
Setelah mendapat informasi lengkap dari Jacob, tanpa banyak menunda Arnold dan Louis bergegas pergi menuju kantor DarkRiver dengan perencanaan yang cukup matang
“Kau yakin dengan rencana mu? “ Louis menatap Arnold dengan ragu
“Tentu saja, lagi pula Nelson tidak tahu jika aku sudah mengetahui kebenaran tentang dirinya “ Ujar Arnold percaya diri
Arnold melangkah dengan penuh wibawa dan Louis mengekor di belakang, entah mengapa kantor DarkRiver saat ini terasa sepi dan menegangkan. Tidak ada yang memperhatikan mereka meski ada beberapa karyawan, semuanya tetap fokus pada pekerjaan mereka masing-masing
“Lou tunggu di sini, dan jangan gegabah”
Arnold pergi menuju ruangan tempat Nelson biasa bekerja setelah memastikan semuanya aman Arnold kembali menemui Louis
“Sepertinya Nelson tidak ada di kantor, kita akan langsung menuju ruang bawah tanah tempat Angel di sekap” Arnold memimpin jalan, dia menekan tombol lift yang tersembunyi dibalik poster Pinguin dengan tulisan ‘Have a nice day'
“Waw, ternyata itu fungsi posternya sungguh tidak terduga kukira memang selera kalian yang jelek” Ujar Louis dengan nada mengejek
“Simpan omong kosong itu nanti, kita harus bergegas sebelum Angel terluka”
‘Tempat ini terlalu aneh, aku yakin ada sesuatu yang akan terjadi. Nelson itu licik’ Batin Arnold setelah mengingat kondisi kantor yang longgar tanpa penjagaan ketat
Tinggg...
Tak terasa lift sudah sampai di lantai paling dasar dengan setengah berlari Louis dan Arnold menelusuri lorong dengan ruangan seperti penjara pada sisi kiri dan kanan, tampak beberapa orang di sana dengan tubuh penuh luka sayat bahkan beberapa dari mereka terlihat sudah tidak bernyawa lagi.
‘Tempat yang mengerikan' Batin Louis
Mereka tiba di ujung lorong sesuai dengan instruksi dari Jacob, terdapat sebuah pintu di sana Arnold membuka pintu dan terkejut melihat pemandangan di depannya
Tidak ada tanda keberadaan Angel hanya ada seorang pria dengan posisi tergantung serta tangan dan kaki terikat rantai
“Mana Angel? Dia tidak ada di sini!! Sial kita ditipu!! “ Louis yang kesal menendang kursi yang ada di sana
Arnold memandang lekat pria yang terkurung di sana, tubuhnya berlumuran darah dengan banyak bekas luka sayat yang menganga
“Mike!!!! “ Arnold berteriak sebelum akhirnya mendekati pria itu
“Ya Tuhan!! Apa yang terjadi? “
Melihat kondisi Mike yang mengenaskan membuat Arnold mengendurkan kewaspadaan
Mike mengangkat kepala dengan lemah, dengan segenap tenaga ia berusaha untuk berbicara
“Pergi!!!”
“Tenanglah aku akan menolong mu..”
“Pergi!! Ini jebakan “
__ADS_1
Arnold mengabaikan ucapan Mike, dia hanya fokus mencari cara untuk melepaskan rantai yang membelenggu Mike
“Pergi!!!!! “ Dengan sisa tenaga yang ada Mike berteriak, tak lama berselang asap mulai bertebaran membuat Arnold dan Louis kesulitan bernafas
“Arnold kita harus pergi!!! Tinggalkan dia”
“Tidak!! Aku harus membawanya”
Arnold bersikeras mencoba membuka rantai, mulai dari menembak menggunakan pistol hingga menarik paksa rantai tersebut
“Kumohon Arnold tidak ada waktu!! “ Louis menutup hidung dengan kedua tangan
“Pergilah Lou!! Cari Angel, aku akan mengurus hal ini” Meski sudah berusaha keras apa yang dilakukan Arnold semua sia-sia
Uhukkk
Uhukkk
uhukkk
Semua orang terbatuk-batuk sedangkan Mike pingsan membuat Arnold semakin khawatir
“Mike!!!! Mike!!! Ya Tuhan! “
Louis menarik paksa Arnold yang mulai kehilangan tenaga, namun belum sempat mereka menaiki lift seseorang memukul kepala Arnold dari belakang yang membuat Arnold tersungkur, sayup Arnold mendengar suara seorang pria yang tidak asing sebelum akhirnya ia benar-benar tak sadarkan diri
Seorang pria muncul dari kepulan asap dia adalah Nelson
“Apapun itu demi kebangkitan Blood dan balas dendam” Louis menatap tubuh Arnold yang telungkup dengan luka pada bagian kepala
“Bawa Arnold ke tempat Angel berada, aku ingin mereka berdua bertemu sebelum ajal menjemput” Senyum kemenangan terpatri di wajah Nelson
Kedua pria yang berdiri di belakang Nelson segera menggotong Arnold menaiki lift, meninggalkan Nelson dan Louis yang masih berdiri saling menatap
“Sekarang bagaimana? Apa kau bersedia menjadikan aku sebagai pemimpin Blood”
“Tidak semudah itu, mengingat kau pernah lari dengan membawa map penting milikku “
“Itu hanya map biasa yang berisi kenangan tuan Blood, bukankah map yang asli sudah kau ambil? “ Louis sedikit kesal melihat tingkah pria di hadapannya
“Gadis pintar, sayang sekali tuan Blood tidak memperhatikan kegeniusan dirimu. Ayo ikut aku! “
Nelson mengajak Louis kembali memasuki ruangan yang tadi ia tinggalkan
“Tembak pria itu! “
Tanpa pikir panjang Louis mengambil pistol yang di berikan Nelson
__ADS_1
Dorrrr
Dorrr
Dorrr
Tiga tembakan melesat mengenai tubuh Mike, Nelson tertawa puas melihat hal itu
Lima jam sebelum kedatangan Arnold dan Louis, ruang bawah tanah markas DarkRiver
Nelson berulang kali mencambuk Mike dengan memb*bibuta, pria psikopat itu tak melewatkan satu bagian pun dari tubuh Mike
“Jadi nona Angel, bagaimana menurutmu hasil karya ku kau suka?“
Nelson memainkan cambuk dengan tangan bak seorang maestro memainkan tongkatnya, psikopat itu dengan bangganya memamerkan tubuh Mike yang penuh dengan luka. Kini Angel paham betul luka sayatan itu bukan dibuat menggunakan pisau melainkan dengan cambuk dengan bahan dasar kulit tebal dan dipenuhi duri. Dengan kata lain, Nelson adalah pelaku utama dalam kasus berantai yang menimpa anggota DarkRiver dan Blood
“Bastardo”
Cihhh
Angel meludah ke wajah Nelson yang membuat Nelson murka dan mengayunkan cambuknya, Angel menutup mata untuk saat ini ia merasa takut.
Arghhhhhh!!!
Angel tidak merasakan apa pun menyentuh kulit, ternyata Mike yang menerima hukuman itu membuat Mike mengerang kesakitan
“Bukannya tidak ingin, tapi sayang sekali rasanya jika tubuh mulus mu harus memiliki bekas cambukan itu akan mengurangi kecantikan yang kau miliki”
Saat itu Nelson menatap mata Angel, Nelson mengakui sorot mata itu sangat menggoda saat Nelson hendak mencium Angel seseorang datang melapor
“Permisi tuan Nelson”
“Ada apa? “ Nelson melepaskan tangannya dari wajah Angel
“Louis melapor, Jacob berkhianat dan memberi tahu lokasi kita saat ini pada Ricard dan Arnold”
Louis!
Angel melongo, ia tidak salah dengar ‘Ternyata selama ini Louis adalah mata-mata Nelson sulit untuk dipercaya! ‘ Batin Angel, kini gambaran tentang tingkah aneh Louis selama perjalanan menuju Boston berputar di kepala Angel membuatnya tersenyum kecut
Nelson memperhatikan tatapan Angel, dia paham betul dengan perasaan Angel saat ini
“Kenapa sayang? Kau terlihat pucat? “ Nelson tertawa lepas seperti orang gila
Nelson mendekati Angel dan membelai lembut pipinya
“Semoga kau suka jalan-jalan sayang. Siapkan mobil, kita akan pergi ke Los Angeles dan jangan lupa buat dekorasi khusus untuk tempat ini kita akan menyambut kedatangan Arnold dengan meriah”
__ADS_1