B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Aqila ( Pertemuan kembali 2.)


__ADS_3

James Taylor Pov.


“ Aku tidak kenal yang namanya Aqila, jadi sebaiknya lepaskan aku. “


Aku berusaha meronta sekuat tenaga, namun ternyata ikatan talinya lebih kencang dari yang aku kira. Aku mencari celah, menggapai gapai simpul tali agar dapat melepaskan ikatan tali, atau setidaknya melonggarkan sedikit tetapi hasilnya nihil.


“ Masih berusaha meloloskan diri ternyata. “ pria di hadapanku menyeringai. “ Kau tahu James, aku tak berniat menyakiti siapa pun disini. Jadi jangan membangkang, atau wanita tua itu dalam bahaya. “


Aku memandang pria itu dengan tatapan jijik. “ Apa yang akan kau lakukan dengan ibuku.? “


“ Ibu, huh..., kau mengakui wanita yang tidak pernah melahirkan mu. “ Pria tersebut mendekat, aku menatap mata birunya yang penuh kebencian. Aku merasa pernah melihat mata itu sebelumnya, tapi aku menepis nya. Tidak mungkin bahkan pria ini sepertinya masih berumur dua puluh lima tahunan, tidak mungkin ia ayahku.


“ Fuih.” Aku meludahi wajahnya, sepertinya ia tidak menerima perlakuanmu dan memukul wajahku dengan sangat keras, membuat hidungku berdarah.


“ Kau sepertinya tidak tahu berurusan dengan siapa, apa yang tidak aku ketahui tentang dirimu.” Pria itu menarik rambutku dengan kencang, membuat wajahku berpaling ke arah kanan. “ Kau lihat tanda di belakang telinga mu, ternyata kau benar anak Jonathan Smith. Seorang mafia kelas kakap, dan ibumu pasti Linzy Morell seorang pelacur dari New York. Dan wanita tua yang kau panggil ibu adalah Adik ipar Linzy, Jessica Taylor yang di usir dari rumah karena membawa seorang bayi laki-laki tanpa ayah. Bahkan sampai detik ini Jessica tak pernah menikah, Sungguh memalukan. “


Aku menatap kilatan cahaya di mata pria tersebut, yang lebih terlihat seperti ratapan penuh penyesalan. Aku merasa penasaran sekaligus bingung, rahasia yang ku pendam selama bertahun-tahun. Seharusnya tidak ada yang mengetahuinya selain aku, dan ibu. Pria di hadapanku ia tahu segalanya, Aku bahkan belum pernah bertemu dengannya. Atau mungkin dia juga salah satu putra ayahku.


“ Dari mana kau tahu hal itu?, kau memang hebat tuan. Baiklah aku akan membantumu dengan syarat, jangan pernah melibatkan ibuku. Dan kau harus memberikan ia perlindungan. “


“ Aku setuju, Hei kau.., lepaskan dia. “


Mereka melepaskanku dan pria tersebut menjabat tanganku dan menepuk pundakku dengan ramah. “ keputusan yang tepat saudaraku, kau bisa memanggilku dengan nama belakangku. Smith. “


Apa-apaan ini, pria ini bermarga Smith. Artinya perkiraan ku sebelumnya benar, ia adalah anak dari Jonathan Smith yang juga merupakan ayahku.


“ Kau anaknya juga?. “


“ Ya sama sepertimu, hanya saja dia yang membesarkan ku. Sejujurnya ayah sangat ingin kau diasuh olehnya tetapi wanita tua itu melarang, karena ia ingin kau meneruskan Cita-cita menjadi seorang polisi, dan bukannya terlibat dengan para mafia. Kau tahu ayah sangat menyayangimu, dan uang yang selama ini dimiliki oleh Ms. Taylor sebagian adalah pemberian ayah. “


Aku merasa tersentuh dengan penjelasan dari Smith, perlahan hatiku merasa hangat. Pria yang menelantarkan ternyata sangat sayang kepada-Ku, aku melihat tatapan mata Smith yang semula penuh kebencian mulai melunak. Kami berjalan menuju balkon, aku melihat ke arah menara Elisabeth Tower atau yang biasa dikenal sebagai Menara Big Ben menjulang tinggi. Ternyata aku sedang berada di Westminster sekitar tiga jam dari rumahku yang berada di Yorkshire, Smith menuangkan brendi untukku. Aku yang sedari tadi menahan haus meminumnya hanya dengan satu temukan, Rasa segar brendi membuat wajahku sedikit memerah dan membuatku kembali bersemangat.


“ Bisa kau beri tahu di mana ayah berada sekarang?. “


Smith mencondongkan tubuhnya sambil memainkan sebatang Rokok yang ia pegang, Smith menghisap rokoknya dan membiarkan asapnya mengepul bersama udara fajar.

__ADS_1


“ Ayah sudah tiada. “ Smith menghisap dan menghembuskan kembali asap rokok. “ Ayah dibunuh anak buah Robert lima tahun yang lalu, Dan Aqila adalah satu-satunya anak Robert. Itu sebabnya aku ingin menangkap gadis itu, dan membuat Robert menyerahkan diri. Aku ingin membalaskan dendam ayah. “


Mataku fokus melihat ke arah tangan Smith yang mengepal dengan kuat, seolah seluruh kekuatan ia alirkan ke tangan kanannya. Aku juga merasa geram mengetahui hal itu, dan aku kembali teringat kejadian di mana ibuku hampir meregang nyawa ditangan Aqila.


“ Ternyata ayah dan anak sama saja. “


Pandangan Smith mulai beralih ke arahku. “ Memangnya kenapa, apa yang di lakukan gadis itu?. “


“ Aqila meracuni ibuku, maksudku Miss Taylor. Ia memberikan banyak morfin yang membuat ibu mengalami overdosis, beruntung nyawanya berhasil selamat meski beberapa saraf sedikit terganggu. “


Aku merasakan Smith menatapku dengan iba. “ Kau tahu saudaraku, kita punya misi yang sama. Bantu aku mengembalikan ingatan Aqila, setelah itu kau bebas menghukumnya. “


Suasana menjadi hening sejenak, sebelum terpecah oleh seorang wanita yang mengetuk pintu dan masuk menghampiri kami.


“ Masuklah. “ ujar Smith.


Aku memperhatikan wanita ini, usianya tak lebih dari dua puluh lima tahun. Rambutnya hitam sebahu, dengan mata coklat dan bibir tipis serta payudara yang terangkat ke atas. Membuatku berpikir tentang hal-hal gila di atas ranjang, huh.. Sepertinya memang pria seusia ku sudah memiliki istri atau setidaknya pacar. Wanita itu sadar akan tatapanku, wajahnya merona karena malu, aku rasa dia juga menyukaiku.


“ Tuan, Gadis itu sudah siuman, apa yang harus aku lakukan?. “


“ Baik tuan. “


Wanita itu berjalan menuju pintu keluar, aku memperhatikan bagian belakang tubuhnya. Lekuk tubuhnya nyaris sempurna, dengan pinggul besar dan bokong bulat di padu rok ketat yang membuat setiap lekuk tubuhnya terlihat. Smith rupanya memperhatikan gerak-gerikku, dan ia mulai menggodaku.


“ Gadis yang seksi bukan, apa kau sudah menikah atau.. “


“ Tidak, aku masih single. “ aku mengatakannya dengan sedikit malu, aneh memang pria berusia hampir tiga puluh dua tahun belum pernah menjalin hubungan dengan wanita.


“ Kurasa kalian akan cocok, dia sekretaris baru. Kalau mau kau bisa mengajaknya makan siang atau mengajaknya menginap di rumahmu malam ini. “


“ hahahahahha, kau bergurau jarak dari sini ke rumahku memakan waktu hampir empat jam. Lagi pula wanita muda seperti dia tidak cocok bila berdampingan dengan pria tua sepertiku. “


“ Berjuanglah.., ini. “ Smith melemparkan amplop coklat berisi uang ke arahku.


“ Apa ini?. “

__ADS_1


“ Uang milik ayah, hanya sedikit dibanding harta kekayaannya yang melimpah. Ku rasa namamu ada di dalam surat wasiat jadi kau berhak menggunakannya. “


Aku membuka amplop tersebut, bukan main. Isinya mungkin hampir lima ratus juta dolar, ternyata ayahku sangat kaya. Aku ingin menolaknya, karena selama ini ternyata aku juga hidup dari harta ayah. Jadi ada baiknya aku berjuang menghidupi diriku sendiri.


“ Kurasa aku tak bisa menerimanya, aku masih punya cukup uang dalam tabungan untuk bertahan hidup. “


“ itu jika kau membawa dompet. “


Aku memeriksa saku, memang benar ternyata aku di bawa kemari hanya dengan menggunakan kaus oblong dan celana pendek tanpa membawa sepeser uang. “ Well, kali ini aku Terima uangnya. Terima kasih bung. “


“ Demi dendam ayah. “


Kami bersulang sebagai pertanda di mulainya perburuan kami. Siang harinya aku di ajak untuk menemui Aqila, aku masuk ke dalam kamar keadaan Aqila cukup mengenaskan. Tubuhnya penuh dengan luka dan lebam, karena ia berusaha melepaskan tali yang melilit tubuhnya. Mata dan mulutnya tertutup kain hitam, tubuhnya terus menggeliat. Rasa kasihan mulai muncul, namun segera ku tepis mengingat hal buruk yang ia lakukan lima tahun yang lalu. Aqila sempat diam dan menyadari kehadiran kami, ia kembali meronta sambil bergumam tidak jelas.


“ Buka penutup mata dan mulutnya, biarkan ia melihat James. “


Baru saja mulutnya di buka Aqila langsung mengeluarkan umpatan kepada kami.


“ Dasar bajingan, apa yang kalian lakukan padaku. Lepaskan aku. “


“ Hutsss..., tenang sayang. “


Smith menghampirinya dan memegang pipi Aqila dengan lembut, sementara aku masih berdiri di dekat pintu.


Begitu penutup matanya terlepas ia memandangi Smith dengan tatapan jijik, dan kemudian meludahi nya.


“ Apa-apaan ini, kau penghianat. “


“ Sayang aku membawa seseorang yang akan membuatmu mau bekerjasama denganku. “


Smith memberikan kode agar aku mendekat, aku berjalan mendekati mereka dan Smith bergeser agar Aqila bisa melihatku dengan jelas. Aku sempat merasa ragu, apakah dia memang Aqila atau orang lain yang mirip dengannya. Aku melihat matanya yang semula menunduk mengarah kepadaku, aku kaget bukan main. Mata itu, seperti dua tetes kopi di atas susu. Mata hitam yang menatapku lima tahun lalu dengan rasa takut dan gelisah, mata hitam yang menatap saat ibu keracunan, tanpa rasa bersalah. Mata kami bertemu selama beberapa menit, semua gambaran masa lalu mengalir deras di kepalaku seperti sebuah kaleidoskop. Ini benar dia, Gadis ini adalah Aqila.


“ How James?, gadis ini benar Aqila bukan. “ Smith menatapku dengan penuh rasa penasaran


“ Ya, dia orangnya. “

__ADS_1


(James Pov end. )


__ADS_2