
Banyak yang beranggapan bahwa mimpi adalah bunga tidur, tapi bagi sebagian orang mimpi bisa jadi adalah ingatan dimasa lampau yang terkubur dalam dan berusaha naik kepermukaan ketika orang yang bersangkutan tengah terlelap.
“Argghhhhh.”
Angel terbangun dari tidur panjangnya, keringat mengucur deras, detak jantung tak karuan dan nafas yang tersengal-sengal. Arnold langsung terbangun begitu mendengar teriakan Angel, begitu pula dengan Harris yang melompat kaget dan Watson yang langsung berlari turun guna melihat kondisi pasien yang berteriak histeris. Angel menatap sekeliling dengan teliti berharap dapat memahami kondisi yang sedang terjadi, tanpa sadar Angel menangis histeris.
“Tenanglah sayang, tarik nafas... Lalu buang.” Ujar Arnold sambil memeluk Angel.
Semua orang diruangan merasa bingung dibuatnya, dan Arnold memberikan instruksi agar mereka tetap bersikap biasa saja. Tak lama kemudian tangisan Angel terhenti, mata Angel membuka dengan cepat dan ia melepaskan pelukan Arnold membuat situasi semakin membingungkan.
“Apa yang terjadi?.” Tanya Angel dengan nada datar seperti biasa.
Semua orang yang semula diam dan bingung saling menatap beberapa saat, keheningan pun pecah oleh gelak tawa dari Harris dan Watson. Arnold berusaha menahan tawanya, sekarang giliran Angel yang merasa kebingungan.
“Baiklah kurasa sudah cukup tertawanya, mari nona kita periksa kondisimu.” Ujar Watson sambil mendekat dan menempelkan stetoskop pada dada Angel.
“Kita periksa bagian mata, sekarang buka mulutmu. Well, kondisinya baik kurasa efek obatnya sudah hilang. Bagaimana perasaanmu nona?.”
Angel hanya memberi tatapan penuh tanya, Watson mengabaikan hal itu dan ia berbalik bertanya kepada Arnold.
“Kau lihat tuan, gadismu baik-baik saja. Ia tidak mengalami sakit yang serius, tapi untuk memastikannya aku akan mengadakan beberapa tes lagi setelah sarapan.”
“Baiklah, kau dokter gadungan yang hebat.”
Ucapan Arnold membuat Watson tersentak kaget, Harris tidak ingin terjadi hal yang buruk jadi ia langsung mengalihkan perhatian.
“Watson, bagaimana kalau aku membantumu membuat sarapan dan aku bisa membuatkan bubur untuk pasienku.”
Watson terpaku cukup lama, Harris mulai merasa tidak enak.
“Baiklah, ikut aku kedapur.”
Harris menarik nafas lega, ia berhasil menggagalkan perang dunia kelima yang mungkin akan terjadi ditempat itu. Harris paham betul jika Watson tak suka disebut sebagai dokter gadungan, Watson berpikir jika ia sudah paham semua hal dibidang kesehatan lantas untuk apa sebuah sertifikat, karena baginya semua orang bisa menjadi dokter asal mereka mau belajar dan memiliki niat untuk menyembuhkan orang lain. Bukan sebuah alasan yang masuk akal, tapi bukan pula sebuah alasan yang dapat disalahkan.
Arnold memandangi Angel, membuat wajah Angel memerah karena gugup.
“Bagaimana kau bisa menjadi seperti ini?, Jelaskan yang terjadi.”
“Aku tidak ingat.”
Arnold diam, kemudian tersenyum dan pamit untuk menyiapkan sarapan.
“Well, tetaplah disini akan kuambilkan sarapan.”
Arnold berjalan menuju dapur, dia melihat Watson dan Harris yang dengan kompak menyiapkan sarapan. Arnold tersenyum jahil, pikiran aneh bermain diotaknya. Sebenarnya semuanya terlihat cukup berantakan, Watson memberi arahan kepada Harris, tapi Harris malah mengacaukan masakannya dan membuat bubur gosong.
“Kalian terlihat seperti sepasang kekasih.” Arnold menarik kursi dan duduk sambil mengambil sebuah apel dari atas meja.
Menyadari bahwa Arnold sedang menggoda mereka, Harris mundur dan menjaga jarak dari Watson sementara Watson menatap dengan bingung.
“Piyama yang bagus Dokter.”
__ADS_1
“What?.” Watson menundukkan kepalanya untuk memastikan pakaian yang ia pakai, ternyata ia baru sadar bahwa ia sedang memakai piyama bergambar Spongebob.
“Astaga aku lupa berganti pakaian, Harris jangan merusak sausnya dan jangan buat buburnya gosong.”
Watson berlari menuju lantai atas dengan wajah merah karena malu, Arnold tertawa geli sementara Harris masih sibuk dengan saus spaghetti dan bubur. Arnold melihat laptopnya yang tergeletak diatas meja makan, ia pun membuka dan memainkannya.
“Hey, apa yang kau lakukan?.” Harris berteriak.
“ Ini laptop milikku, apa aku harus izin padamu?.”
Harris tersenyum kecut. “Benar juga, baiklah lanjutkan tapi jangan kacaukan datanya. Aku sedang mengerjakan sesuatu disana.”
Arnold mengotak-atik laptop, tapi rasa penasaran dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Harris membuatnya membuka file Harris tanpa izin. Raut wajah Arnold seketika berubah menjadi pucat pasi begitu melihat data yang sedang dikerjakan oleh Harris, ia membuka lagi jauh lebih jauh lagi. Semakin jauh ia mencari tahu semakin ia terkejut, Arnold terlalu fokus menatap laptop hingga mengabaikan Harris yang sedari tadi memanggilnya.
“Tuan Arnold!!!.”
“Ya.”. Arnold mengangkat kepala dengan ekspresi kaget.
“Buburnya sudah siap anda boleh mengantarkannya untuk gadismu, dan spaghettinya juga anda boleh mengambil sesukanya.” Harris berjalan mendekati Arnold, dengan cepat Arnold Mengganti file yang ia buka.
“Apa yang anda kerjakan hingga tidak mendengar suaraku?.”
“Ini, proyek milikku. Kau tidak membukanya bukan?.” Arnold memasang ekspresi seolah sedang curiga.
Harris menggeleng, ia menaruh nampan berisi bubur dan air diatas meja.
“Well.” Arnold menutup laptop. “Tak kusangka kau pandai memasak, oh ya kau tidak perlu kaku begitu mengobrol lah dengan lebih santai. Kau tahu aku sedikit terganggu dengan bicaramu yang terlalu formal.”
“Mau kusuapi?.”
“Tidak perlu, aku tidak lapar.”
“Jangan begitu, kau harus makan. Melihat kondisimu sepertinya kau sudah tidak makan berhari-hari.”
Angel berusaha menolak namun Arnold terus memaksanya, Angel membuka mulut dan menerima suapan dari Arnold. Sejujurnya Angel merasa gugup, ia tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu, saat Arnold hendak memberi suapan ketiga Angel menghentikannya.
“Biarkan aku makan sendiri, anda sendiri belum sarapan sebaiknya anda juga makan.”
“Well.” Arnold memberikan mangkuknya kepada Angel, dan pergi menuju dapur.
Angel makan dengan lahap, ia kelaparan namun malu untuk mengungkapkannya. Dapur milik Watson terlihat sangat minimalis, meja makannya tidak terlalu besar hanya cukup untuk empat orang, perabotan tertata rapi dan kulkas penuh dengan banyak makanan serta minuman tidak terlihat seperti dapur rumah pria bujangan pada umumnya. Watson baru saja mengambil spaghetti dan menaruhnya dimeja, dengan sigap Arnold menarik dan memakannya.
“Hey itu milikku.”
“Apa begini caramu memperlakukan tamu?, Kau ambil saja lagi dan ini untukku.”
Watson mendengus kesal, ia mengomel tidak karuan Harris melihat pemandangan itu dengan senyum kecil.
“Watson, bagaimana?.” Tanya Harris.
“Sudah kudapatkan datanya, kau sendiri sudah menemukan sesuatu.” Watson duduk dan mulai makan.
__ADS_1
“Hampir, ayo beritahu kami.”
Arnold tidak mengerti apa yang dibicarakan jadi ia hanya diam dan menyimak.
“Arnold, sepertinya gadismu itu punya riwayat penyakit yang serius.” Untuk pertama kalinya seseorang selain keluarga dan teman memanggil Arnold dengan nama depan tanpa embel-embel tuan.
Arnold hampir tersedak, ia mengambil air milik Harris dan langsung meneguknya habis. “Apa Maksudmu?.”
“Aku meminta temanku yang bekerja dirumah sakit tempat gadismu dirawat, berdasarkan data ia mengidap alergi akut terhadap suhu dingin dan mengalami koma selama beberapa hari. Tapi berdasarkan sudut pandang ku, gadismu seharusnya sudah sadar keesokan harinya. Itu sebabnya melihat kondisinya semalam, aku cukup kaget. Ternyata ia diberi obat bius secara terus-menerus dengan dosis yang cukup tinggi membuat ia tak sadar selama beberapa waktu.” Watson menjelaskan dengan cepat, setelah itu ia kembali menyantap makanan.
“Masalahnya tuanku, aku sedang mencari tahu siapa yang melakukan semuanya. Dan sampai sekarang aku tidak mendapatkan hasil apapun, seolah semua bukti rekaman Cctv telah di hapus.” Sambung Harris.
Arnold tertegun beberapa saat, ia masih tidak mengerti maksud dan tujuan mereka menjelaskan hal itu.
“Arnold, aku adalah teman baik David. Dia sudah menjelaskan kondisimu padaku, juga tentang Matthew. Dan misteri menghilangkannya Mike, aku tahu semuanya kami tidak akan membiarkan iblis itu menang.”
Arnold menatap Watson dengan mata berkaca-kaca ia mulai melihat Watson sebagai sosok yang amat ia kenal.
“Kami?, Peter Watson. Kaukah itu?.”
Watson tersenyum lembut. “Ternyata kau tidak berubah ya adik kecil.”
“Astaga.” Arnold dan Watson berdiri dan mereka saling berpelukan.
“Lama tidak bertemu ya, ternyata kau sudah tidak mengenali kakakmu.”
Arnold tersenyum. “Ya kau benar, aku nyaris melupakanmu.”
Arnold dan Watson mulai mengenang masa-masa mereka sambil melanjutkan sarapan, Harris yang sudah lebih dulu menyelesaikan sarapan kembali berkutat dengan laptop. Watson menyelesaikan sarapan dan pergi keruangan Angel untuk menyiapkan obat meninggalkan Arnold dan Harris di dapur.
“Harris, boleh aku bertanya?.”
“Ya tentu, ada apa?.” Ujar Harris dengan enggan
“Tanpa sengaja aku membuka file milikmu dan aku melihat sesuatu yang familiar, kasus pembunuhan Mattew dan penculikan Mike juga beberapa bukti mengenai keterlibatan beberapa orang dalam pembelotan yang terjadi di organisasi Dark river. Siapa yang memintamu menyelidiki hal ini?.”
Harris terkejut, ia mengangkat kepala dan menatap Arnold dengan tatapan marah. “Kau membuka fileku tanpa izin.” Kemudian kembali menatap layar laptop.
Arnold berusaha menjelaskan, namun pembicaraan terhenti karena Harris mendapatkan sesuatu.
“Bukan hal yang tepat untuk membicarakan hal itu, ini lihat.” Harris memutar laptop dan menunjukkan sesuatu kepada Arnold.
“Apa itu?.”
“Seseorang tengah melacak keberadaan gadismu, sebaiknya cepat lakukan operasi pelepasan chip dari tubuhnya jika kau ingin dia tetap disampingmu.”
Arnold segera menghampiri Watson dan Angel, tampak Watson tengah meminum beberapa obat dari Watson, mereka kaget dan menoleh secara bersamaan kearah Arnold.
"Watson, kumohon segera lakukan operasi kepada Angel."
"Apa?.". Watson dan Angel tersentak kaget secara bersamaan.
__ADS_1
"Lakukan saja cepat, kita sudah tidak punya waktu." Tegas Arnold.