B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Satu


__ADS_3

San Francisco, California.


Angel tidak bisa membaca sebaris pun misi yang akan ia laksanakan, tak seperti biasanya kabut ketakutan mengaburkan pandangan nya. Bahkan suara telepon berdering pun tak terdengar olehnya, ia merenung dan untuk pertama kali nya.


Ia takut.


Pagi ini, ia terbangun dan mendapati dirinya sedang menangis di tempat tidur, biasanya seorang agen pembunuh terlatih tidak boleh menangis, tidak menunjukkan emosi di hadapan siapa pun terutama kepada sang target, baik itu berupa rasa kasihan apalagi ketakutan. Tapi Angel ia selalu takut, ia sudah menyembunyikan ketakutan nya dengan membunuh orang lain yang menurutnya bersalah, ia menyembunyikan rasa takutnya selama 15 tahun. Tapi sepertinya sekarang semuanya menjadi berantakan, mungkin bisa dibilang sangat berantakan.


Benaknya bertambah kacau dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga ia mulai merasakan efek sampingnya secara fisik – kejang otot, gemetar , detak jantung yang berlebihan dan air mata setelah ia mendapat mimpi yang bahkan tak pernah bisa ia ingat.

__ADS_1


‘ ini bahaya, jika ada yang tahu bahwa aku lemah, maka semua orang akan memanfaatkan kelemahanku, tidak aku tidak boleh seperti ini. Reputasiku bisa hancur.’ Batin Angel


Merasakan genggamannya bertambah erat di smartphone khusus miliknya, Angel kembali tersadar. Ia berusaha untuk tetap tegar, kalau ada tempat di mana ia tidak boleh lengah, disini lah tempatnya, di samping Ricard. Ricard adalah seorang hacker Handal yang sangat berbahaya, dan ia setia pada organisasi pembunuh bernama Blood dan dapat dengan senang hati memberikan data apa pun mengenai kecacatan anggota Blood. Dan Sekarang Angel sedang berada di ruangan milik Ricard yaitu ruangan misi, Di mana ia akan menerima berbagai data mengenai calon korban yang akan ia bantai.


 


Dengan muram, Angel mulai memperkuat kembali perisai psikis yang melindungi koridor – koridor rahasia di benaknya. Ia sangat mahir melakukannya dan ketika Ricard menutup telepon, Angel tidak menunjukkan emosi apa pun seperti patung yang dipahat dari es yang sangat dingin.


 

__ADS_1


“ tentu saja agen 009.” Angel memaksakan diri untuk terlihat dingin, menatap mata Ricard tanpa berkedip. Untungnya Angel memiliki mata berwarna hitam pekat dengan dasar putih bersih, sehingga menimbulkan kesan tajam serta dingin.


“ kita akan kedatangan klien yang secara khusus memintamu untuk menjalankan misi , jadi jangan kacaukan hal ini.” Ricard membalikkan badan, mengangkat layar komputernya. Sebuah panel datar yang bergeser naik turun dari permukaan mejanya, ia mengetik beberapa kata menggunakan keyboard virtual yang melayang diudara dan dalam hitungan detik semua data sudah berpindah ke smartphone khusus milik Angel.


Angel kembali melihat file berupa materi dari misi rahasia yang sudah di copy di smartphone nya, ia mempelajari calon korban dengan detail, ia juga mempelajari klien yang meminta bantuan organisasi mereka untuk membunuh si korban.


Berdasarkan informasi yang Angel dapatkan, calon korban merupakan seorang mafia kelas menengah namun cukup hebat sehingga menurut perhitungan ia dapat naik menjadi mafia terhebat. Sementara sang klien adalah seorang ketua organisasi DarkRiver, organisasi mafia terbesar di san francisco dan daerah sekitarnya, hingga sekarang mereka menjadi predator dominan di area itu. Jika ada mafia lain yang ingin berdagang, tinggal, maupun berkunjung ke teritori DarkRiver harus mendapatkan izin dari mereka. Jika tidak, hukum teritorial mafia akan digunakan dan hasilnya pasti sangat buruk.


Yang membuat mata Angel terbelalak saat ia membaca materi adalah , ini untuk pertama kalinya DarkRiver telah membuat perjanjian dengan organisasi Blood untuk melancarkan aksi mereka, dalam menakut nakuti semua organisasi mafia yang ada didunia agar mereka dapat berkuasa mengingat Blood dan DarkRiver tidak pernah akur.

__ADS_1


Suara bel lembut terdengar, Angel sudah paham mengenai hal ini dengan baik.


“ Ricard, apa aku harus pergi sekarang?.”


__ADS_2