
Angel terbangun dan perlahan duduk sambil memegangi kepalanya, ia masih merasakan pusing. Ia melihat Mingyu tertidur pulas di lantai hanya bermodalkan bantal dan selimut, membuat Angel merasa sedikit tersenyum. Angel mengambil tas kecil yang berada di atas meja, mengeluarkan paspor dan mencoba menghafalkan nama yang tertera di sana.
‘Park Min-hye, nama yang bagus. Untungnya aku sering menonton Drama Korea bila ada waktu senggang, setidaknya aku cukup mahir mengobrol menggunakan bahasa Hangul. Meski aku tak dapat membacanya. ‘ gumam Angel dalam hati.
Drrrtttt.. Drtttt.
“ halo.. , saya sudah sampai... . Belum saya masih mencari celah untuk bertemu pria itu.. . .. . , tidak bisa.. . .. . . Tuan Arnold bukankah sudah ku ingatkan padamu kita akan memakai caraku.. . .. . Sampai jumpa. “ Angel menutup telepon, saat ia hendak menaruh smartphone nya tiba-tiba saja handphone milik mingyu berbunyi.
Mingyu yang masih setengah sadar mencoba mencari handphone nya, angel memperhatikan pria itu dengan seksama. Angel tersenyum sambil ikut bergumam mengikuti alunan lagu.
“ Halo.. . Ah aku sekarang masih di Seoul.. . , aku sedang menemani seorang teman.. . .. . Tidak bukan pacar.. . , baiklah ibu.. . .. . , empat hari aku akan pulang dalam empat hari.. . .. . Baik .. . . Ya sudah. “ Mingyu menghela nafas.
“ lagu itu penyanyinya Lee bo ram kan. “
“ Wah.. , kau tahu juga ya, apa kau penggemar berat nya?. “
“ Yah kurang lebih begitu, meski ia tidak terlalu terkenal tapi aku berharap bisa bertemu dengannya. “
“ kau beruntung, nanti malam ada acara jumpa fans di gedung Royal entertainment. Tapi mungkin tak seramai jumpa fans di SMTOWN Land atau Cube studio cafe, namun banyak peminatnya loh dan kabarnya semua Staf juga akan hadir, mulai dari CEO sampai make-up artis mereka. “
“ benarkah, baiklah ayo kita kesana. “
'CEO Royal entertainment adalah target berikut nya, dan malam ini adalah kesempatan yang bagus untuk membunuh. ‘
Angel sesegera mungkin mengatur strategi, ia membawa sejumlah peralatan yang tersimpan di dalam koper. Angel memang pembunuh kejam, namun ia lebih suka membunuh di keramaian. Selain mempersulit pencarian tersangka, itu juga mempermudah Angel mendekati target tanpa di curigai.
Angel pun berangkat menuju gedung Royal entertainment yang berada cukup jauh dari hotel tempat mereka menginap, mereka pun mulai berjalan kaki sekitar delapan belas menit menuju stasiun kereta bawah tanah. Setelah membeli tiket melalui mesin pembelian tiket yang membutuhkan biaya tambahan sebesar 500 won sebagai saldo deposit, mereka pun menaiki kereta menuju Stasiun Samseong. Setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam setengah untuk sampai di stasiun.
“ apa tidak ada taksi?, bukankah lebih cepat bila kita naik taksi. “
“ tidak gamja, kita tidak bisa naik taksi karena di sekitar sini tidak ada taksi. Bukankah lebih baik naik kereta saja, lebih nyaman dan tenang. “
“ Terserah kau saja, tapi bisakah kau berhenti memanggilku kentang?. “
“ Kau tak pernah memberi tahu namamu, selain itu wajahmu lebih mirip kentang. “
Angel memukul Mingyu perlahan, memang Angel tak pernah memberi tahu nama samaran nya kepada Mingyu, bukannya tidak mau tapi sewaktu di pesawat ia lupa melihat paspor untuk sekedar membaca namanya sendiri.
__ADS_1
“ baiklah, namaku Park Min-hye. Senang berkenalan denganmu. “
“ wah.. , nama kita sama aku Mingyu dan kau Minhye selain itu nama depan kita sama-sama Park, sungguh kebetulan yang aneh. Tapi bukankah itu artinya kita berjodoh. “
“ jangan berpikiran bahwa kita berjodoh, ingat kita baru saling kenal tak lebih dari dua hari. “
“ dan kau mengajakku satu kamar meski kita baru saling mengenal satu hari. “
Angel diam dengan raut penuh kesal, dan sepanjang perjalanan Mingyu terus menggodanya. Membuat Angel tersenyum, kesal bahkan tertawa. Satu jam setengah telah berlalu, mereka pun sampai di stasiun Samseong. Setelah itu mereka kembali berjalan sekitar sepuluh menit, kantor Royal entertainment hanya berjarak sekitar lima ratus meter dari SM Town Coex Artium. Yang berada di pusat kota Seoul, persisnya di kawasan Gangnam.
Ternyata mereka sampai satu jam lebih awal dari pada rencana, Angel melirik pakaian mereka yang ternyata kurang pantas. Angel mengajak Mingyu untuk berbelanja pakaian, namun Mingyu menolak karena menurutnya banyak fans yang hanya memakai pakaian biasa pada saat jumpa fans seperti sekarang, akhirnya Angel mengajak Mingyu untuk mencari salon rambut terdekat. Mereka pun mengunjungi Satin hair salon yang berada di jalan Samseong 1, sekitar sepuluh menit dari tempat mereka berada. Memang saat itu Angel tak menggunakan rambut palsunya, selain risih ia juga merasa aneh memakai rambut yang bukan miliknya.
Hanya butuh waktu setengah jam lebih untuk mengubah rambut coklat Angel menjadi hitam bergelombang, Angel melihat kaca dan tersenyum melihat rambut barunya. Ia terlihat cocok dengan rambut hitam, Mingyu yang melihat Angel sedikit terpana. Waktu menunjukan pukul delapan kurang sepuluh menit, artinya sepuluh menit lagi acara dimulai. Setelah membayar beberapa won mereka pun bergegas kembali ke gedung Royal entertainment.
Gedung Royal entertainment tak lebih seperti gedung pencakar langit pada umumnya, hanya saja begitu masuk ke dalam terlihat suasana yang berbeda. Gedung itu terlihat begitu megah nanti indah, Angel dan Mingyu mengantri untuk bisa naik ke lantai tiga. Yang merupakan tempat berlangsungnya acara, dekorasinya terlihat elegan. Poster Lee bo ram lebih mendominasi tempat itu, dan suasananya memang terasa seperti semua hal hari ini adalah tentang Lee.
Acara ternyata tengah berlangsung, segerombolan wartawan dan fans mulai menyerbu Lee bo ram saat wanita itu keluar dari ruangan khusus dan berdiri sambil memegang Wiski. Angel mulai memperhatikan sekeliling, ia berusaha mencari celah untuk membunuh sangat CEO. Angel mulai menganalisis, ia menggunakan smartphone andalannya untuk mengidentifikasi letak kamera pengawas. Ia juga berusaha untuk menghindari kamera wartawan, namun ternyata kali ini lebih sulit. Karena pengawasan yang sangat ketat.
“ Lee bo ram.. . Lee bo ram.. . “ teriakan para fans yang mulai menggila.
“ Oh.. Maaf. “ seorang pria ber jas hitam tak sengaja menabraknya.
“ hey gamja, maafkan aku tempatnya sangat sesak. Sulit untuk menyelinap sekedar melihat Lee, ku harap kau tidak kecewa. “
“ Ah tidak masalah, mungkin aku bisa bertemu dengannya lain waktu. “
“ Yah.. Kuharap.. . “
Dwarrrr. . ..
Terdengar suara ledakan dari arah samping kanan, sontak semua orang panik dan berlari berhamburan menuju pintu keluar. Angel melihat kesempatan bagus untuk menembak tanpa ketahuan, ia segera mungkin mengambil pistol yang diselipkan di selangkangan nya.
‘ sial.. . . “
Ternyata Angel lupa membawa pistolnya, mata angel tanpa sengaja melihat kerumunan tampak seorang pria ber setelan jas hendak menembak ke arah Lee. Dengan sigap ia memeluk Lee membuat mereka berdua tersungkur ke lantai.
“ Apa kau baik-baik saja?. “
__ADS_1
“ Yah.. , sepertinya begitu. “ ujar Lee, beberapa petugas mulai membantu Lee berdiri dan membawa nya menuju ke tempat yang aman.
Angel kembali siaga, ia melihat kearah kerumunan. Ia berusaha menghentikan pria tersebut, ditengah kerumunan Angel berulang kali memukuli pria dihadapan nya. Pria itu sempat melawan namun dengan sigap Angel menghindar, Angel melompat. Duduk di pundak pria tersebut, memutar kaki dan badan dengan cepat, dan menjatuhkan pria itu dengan sekali sentakan. Angel mengambil pistol pria itu dan melihat sekeliling.
‘ semua aman, tidak ada kamera wartawan, CCTV-nya juga tidak mengarah kesini. Tidak ada yang melihat. ‘
Angel mencari sang target namun tidak ketemu.
‘ sial. ‘
Ia melihat ke arah lift ternyata pria itu hendak menaiki lift, Angel menarik taplak meja menutupi seluruh tubuhnya mencari sudut yang tepat dan.. .
Dorrrr.. . .
Satu tembakan tepat di bagian kepala.
Suara teriakan histeris kian terdengar, tampak semua orang yang berdesakan menuju tangga darurat. Angel mencari sudut yang tak terlihat CCTV, melepas taplak meja dan memasukan pistol ke dalam tas nya. Dan berpura pura panik dengan bersembunyi di bawah meja.
“ Gamja.. . Gamja.. . Kau dimana?. “
Tampak Mingyu sedang berjalan melawan arah sambil berulang kali memanggil Angel, matanya menangkap ke arah kolong meja. Seorang gadis tengah meringkuk di sana.
“ Gamja, kau tidak apa-apa?. Ayo kita keluar. “
Angel kaget melihat Mingyu yang ternyata berbalik arah mencarinya, ia pun mengekor Mingyu menuju tangga darurat dan segera pergi ke tempat yang aman. Ketika sampai dilantai bawah, lift pun baru terbuka. Tampak seorang pria dengan lubang mengaga tepat di dahi dengan darah berceceran dimana-mana, beberapa staf yang ikut menaiki lift juga tampak syok dengan apa yang mereka lihat.
Sementara itu, Angel dan Mingyu tampak berjalan setengah berlari menuju stasiun Samseong. Di dalam kereta Mingyu terus mendekap Angel yang tampak ketakutan, tentu saja itu tidak benar. Angel hanya berpura-pura, ia berpura-pura merasa takut.
Pagi harinya Mingyu melihat ke arah ranjang, ia tidak melihat siapa pun di atas sana hanya ada sepucuk surat yang berbunyi.
“ *Maaf aku harus pergi, aku menelpon orang tuaku mengenai kejadian semalam dan mereka menjemputku pagi pagi sekali, Jadi aku langsung berangkat menuju London, sewa kamar sudah ku lunasi. Kau masih bisa menginap dua hari lagi. Dan ada sejumlah uang untukmu pulang ke busan, kau bisa mengembalikannya nanti begitu kita bertemu
Salam hangat
Park Min-hye “
Mingyu tersenyum kecut membaca surat itu. “ Min-hye, sampai ketemu lagi aku menyukai mu*.'
__ADS_1