
Smith tengah duduk sambil menyesap sampanye Dan menghisap sebatang rokok sambil menunggu kabar dari para bawahannya.
“Tuan, mereka berhasil kabur kami menemukan mobil mereka terparkir di sebuah gang sempit.”
Wushhh...
Smith menghembuskan asap rokok keudara. “Ada yang kalian temukan?.”
“Ada, ini tuan.” Ujar bawahan Smith sambil menyerahkan sebuah laptop dengan logo mawar hitam.
“Heh, kerja bagus. Aku mengenal siapa pemilik laptop ini, Jakie tunjukan fotonya.”
Pria itu langsung menurut begitu namanya di panggil, dan menunjukkan foto pemilik benda tersebut.
“Cari dan tangkap pria ini, jika firasatku benar maka gadis itu juga bersamanya. Dan pastikan kalian membawa mereka kemari dalam keadaan hidup, sekarang pergilah.” Perintah Smith, dengan senyum penuh kemenangan tersungging di bibirnya.
Ricard mengetuk-ngetuk meja dengan cukup kuat, ia melacak keberadaan Angel dari smartphone akan tetapi sinyal GPS nya terus terganggu.
“Sial.”
Drrttt...
Sebuah panggilan telepon masuk.
“Halo,....... Baiklah, apa kau sudah mengurusnya...... Kerja bagus bagaimana dengan ayah?.... Aku kehilangan dia....., Tidak tetaplah disana jaga ayah dengan baik..bye.”
Candy yang melihat dari kejauhan datang menghampiri.
“Ini burger mu.” Ujar Candy sambil menaruh nampan berisi burger dan cola.
Candy makan dengan lahap, ia memang sangat kelaparan karena sejak insiden kemarin perutnya belum diisi makanan.
“Ada apa?.” Candy menaruh potongan burger yang masih tersisa.
“Rose, aku sudah melacaknya menggunakan smartphone tapi lokasinya terus berpindah tanpa kendali.”
“Bisa jadi gadis itu sudah sadar dan memang tengah berjalan keluar.” Hibur Candy seraya meneguk cola.
“Tidak, ada sesuatu yang tidak beres. Sial!! laptopku tertinggal dimobil, kita harus mengambilnya.”
“Dan hampir terbunuh lagi, kau sudah gila!.”
Ricard hanya diam dan mulai mengunyah burger, Candy menatapnya dan beralih pandangan dengan penuh rasa muak. Hiruk pikuk orang yang berlalu lalang, juga beberapa orang tengah mengobrol dengan asyik terasa bagaikan ribuan tawon ditelinga Ricard. Ia sangat benci keramaian, itu sebabnya ia lebih memilih bekerja sebagai ahli komputer. Jam menunjukkan hampir saatnya makan siang dan suasananya kian ramai, Ricard meminum cola sambil sesekali mengetuk-ngetuk meja dan melihat smartphone namun hal diluar dugaan terjadi, suasana yang kian bising membuat Ricard bangkit dan berteriak seperti orang sinting.
“Diamlah!!!!!.” Semua orang terdiam dan menoleh kearah nya, Candy ikut kaget mendengar temannya berteriak.
“Apa yang kau lakukan?.” Bisik Candy.
Ricard menyadari kebodohannya dan memilih pergi dari restoran, Candy berdiri dan meminta maaf kepada semua orang yang ada. Beberapa ada yang menatap sinis dan lainnya menatap iba, Candy pun pergi menyusul Ricard.
“Kau gila?, Jangan menarik perhatian orang lain. Bisa saja salah satu dari mereka berada di sana.”
Dorrr....
Prankkk...
Sebuah tembakan dari arah belakang mengenai kaca mobil yang terparkir di samping Candy, ia menoleh untuk memastikan siapa yang mengeluarkan tembakan.
“Sial itu mereka, ayo lari.”
Dorrr
Dorrr
Dorrr
Beberapa tembakan berhasil dihindari, Candy dan Ricard berlari menuju kerumunan guna menyelamatkan diri mereka menabrak beberapa pejalan kaki. Seseorang terus menghujani mereka peluru dari arah belakang.
“Lewat sini.”
Mereka memasuki pusat perbelanjaan menaiki eskalator dengan cepat, beberapa orang mulai muncul dan ikut mengejar mereka. Dengan sigap Ricard menarik Candy memasuki salah satu swalayan dan bersembunyi dibalik rak besar berisi berbagai macam jenis makanan.
__ADS_1
“Apa kita aman?, Kemana perginya mereka?.”
“Sttt, jangan berisik.”
Ricard mengintip dari balik rak na'as seseorang melihat keberadaan mereka.
Dorrr
Dorrr
Dorr
Semua peluru meleset dan hanya merusak beberapa barang yang ada, pria itu berjalan mendekat sambil menenteng senjata. Ricard memberi arahan untuk berjalan mundur.
Bukkk..
Candy menabrak seseorang.
“Ya tuhan.”
“Senjatanya.” Teriak Ricard.
Candy menendang senjatanya kebelakang dan menendang tepat dikejantanan pria tersebut. Ricard memimpin didepan dan berjalan perlahan, terdengar suara pengunjung panik dan lari tunggang langgang begitu mendengar suara tembakan memberikan peluang bagi mereka untuk kabur. Ricard mengamati sekeliling dengan hati-hati ia melihat seorang yang mengejar mereka dari belakang
Dorrr...
Tembakan tepat di kepala bagian belakang.
Mereka terus berjalan dengan hati-hati dan ikut menyelinap ke kerumunan, seseorang melihat mereka berdua namun karena banyaknya orang yang berlari menuju pintu keluar ia tidak bisa mengejarnya. Mereka berlari sangat jauh begitu melihat gereja mereka langsung menuju gerbang dan masuk kedalam.
“Kita akan aman disini untuk beberapa waktu.” Ujar Ricard sambil mengatur napas.
Candy hanya diam dan terus mengatur nafas, mereka kemudian duduk dibarisan paling depan seraya berpura-pura berdoa.
Dilain tempat, Watson berhasil mengoperasi Angel. Ia mengeluarkan chip yang tertanam ditubuh Angel dengan sangat hati-hati, Arnold bernafas lega sedang Harris tetap fokus pada layar laptop. Kini lengan Angel dibalut rapi dengan kain, meski terasa menyakitkan tapi Angel berusaha menahannya.
“Jadi mau diapakan chip ini?.” Tanya Watson.
“Tunggu, aku punya ide. Berikan padaku.” Harris mengambil paksa chip yang hendak ditaruh Watson diatas meja.
“Apa yang kau rencanakan?.”
“Rahasia.”
Setelah memastikan keadaan Angel baik-baik saja, Arnold mengajak Angel untuk kembali ke California yang langsung ditolak tegas oleh Angel.
“Tidak, kalian harus menyelamatkan temanku.”
“Siapa?.” Tanya Arnold.
“James, berkat dia aku masih bisa hidup. Sekarang ia sedang dalam bahaya, Smith menangkap dan menahannya di suatu tempat.”
“Tunggu dulu, kau mengenal Smith?.” Watson bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“Ya, dia yang membawaku kemari. Ke London.”
“Astaga, tak kusangka pria ini masih hidup.”
“memangnya kenapa kalau dia hidup?.” Tanya Harris.
“Kau tidak mengenalnya?.” Kini Watson berpaling menatap Arnold. “Jangan katakan kalau kau juga tidak mengenalnya.”
Arnold menatap penuh arti. “Tidak.”
“Bodoh, dia adalah pemimpin pengganti Death knell setelah Jonathan dikabarkan tewas. Kalian pasti mati jika berani berurusan dengan dia.”
“Apa dia sehebat itu?.” Tanya Smith dengan ragu.
“Jika diasia Yakuza yang paling ditakuti, maka bisa dibilang Death knell adalah Yakuza nya wilayah Amerika dan Inggris.” Jelas Watson.
“Begitu ya, artinya tidak ada keuntungan yang diperoleh jika berurusan dengan pria ini. Okay, kita kembali ke California sayang Jessica sudah menunggu.”
__ADS_1
“Tidak!!, Aku tidak mau. Selamatkan James baru aku ikut denganmu.” Tungkas Angel.
“Cih..., dasar keras kepala.” Arnold mendekat dan menatap mata hitam Angel, ia melihat kilatan cahaya disana. Bukan kilatan tapi kumpulan air mata yang tertahan.
“Well, tidak ada buruknya menolong orang lain.”
Angel tersenyum manis mendengar keputusan Arnold.
“Kau gila, pokoknya aku tidak mau terlibat.” Ujar Harris.
“Tidak masalah, kau memantau saja dari luar. Watson bagaimana denganmu?.”
“Aku tidak bisa membiarkan adikku dalam bahaya jadi, aku ikut.”
Arnold tersenyum puas, kemalangan yang menimpa membuatnya bertemu orang-orang setia yang sangat ia sayangi. Sekarang ia baru menyadari bahwa, meski memiliki kekuasaan dan anak buah yang banyak tidak dapat menjamin kalau mereka akan setia. Namun sahabat dan keluarga, mereka adalah harta berharga yang akan selalu setia menemanimu dalam kondisi apapun.
“Tapi masalahnya, dimana temanmu disekap?,.” Harris melirik wajah Angel
Angel menoleh membuat mata mereka bertemu dan Harris menjadi gugup, ia dengan cepat mengalihkan pandangan
“Aku tidak tahu.”
“Harris, kau adalah hacker yang baik. Cari tahu tentang Watson sekarang, dimana ia tinggal dan....”
“Tidak perlu.” Sela Watson. “Aku tahu semuanya.”
“Kerja bagus, It's show time.”
“Aku ikut.” Teriak Angel.
“Tidak boleh, kondisimu belum stabil dan lengan kirimu baru saja aku jahit kau tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat membahayakan nyawa.” Jelas Watson.
Angel mengerutkan dahi dan menatap Arnold dengan tatapan ‘tolong ajak aku'. Arnold balik menatap dengan tajam.
“Watson benar, kau hanya akan menyusahkan kami. Sebaiknya kau tetap dirumah.”
“Bagaimana kalau mereka menemukan aku disini, bukankah itu juga berbahaya?.”
“Gadismu benar, seseorang terus mengakses GPSnya. Bisa jadi dia juga sudah mendapatkan lokasi ini.” Harris sadar bahwa yang ia katakan salah hanya dari tatapan Arnold, kemudian Harris menunduk.
“Well, kau boleh ikut tapi hanya menunggu dimobil dan jangan lakukan hal-hal gila.” Arnold mendengus kan nafas, Watson menatap dengan tidak percaya.
Mereka keluar dari rumah menuju mobil yang terparkir di depan, Arnold menekan kunci mobil hingga terdengar suara bib. Namun Watson menghentikan mereka.
“Tunggu, kita tidak bisa pergi dengan mobil jelek seperti ini.”
“Apa maksudmu?.” Bentak Arnold
“Ini yang kalian butuhkan.”
Watson menekan tombol dari remote yang disimpan di kantongnya, dinding dibelakang mobil Arnold mulai bergetar dan bergeser memperlihatkan sebuah garasi megah dengan mobil mewah dan beragam senjata api.
“Tuan dokter kau tak pernah memberitahukan hal ini kepadaku, ini luar biasa.” Harris tercengang dan berjalan masuk ke garasi.
Arnold dan Angel tak menunjukkan ketertarikan yang berarti, sebab mereka sering melihat hal-hal seperti itu. Mereka berjalan masuk dan Watson menutup pintu garasi.
“Kita tidak ingin ketahuan bukan, mari kutunjukkan kendaraan kita.”
Sebuah mobil hitam keluaran Audi terlihat sangat mewah dan mengkilap, Harris tercengang sementara Angel dan Arnold bersikap biasa saja.
“ini adalah mobil jenis Audi A8 L Security , Berondongan peluru dari senapan M14 maupun senapan mesin M60 bisa ditahan oleh bodi mobil ini.” Arnold mendengar dengan enggan.
“Apa mobil ini layak untuk kita pakai.” Cetus Arnold dengan nada mengejek
“ Yah, mobil ini memang layak disebut sebagai mobil anti peluru terbaik di dunia. Ketangguhan bodinya telah terbukti dengan kemampuannya dalam menahan serangan senjata berkekuatan tinggi. Tak hanya itu, mobil ini juga menjanjikan kenyamanan dengan hadirnya interior sangat mewah yang selama ini menjadi ciri khas mobil audi.” Watson mulai memperlihatkan bagian interior mobil.
“ Kemudian untuk jantung pacunya, Audi A8 L Security ditenagai mesin 4.0 TFSI biturbo V-8 yang mampu memproduksi tenaga sebesar 435 Horspower serta torsi 442.5 LB-FT. Mesin tersebut juga membuat Audi A8 L Security mampu melaju sangat cepat dengan top-speed mencapai 209 km/jam.” Lanjut Watson.
Arnold menguap pertanda bosan, Watson tak menyukai sikap Arnold jadi ia memilih untuk mengabaikannya. Watson memberikan kunci kepada Arnold dan membiarkan ia mengemudi, Watson duduk disamping Arnold sementara Harris dan Angel duduk dibelakang.
“Semuanya sudah siap, kita berangkat.”
__ADS_1
Arnold menyalakan mesin dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi keluar dari gang sempit dari arah berlawanan dari tempat ia memakirkan mobil sebelumnya.