B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Empat puluh Delapan


__ADS_3

Sesampainya di rumah Watson, James segera dibaringkan keranjang. Watson merasa membutuhkan bantuan jadi ia bertanya kepada orang yang berada disekitarnya.


“Apa ada yang pernah bekuliah kedokteran disini?, Aku butuh bantuan dalam mengurus pria ini.”


“Saya pernah, eh. Maksudnya saya cukup terlatih dibidang kedokteran.” Angel segera mengajukan diri.


Awalnya Watson menatap dengan ragu, namun tak ada pilihan lain. Mereka mulai dengan membuka perban, membersihkan luka dan menjahitnya. Harris merasa mual melihat pemandangan tersebut, jadi ia memutuskan untuk menunggu didapur. Butuh waktu setidaknya dua jam untuk memastikan semua luka dijahit dengan sempurna, Arnold takjub melihat kemampuan Angel. Tidak hanya pandai membuat luka, gadis itu juga pandai mengobati luka. Watson menghabiskan setidaknya dua kantung darah, dan tiga botol infus guna menstabilkan kondisi James tak lupa pula ia dipasangi selang oksigen.


“Lukanya sangat parah, tapi ia pria hebat mampu menahan semuanya dan masih tetap hidup meski kehilangan banyak darah. Hal yang cukup mencengangkan adalah, tidak ada luka pada bagian organ dalam. Dia hanya di sayat dan dilukai dari luar cukup menarik.” Jelas Watson.


“Tidak ada yang membutuhkan penjelasanmu, nah Rose. Mari kita pulang, seseorang telah menunggumu.” Ujar Watson.


“Kalian akan pergi.” Harris tiba-tiba muncul dari balik pintu.


“Yah, rumah kami bukan disini. Kami harus pulang ke California, tapi Watson apa tidak masalah kalau James tinggal disini?.”


“Tidak bisakah dia ikut?.” Sela Angel. “Maksudku, dia membutuhkan aku. Jadi......”


“Sejak kapan kau jadi seperti ini sayangku, Jika kita menunggunya butuh waktu yang cukup lama. Sementara California membutuhkan bantuanmu.”


Angel diam, wajahnya memerah karena malu. Arnold benar, ia tidak pernah menunjukkan perasaannya dan untuk pertama kalinya ia menunjukkan rasa simpati kepada seseorang. Setelah berfikir panjang Angel pun setuju, meski rasa sedih berkecamuk karena ia harus meninggalkan James dalam kondisi kritis. Arnold merasa ada perubahan besar yang terjadi pada gadisnya, ia tidak tahu apakah itu sesuatu yang baik atau justru sebaliknya.


suasana terasa canggung, namun Harris berusaha mencairkan suasana.


"Tidak masalah, ada aku dan Dokter Watson disini. kami akan menjaganya untukmu."


Angel tersenyum ramah, ia berjalan mendekat dan memeluk Harris erat.


"Terima kasih, aku titipkan ia padamu. jaga pria ini baik-baik."


Arnold merasa cemburu, dan Watson menyadari hal itu. ia hanya tersenyum melihat tingkah laku Arnold yang mulai aneh belakangan ini, dan kini Watson sadar adik kecilnya sudah dewasa dan kini ia sedang jatuh cinta.

__ADS_1


Dilain tempat dan waktu,


Ricard dan Candy berjalan memasuki sebuah kamar didalam gereja, kamar tersebut adalah tempat dimana biasanya Para suster beristirahat. Didalam kamar terdapat sebuah kotak makeup besar lengkap, dan beberapa pakaian ganti diatas kasur, juga terdapat tas koper serta dompet berisi uang, paspor, juga tanda pengenal.


“Waw, ini luar biasa.” Ujar Candy takjub.


“Ini foto paspor kita, Pastikan kau mengubah kita menjadi seperti ini.”


“Kalau begitu saya permisi dulu, kalian bisa keluar dari pintu yang disebelah sana itu akan mengarah langsung ke taman.” Sang suster menutup pintu dan menguncinya dari luar.


Candy mulai melakukan keahlian nya, ia menyapukan satu persatu makeup dengan teliti, membuat goresan sedetail dan senyata mungkin. Candy merasa senang, akhirnya ia bisa melakukan apa yang ia sukai dan sejenak mengalihkan pikirannya dari pembunuhan sadis yang ia lakukan. Saat Candy menghias bagian mata Ricard tanpa sadar mata mereka bertemu, Ricard menyentuh pipinya dan mengelus bibir Candy perlahan lalu mereka bertukar ciuman.


“Candy..., Candy... Hey apa yang kau pikirkan kita sudah tidak punya banyak waktu.” Suara Ricard menyadarkan Candy.


‘Sial ternyata aku berkhayal.’ Batin Candy, dan ia melanjutkan pekerjaannya.


Drrrrttttt..


“Ya....., Baik tuan.” Candy mematikan telepon


“Ricard, kurasa aku ikut denganmu ke California.”


Ricard terkejut, hal yang tak ia sangka sebelumnya. Tapi entah mengapa ia merasa senang karena Candy akan menemani perjalanannya kali ini.


"Apa yang terjadi?."


"Seseorang meneleponku dan melihat Angel di bandara dalam perjalanan menuju California."


"Kau serius, syukurlah akan lebih mudah menangkapnya di tempat ia berasal."


"Ya, dan sebaiknya kita cepat kalau tidak mau ketinggalan pesawat."

__ADS_1


Sebuah kabar baik yang membuat Ricard cukup bahagia, kini gadisnya kembali ke California dengan sendirinya. Tapi terasa ada sesuatu yang janggal, bagaimana bisa ia pulang sendiri.


"Candy, apa ia sedang bersama seseorang disana?."


"Sepertinya begitu, ia sedang bersama seorang pria. Mereka naik penerbangan khusus."


'Sial!!, siapa lagi pria itu.' Batin Ricard.


Candy mengamati raut wajah Ricard yang mulai mengerut, ia meminta Ricard untuk tidak membuat ekspresi apapun agar riasannya bisa selesai dengan cepat. Ricard hanya mengangguk dan berusaha untuk tenang.


"Tapi, ada satu tempat yang harus kita datangi sebelum pergi."


"Waktu kita tidak banyak, kau mau kemana?."


"Nanti kau juga tahu, aku akan meminta Anak buah ku untuk menyiapkan pesawat jet agar kita bisa sampai lebih dulu."


Sementara itu diwaktu yang hampir bersamaan ,


Arnold dan Angel sudah tiba di bandara, Arnold sudah mempersiapkan sebuah penerbangan khusus menuju California hanya untuk mereka berdua guna menjaga agar semuanya tetap aman. Arnold sudah hampir kehilangan Angel, sekarang ia tidak ingin kehilangannya lagi. Sebelum lepas landas Arnold menelepon seseorang terlebih dahulu.


“Halo, siapkan pesta penyambutan untuk Angel. Kami akan segera pulang ke California.”


Arnold melirik ke arah Angel yang sedang memandangi pemandangan dari jendela. “Bersiaplah, kita hampir lepas landas.”


Angel tersenyum simpul, sebuah senyuman yang tidak pernah ia perlihatkan sebelumnya. Arnold menceritakan semuanya tentang bagaimana ia menemukan Angel, dan apa saja yang terjadi di California. Angel mendengar dengan seksama, dan mulai menarik kesimpulan.


“Jadi, aku akan mendapatkan tugas baru. Tapi, bagaimana aku bisa mengetahui mana yang penghianat dan mana yang tidak.”


“Kurasa kau lebih memahami hal itu daripada aku.”


Angel mengangguk, kini ia punya kesempatan untuk membalaskan dendam kematian orang tua dan adiknya. Karena yang menyerang Dark river sama dengan yang menghancurkan kehidupannya. Pesawat mulai lepas landas, tanpa sadar sepanjang perjalanan Arnold menggenggam tangan Angel. Perjalanan yang mereka tempuh cukup lama, dan Arnold mulai merasa kelelahan

__ADS_1


kini ia tertidur pulas dipundak Angel. Angel melirik kearah Arnold ia hanya tersenyum, dan membelai lembut rambut Arnold serta menciumi keningnya. Kini hati Angel mulai terasa hangat, seolah semua beban hilang terbang ke udara bersamaan dengan rasa bahagia yang mengalir memenuhi setiap sisi dihatinya.


__ADS_2