
Selena dan Angel bersembunyi di salah satu Bar di pinggiran kota Madrid, ternyata selena telah menyiapkan penyamaran baru untuk dirinya dan Angel. Lengkap dengan paspor dan chip berisi data mengenai target pembunuhan selanjutnya, selama tiga jam lamanya Angel dan Selena berkutat di kamar mandi Bar tersebut. Dan ketika mereka keluar berdua dari satu toilet mereka sempat mendapat tatapan aneh dari pengunjung bar, untung saja tatapan itu tak berlangsung lama.
Mereka pun menaiki taksi dan pergi menuju bandara Adolfo Suárez Barajas yang berada timur laut, sekitar tiga belas kilo meter dari pusat kota Madrid.
“ berapa banyak lagi orang yang harus kubunuh.? “ tanya Angel dengan nada datar.
“ tak banyak, hanya empat orang lagi. “
“ Bisa kuminta semua datanya. “
“ tidak bisa, Tuan Arnold meminta agar kau hanya diberi satu chip begitu selesai bertugas. Dan ini Smartphone mu. “
“ Dimana kau menemukannya?. “
“ Rahasia. “ ujar Selena sambil tersenyum nakal.
Sesampainya di bandara Selena dan Angel memesan tiket yang berbeda, Selena pulang kembali ke San Fransisco sementara Angel menuju Seoul.
“ kita berpisah sampai di sini, maaf aku tak sempat mengubah bentuk alis dan tatanan rambutmu. Pastikan kau membuang wig itu dan pergi ke salon begitu sampai di Seoul, aku punya rekomendasi salon terbaik di sana. “
“ tidak masalah, yang terpenting kita bisa lolos dari kejaran polisi. Sepanjang karier ku sebagai pembunuh bayaran , ini adalah kali pertama polisi mencariku. Beruntung saat ini aku sedang menyamar. “
“ maaf, karena merepotkan mu. “
“ sama sekali tidak, sampaikan salamku pada bos kalian. Aku pastikan kali ini tak akan lama, tidak sampai satu minggu. “
“ Baiklah, sampai jumpa lagi. “
Setelah selena memberikan koper berisi pakaian, dan tas kecil yang berisikan paspor serta sejumlah uang dalam mata uang won, mereka pun berpisah. Pesawat baru lepas landas pukul delapan lewat dua puluh lima menit malam, sementara waktu baru menunjukkan pukul setengah delapan. Angel pun duduk di ruang tunggu, ia memasukkan chip yang ia peroleh dari Selena. Seperti biasa ia harus mempelajari target terlebih dahulu sebelum beraksi, ia memainkan Smartphone khusus melihat dan menganalisis data target dengan teliti.
‘ menarik, kali ini targetnya adalah CEO salah satu Agensi artis di Korea.’
Sepuluh menit lagi Pesawat lepas landas, dengan sedikit terburu-buru Angel menaiki pesawat. Angel naik pesawat langsung dari Madrid menuju Seoul dengan maskapai penerbangan Korean Air, tanpa sengaja ia menjatuhkan paspor yang ternyata dipungut oleh seseorang, Angel memilih kursi di dekat jendela. Ia menengok keluar, salah seseorang mencolek pundaknya.
__ADS_1
“ permisi, ini. “
Merasa ada yang menyentuhnya Angel pun menoleh, seorang pria dengan tinggi seratus tujuh puluh sentimeter, berkulit putih dan bermata sipit, hidung mancung dan rambut ala artis Korea Lee Min Ho. Wajah yang cukup tampan.
“ ah.. Paspor ku Terima kasih banyak. “
“허 ... 너도 한국인이라고 밝혀 heo..neodo hangug-in-ilago balghyeo ( wah.., ternyata kamu orang Korea juga.) “
“네 ... 저는 한국 사람입니다. Ne.. Jeoneun hangug salam-ibnida. ( ya.., saya orang Korea.) “
“아 ... 신에게 감사합니다 aah.. . Sin-ege Gamsahabnida ( ah.. Syukurlah). “ ujar pria tersebut dengan rasa lega
Mereka pun mengobrol dalam bahasa Hangul.
“ soalnya aku kurang pandai dalam bahasa Inggris, itu sebabnya aku merasa lega kalau ada teman seperjalanan orang Korea. “
“ emm” Angel hanya berdeham menanggapi pria di sebelah nya.
“ Siapa namamu?. “
“ Oh., namaku Park Mingyu, aku tinggal di busan kau sendiri siapa namamu?. “
Angel lupa samarannya, jadi ia berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
“ mengapa kau jauh jauh pergi ke madrid?. “
“ Sekedar liburan, aku menghabiskan waktu dua minggu disana. Kau tahu tempat itu hebat mereka punya taman dan Museum yang sangat bagus, juga katedral nya begitu besar dan megah. Aku sangat suka berdoa di sana seharian. Kau sendiri berkunjung ke mana saja saat liburan ke Madrid. “
“ Begitu ya, tidak ada. Aku hanya menghabiskan waktu duduk sambil menyesap kopi di taman. “
“ Wah.. Sayang sekali.., kau harus berkeliling. Lain kali kalau ke madrid pergilah bersamaku kita bisa menghabiskan waktu bersama, kau tahu gaya bahasamu aneh. Ku pikir kau menggunakan dialek tapi sepertinya tidak, apa kau ini benar orang Korea. “
Sebelum lepas landas tampak seorang pramugari memberikan arahan menggunakan bahasa tubuh, seperti menunjukkan letak pintu dan cara menggunakan kantung oksigen. Sesaat perhatian Mingyu terhenti pada pramugari tersebut, namun begitu lepas landas Mingyu kembali berceloteh mulai dari tempat menarik di Madrid, rasa makanan serta hal yang tak ia sukai di Madrid. Angel yang tak terbiasa dengan banyak ocehan mulai merasa risih.
__ADS_1
“ tak bisakah anda berhenti?, sejak tadi anda banyak bicara, tak bisakah anda tetap tenang. “
Mendengar nada suara Angel yang mulai meninggi pria itupun terdiam, suasana hening selama beberapa jam. Angel yang merasa bosan pun kembali memulai pembicaraan
“ maafkan aku, aku hanya tak terbiasa berpergian dengan orang lain. Aku juga tak biasa mengobrol dengan orang lain. “
“ emmm.. “ pria disamping nya tak merespon, angel merasa sedikit kesal.
“ huh.., terserah anda, tapi yang jelas maafkan perkataan saya yang barusan. “
Pria itu tersenyum jahil, dan tak lama kemudian ia tertawa.
“ Tentu, aku memaafkan mu lagi pula aku yang lancang, mendadak bercerita panjang lebar dengan orang yang baru ku kenal di pesawat. “
“ Ya.. Terimakasih. “
“ hahaha.., untuk apa?, oh ya.., logat mu aneh apa kau.. “
“ anda sudah menanyakan nya tadi, baiklah aku mengaku. Sejujurnya sejak kecil aku tinggal di London, aku pergi ke madrid karena urusan pekerjaan. Sekarang aku ingin mengunjungi tempat aku dilahirkan, dan ini pertama kalinya aku pergi ke Korea. Kau puas. “
“ Belum, bagaimana dengan namamu?. “
“ Ah.. Kau ini bikin kesal saja, kalau begitu aku tidak mau bicara dengan anda. “
“ kau formal sekali, jangan panggil anda panggil aku Mingyu. Dan namamu?. “
Angel hanya terdiam saat ditanya siapa namanya, bukannya tidak mau menjawab. Ia hanya bingung karena lupa nama samaran nya sendiri.
“ baiklah.. Kalau begitu aku panggil kau gamja twitir. “
“ Terserah anda. “
Selama perjalanan Park Mingyu banyak menceritakan pengalaman nya, tentang pengalaman masa kecilnya yang lucu dan beberapa kebodohan yang ia lakukan saat SMA. Sesekali Angel tertawa mendengar cerita lucu dari Mingyu. Perjalanan masih panjang, dan Angel mulai merasa lelah awalnya ia tertidur di jendela pesawat. Hingga akhirnya terhempas kesamping tepat di bahu Mingyu, Mingyu yang sedari tadi asyik bercerita kaget melihat kepala Angel yang sudah terusan dari dipundak nya. Karena tak ingin membangunkan Angel ia pun membiarkan nya.
__ADS_1