B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Aqila Sang malaikat ( Angel)


__ADS_3

Angel berada di sebuah kamar. Kamar besar dengan warna putih yang mendominasi, terdapat sebuah pintu keluar di sebelah kanan dan pintu kamar mandi di sebelah kiri, juga sebuah meja rias kecil di samping tempat tidur. Ranjang yang ia tiduri berukuran besar dengan seprai dan selimut warna krem, dan lantai beralaskan keramik warna putih. Seorang wanita tampak sibuk melepaskan satu persatu pakaian yang Angel kenakan sehingga hanya tersisa pakaian dalam. Saat pakaian dalam Angel hendak di lepaskan, Angel terbangun dan dengan spontan langsung menahan tangan wanita tersebut. Wanita tersebut mengerang kesakitan lantaran cengkraman Angel yang begitu kuat.


“ Aw. , penja.. “ belum sempat wanita tersebut berteriak Angel langsung bangkit, membekap mulut dan mengalungkan tangannya di leher Sang wanita.


“ Jangan berteriak jika kau masih ingin melihat matahari besok, katakan apa yang kau lakukan?, dan mengapa kau melepaskan semua pakaianku. “ Wanita tersebut ketakutan, ia mengangguk tanda setuju. Angel melepaskan dan membiarkan wanita tersebut menarik nafas sebelum menginterogasi nya lebih lanjut


“ Jawab pertanyaan ku. “ Angel sedikit membentak.


“ Aku mendapat perintah untuk melepaskan semua yang kau kenakan, termasuk pakaian dalam dan aksesoris lainnya. Dan memakaikanmu pakaian yang lain. “


“ Berikan semua pakaiannya. “ Wanita tersebut menyerahkan semua pakaian yang sudah di persiapkan untuk Angel. “ Lain kali jangan, mengganti pakaian orang lain tanpa izin. Aku tidak suka ada orang lain yang melihat tubuhku siapa pun itu, karena kau juga seorang wanita harusnya kau bisa mengerti hal ini. “


Angel berjalan menuju kamar mandi, melepaskan pakaian dalam lamanya dan mengganti dengan yang baru. Ia membiarkan tubuhnya basah di terpa tetesan air dari shower yang tersedia, mengatur suhunya agar hangat. Untuk sejenak ia merasa rileks, setiap air yang mengalir bagaikan pijatan lembut di tubuhnya. Tanpa sadar Angel terbayang wajah Arnold yang memeluknya dari belakang, dan menyentuh setiap lekuk tubuhnya dengan lembut.


‘ Sial..., bukan saat yang tepat untuk bersenang-senang. ‘


Angel menyudahi mandinya, dan segera memakai baju. Saat ia keluar wanita tersebut sudah duduk di dekat kasur sambil membawakan Cokelat hangat untuknya, Angel pernah tertipu sekali. Ia juga meningkatkan kewaspadaan, ia khawatir sebuah peluru bius kembali melesat ke lehernya. Wanita itu tersenyum, ia tahu apa yang Angel khawatirkan.


“ Tenang saja, aku tidak membawa senjata apa pun. Dan ada dua coklat hangat di sini kau bisa memilih, dan sisanya aku yang minum. “


“Kau yakin?, baiklah aku ambil yang ini. “ Angel mengambil cangkir yang lebih dekat dengan dirinya, trik sederhana jika ada yang memberimu minuman ambilah yang di pegang dekat dengan tubuh lawan, karena yang beracun adalah yang dia sodorkan dekat dengan kita. Tapi kali ini lain, wanita ini tidak sebodoh itu.


“ Minumlah. “ Angel memperhatikan reaksi wanita di depannya, ternyata wanita tersebut terkejut dengan pilihan yang Angel buat. Ternyata dia berharap Angel mengambil cangkir yang dekat dengannya.


“ Baiklah. “

__ADS_1


Mereka menyesap coklat hangat secara bersamaan, terlihat jelas wanita itu ragu untuk meminumnya. Bisa dilihat dari caranya menarik nafas panjang seperti sedang berdoa, Angel menghabiskan hampir setengahnya.


‘ Tidak ada reaksi apa pun, Artinya racunnya ada di cangkir lawan. ‘ batin Angel.


Prankkk..... Brukkk.....


Cangkir yang di pegang wanita itu jatuh terhempas, dan wanita itu terkulai tak sadarkan diri di atas lantai, Angel mengambil pecahan cangkir yang tergeletak di lantai dan mencium aromanya.


“ Lagi-lagi obat tidur, sebaiknya aku menyimpan salah satu pecahan ini. Barangkali akan berguna. “


Angel mengambil anting-anting yang tergeletak di atas meja, kemudian memakainya. Saat ini dia dalam bahaya, dia butuh bantuan. Angel sebenarnya sudah lama mengetahui bahwa anting pemberian Selena di tanam GPS, terlihat dari bentuknya yang unik dengan titik merah menyala pada bagian tengah batu. Dan bila di terawang terdapat chip hijau kecil pada bagian dalam batu bulat yang terpasang di tengah, akan sangat membantu bila Selena mampu melacak keberadaannya melalui anting-anting ini. Angel mengintip melalui lubang kunci, ia tak melihat seorang pun di luar kamar. Kepalanya mulai terasa pusing dan tubuhnya mulai melemah, ia berusaha untuk tetap berdiri namun ia terhuyung dan jatuh ke lantai. Matanya mulai terasa berat, ia memandang wanita yang terbaring di sebelah kirinya dan perlahan matanya mulai tertutup. Begitu Angel sadar, tubuhnya sudah terikat di kursi dengan mata dan mulut tertutup kain dengan rapat. Angel menggeliat dan terus berusaha melepaskan diri, namun usahanya sia-sia.


“ Buka penutup mata dan mulutnya, biarkan ia melihat James. “ seorang pria berambut cokelat dan bermata biru menghampiri, ia adalah Smith.


Baru saja mulutnya di buka Angel langsung mengeluarkan umpatan untuk kedua pria di hadapannya.


“ Hutsss..., tenang sayang. “


Smith menghampirinya dan memegang pipi Angel dengan lembut, sementara pria lain bernama James masih berdiri di dekat pintu. Begitu penutup matanya terlepas ia memandangi Smith dengan tatapan jijik, dan kemudian meludahi nya.


“ Apa-apaan ini, kau penghianat. “


“ Sayang aku membawa seseorang yang akan membuatmu mau bekerjasama denganku. “


Smith memberikan kode agar James mendekat, James berjalan mendekati mereka, dan Smith bergeser agar Angel bisa melihat James dengan jelas. James sempat merasa ragu,

__ADS_1


“apakah dia memang Aqila atau orang lain yang mirip dengannya.” Batin James


James melihat mata Angel yang semula menunduk mengarah ke arahnya, James kaget bukan main. Mata itu, seperti dua tetes kopi di atas susu. Mata hitam yang menatap James lima tahun lalu dengan rasa takut dan gelisah, mata hitam yang menatap saat Ms. Taylor keracunan, tanpa rasa bersalah. Tatapan mereka hanya bertemu selama beberapa menit, semua gambaran masa lalu mengalir deras di kepala Angel. Wajah pria ini tak asing baginya, namun ia lupa. Angel mengingat sedikit kejadian di masa lalu, selama ini Angel berpikir bahwa ia di besarkan oleh Mr. Blood. Selama ini juga ia menjadi pembunuh atas permintaan Mr. Blood.


“ How James?, gadis ini benar Aqila bukan. “ Smith menatap James dengan penuh rasa penasaran


“ Ya, dia orangnya. Gadis ini Aqila, yang hampir membunuh ibu lima tahun yang lalu. “


Aqila, begitu mendengar nama tersebut kepala Angel mulai merasa sakit. Ia mengerang menahan kesakitan dan kesedihan di masa lalu, selama ini dia di bohongi. Perlahan Angel mengingat kejadian yang ia alami lima tahun yang lalu, ia meracuni wanita tua yang merawatnya selama sebulan. Ia juga mencuri dokumen dan sejumlah uang milik James, Angel mungkin tak ingat semuanya. Alasan ia meracuni Ms Taylor, dan alasan ia mencuri Dokumen James. Yang ia tahu, selama ini ia di bohongi. Sedikit cahaya kecil membuat Angel berpikir ulang, rasa penasaran muncul dalam benaknya. Untuk pertama kalinya, ia merasa harus mencari tahu masa lalunya.


‘ Mungkin jalan terbaiknya aku harus patuh, namun Smith. pria ini berbahaya. Ia bukan pria sembarangan, dan James sepertinya dia juga dalam bahaya. ‘ batin Angel.


“ Baiklah, aku akan bekerja sama. Tapi aku harus mengingat lebih banyak, aku harus ingat apa saja yang terjadi lima tahun yang lalu. Dengan begitu aku akan lebih mengingat Robert pria yang kau sebut-sebut sejak dua hari yang lalu. “ ujar Angel dengan Mantap.


“ Keputusan yang tepat, kau memang harus melakukannya. Kau harus membalas dendam. “ Smith menyeringai.


James merasa sedikit ngeri melihat Smith, dan merasa jijik melihat Gadis di hadapannya. “ Aqila, senang bertemu denganmu. “


Angel hanya menatap James dengan dingin, sejujurnya ia merasa kasihan melihat pria itu. “ Ya, Senang juga bertemu dengan anda. “


“ Reuni nya sudah selesai?, penjaga lepaskan ikatan gadis ini dan beri ia kue cokelat sebagai hadiah. “


Seorang penjaga melepaskan ikatan dan membantu Angel berdiri, tubuh Angel terasa begitu lemas sehingga penjaga memapahnya. Angel duduk di pinggir ranjang tempat ia tidur sebelumnya.


“ Well, Istirahat dulu. Sebentar lagi kuenya datang, besok kita lanjutkan. Ayo James, kita biarkan gadis ini beristirahat. “

__ADS_1


Smith berjalan keluar kamar dengan James mengekor di belakang, Angel masih berusaha mengingat banyak hal. Namun bukannya berhasil justru kepalanya terasa makin sakit, ia pun menyerah dan mengikuti saran Smith. Setelah beberapa menit sepiring besar kue cokelat datang, Angel ragu. Apakah ada racun di dalamnya, namun rasa lapar yang begitu menyiksa membuat Angel menyantap kue tersebut tanpa ragu. Memang, ia belum makan dan minum apa pun selama dua hari. Itu sebabnya pikiran nya mudah kacau dan tubuhnya juga sedikit melemah, setelah menghabiskan semua kue yang ada Angel pun membaringkan tubuhnya ke atas kasur. Ia tertidur, bukan karena obat yang di campur ke dalam kue. Tapi kali ini dia benar-benar merasa lelah, dia butuh istirahat.


( Aqila scene End)


__ADS_2