengarku?!” panggil Edrick berkali-kali. “Wirma! Farhan! Zered! Apa kalian masih di sana?! Wirma?! Wirma!”
Astan dan Bery juga berusaha memanggil mereka lewat komunikasi, tapi panggilan mereka sama sekali tak dijawab. Komunikasi benar-benar terputus total.
Tanpa basa-basi lagi, mereka bertiga segera berlari meninggalkan ruangan Lab Genetika. Di perjalanan melewati koridor area lab, sambil berlari ketiganya sempat saling bicara.
“Sesuatu terjadi pada Kelompok Wakil Wirma, Ketua,” ucap Bery berlari di belakang Edrick.
“Kita harus pergi kemana dulu?” tanya Astan.
Edrick membuka peta hologram lewat sistemnya, mencoba mencari jalan tercepat untuk tujuan mereka kali ini.
“Walau jalannya lebih jauh dari Dek Publik, terpaksa kita pergi ke Dek Keamanan. Kita harus memastikan keadaan mereka dulu jika tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi.”
__ADS_1
Mereka berlari menuju belokan koridor sebelah kiri. Awalnya Kelompok Edrick berencana untuk memastikan keadaan Kelompok Tenma karena Dek Publik lebih dekat dengan Dek Medis. Tapi karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan Kelompok Wirma, terpaksa mereka harus pergi Dek Keamanan melewati jalur tercepat.
...~*~*~*~...