B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Delapan Belas


__ADS_3

San Francisco, California.


Arnold mematikan telepon dan kembali bersandar di sofa, saat ini sedikit demi sedikit bebannya mulai berkurang. Misi Angel sukses tanpa ketahuan, Arnold hanya sedikit bingung bagaimana bisa terjadi ledakan saat Angel bertugas dan Angel bilang itu bukan bagian dari rencananya, mungkin salah satu haters Lee bo ram lah pelakunya. Mengingat pria itu hendak menembak Lee.


“ minumlah sayang. “


Seorang wanita berpakaian minim mendekati Arnold, menuangkan sampanye ke dalam sebuah gelas. Saat ini memang Arnold sedang berada di bar pribadinya, dengan para anggota petinggi DarkRiver. Dan di kelilingi gadis muda nanti seksi.


“ tidak aku tidak suka sampanye, bisa kau berikan aku wiski sayang. “ suara Arnold lembut dan memikat, wanita tersebut pergi mengambil kan pesanan Arnold.


Beberapa gadis mulai mengelilinginya, suara musik begitu keras ditambah beberapa tawa dari orang yang mulai kehilangan kesadaran nya karena mabuk. Wanita berambut coklat kemerahan mulai menghampiri, umurnya tak lebih dari dua puluh lima tahun ia membawakan beberapa botol wiski di atas nampan, menaruhnya ke atas meja dan mulai menuangkan perlahan-lahan. Arnold mulai minum dengan kalap sehingga ia mulai mabuk, ia menatap lekat wanita di depannya. Sekilas bayangan Angel mulai muncul, Arnold menggoda dan mengajaknya ke kamar atas yang memang selalu disediakan untuknya. Arnold menutup pintu, mendorong wanita itu hingga terguling di kasur.


Arnold memulai dengan memagut bibir wanita itu menciumi dari rahang menuju leher, suara yang ia keluarkan memuaskan hasrat Arnold tapi juga naluri protektif nya. Ia membiarkan wanita itu mengatur nafas sebelum memagut bibir wanita itu dengan ciuman lainnya, tapi kali ini ia memenangkan dirinya sendiri. Kali ini, ia menggunakan lidahnya untuk mencumbu wanita itu. Memanfaatkan posisinya, Arnold mulai menggerakkan tubuhnya di bagian intim sang wanita. Berkali-kali Arnold mendesah sambil menyebut Rose nama lain Angel, sampai Arnold mulai kelelahan dan tertidur berdampingan dengan wanita tersebut.


Setelah beberapa jam Arnold terbangun, ia menatap wanita yang memunggunginya belahan rambut yang coklat kemerahan. Ia menyentuh pundak wanita tersebut.


“ Rose.., kau kah itu?. “


Wanita tersebut terbangun dan berbalik menatap Arnold sambil tersenyum, Arnold menyadari kekeliruan nya. Ia hanya tersenyum dingin.


“ ternyata kau di sini, sesuai dugaanku. “ Seorang pria dengan tinggi seratus tujuh puluh lima sentimeter, berambut coklat dan ber umur sekitar tiga puluh lima tahunan, datang dan masuk ke kamar tanpa permisi “ di umurmu yang sekarang seharusnya kau sudah memiliki keluarga, bukannya malah bercinta dengan semua gadis yang kau temui. “


“ ada apa?, bukan waktu yang tepat untuk upacara pernikahan. “ Jawab Arnold dengan ketus.


“ segera berpakaian, aku tunggu di ruanganmu. “ pria tersebut menjawab singkat dan segera pergi.


Arnold bangkit dari tempat tidur, mulai memakai kembali pakaiannya, meninggalkan wanita tersebut dengan segepok uang dolar dan pergi ke ruangan nya.


“ Mike ada apa?. “


“ sebentar. “


Mike mulai memeriksa setiap sudut dan meja, ia mengunci pintu mengecek pakaian Arnold dan kemudian mendesah lega.


“ syukurlah tidak ada apa pun, aku takut ada kamera mini atau semacam kau tahu microphone kecil. “


“ Ada apa? , sebaiknya lansung pada intinya. “ Arnold menjawab dengan nada dingin penuh amarah.


“ Ternyata kau sudah berubah, tak seperti Arnold yang ku kenal dulu. Apakah ini semua karena Nelson?. “

__ADS_1


“ jangan konyol, kalau kau kemari karena hal sepele seperti ini sebaiknya tidak perlu repot repot. “ Arnold sedikit tersenyum melihat reaksi Mike yang terkejut. “ hahaha.., well sobat, kau terlihat seperti wanita tua. “


Mike mulai mengerti isi pikiran Arnold, ia sadar bahwa Arnold hanya bergurau. Mike membalasnya dengan pelukan singkat.


“ Begini, mengenai Mathew apa kau sudah mengetahui sesuatu. “


“ belum sepenuhnya, Nelson sedang mengurusnya untuk kita. Memang nya kenapa?. “


“ Jadi kau. “ Mike mulai menarik nafas, ia tidak melanjutkan perkataan nya dan memulai topik lain.


“ Ada apa sobat?. “


“ tidak, kabari aku jika ada informasi baru. Dan ada hal yang ingin ku tanyakan padamu mengenai pemberontak di markas kita yang berada di daerah pecinan, juga pemberontakan di beberapa markas luar kota. Apa sebenarnya strategi mu selanjutnya?. “


“ tidak ada yang memberi tahu, bagaimana itu bisa terjadi?. Apa yang mereka tuntut, kenaikan gaji?. “


“ Ya Tuhan, kau sungguh tidak tahu. Mereka menuntut untuk mengganti pimpinan mereka, yang artinya mereka ingin melenyapkan dirimu.” Suasana mulai hening dan ragu ragu mike mulai kembali bertanya. “Apa Nelson tidak memberi tahu? “


“ tidak, tidak ada laporan darinya. Mungkin ia sekarang sedang sibuk menyelidiki kasus kematian kakak sepupunya. “


Mike mulai khawatir, namun ia tidak ingin Arnold curiga bahwa ada yang tidak beres dengan Nelson. Ia hanya bisa menghela nafas.


Arnold menyeringai, amarahnya mulai menggebu-gebu. Tanpa sadar ia menarik kerah baju Mike dan berteriak padanya.


“ jadi maksudmu Mathew bersalah?, sejak kapan kau membela Blood?. Berapa yang mereka berikan padamu, katakan Mike. “


“ aku tidak membela, hanya mencari tahu dengan caraku sendiri. Aku yakin pembunuhnya adalah organisasi lain, bukan Blood. Dan seharusnya kau malu jika menyerang kakak kandung mu sendiri, demi seorang pemuda yang mengaku saudara sepupu Mathew. “


Arnold melepaskan cengkraman nya, tersenyum seolah tak terjadi apa pun.


“ kau tahu, ku pikir kau hanya cemburu. Melihatmu yang menuduh orang tanpa bukti, persis seperti anak-anak. “


“ Aku memang tak punya bukti, namun hidungku tak pernah salah mencium aroma pembelot. Terserah padamu, saranku jika kau ingin tahu siapa dalang dibalik pemberontakan. Pergilah temui Ricard, kesetiaan nya pada Blood sangat tinggi. Dia jugalah yang memegang banyak data mengenai calon korban dan jangan percayai siapa pun selain dia. “ Mike melengos dan pergi meninggalkan Arnold.


Drrrtttttt.... Drrrtttttt... Drrrtttttt..


“Ya Nelson......, siapa pembunuhnya?....., salah satu dari anggota terbaik Blood.”


Tubuh Angel yang bersimbah darah terbesit di benak Arnold. Tangannya menggenggam erat ponselnya. “ Mungkin kita bisa mencari tahu lebih lanjut, barangkali bukan mereka pelakunya. “

__ADS_1


“ seberapa yakinnya kau?. “ suara Nelson yang tegas dari ujung ponsel membuat Arnold tak bisa berkutik.


“ baiklah.., lakukan saja yang terbaik, tapi jangan ganggu Rose terlebih dahulu karena tugasnya belum selesai. “


Ia mematikan ponselnya dan mulai menelepon yang lain menggunakan telepon cadangan yang tak diketahui oleh siapa pun.


“ Jacob, bisa kau buatkan aku paspor baru aku ingin berjalan-jalan ke Inggris. Dan katakan pada Selena untuk menemuiku di apartemen sebelah timur, bawa peralatan terbaiknya karena aku ingin merawat wajahku. “


( Dilain tempat, Ruang Rahasia bawah tanah Ricard.)


“ salam anakku. “ suara berat terdengar dari belakang pintu. Ricard melihat melalui kamera pengintai sebelum mempersilahkan pria itu masuk.


“ Tuan Blood apa yang Anda lakukan kemari?, jika anda membutuhkan bantuan bisa langsung menyuruhku menemui anda. “


“ Tidak nak, jangan panggil tuan. Aku adalah Ayahmu, aku tidak bisa mengobrol di atas. Mereka memiliki mata-mata, semua tempat seolah memiliki kamera dan microphone yang mendengar dan melihat setiap perkataan mu. “


“ Termasuk ruangan ku dan ayah?, kalau begitu kita aman disini. Tidak ada yang tahu tempat ini kecuali ayah dan Lois. “


“ sepertinya begitu, ayah kemari sebenarnya bukan soal itu. Ini tentang agen kita yang tertangkap, masalah nya mereka adalah agen terlatih. Tidak ada yang tahu ke mana mereka ditugaskan selain kau , Lois, dan dua orang lain dibagian data. “


“ siapa saja yang tertangkap ayah?. “


“ Kate tertangkap saat bertugas di Rusia dan Andreas tertangkap saat berada di Brazil. “


“ mungkinkah ada yang membocorkan informasi kita?.”


“ sepertinya begitu. “


“ ayah duduk saja, aku akan mencari tahu. “


Ricard mulai memainkan komputer virtual di hadapannya dengan lincah seperti seorang master dalam permainan piano, Ricard mendapati sistem nya dibobol dengan sangat sistematis. Bahkan hampir tak meninggalkan jejak.


“ ayah, sepertinya ada orang dalam yang menghianati ayah. Semua data kita telah dicuri, ayah tahu betul keamanan yang aku ciptakan. Data ini tidak dapat di bobol dari luar hanya bisa menggunakan nya dengan komputer di dalam gedung ini, dan untuk mengakses komputer diperlukan kode tertentu. Pembobolan ini sangat rumit untuk dilacak, bahkan hampir seperti aku sendiri yang telah mencurinya. “


“ jadi begitu, sebaiknya aku menelepon Lois untuk menjaga aset kita yang paling berharga. “


“ tabungan apa yang ayah punya?. “


“ bukan tabungan, tapi malaikat. Angel, ia harus dijaga. Jangan sampai ia terluka atau terjadi hal yang lebih buruk lagi. “

__ADS_1


__ADS_2