
Hari yang indah di perumahan Rotherham, yang berada di Yorkshire bagian selatan. Perumahan sederhana berjejer rapi, terdapat beberapa halaman yang luas di depan rumah yang berisi beragam jenis bunga maupun bonsai. James memandangi salah satu rumah di hadapannya, ia melihat hijaunya rumput yang berada di perkarangan. Akhirnya setelah berjuang bertahun-tahun, ia mampu membeli sebuah rumah. Meski hanya perumahan murah dan sederhana namun tempat ini memiliki fasilitas yang cukup baik.
James membuka bagasi mobil mengeluarkan sebuah kursi dorong lipat, terdapat beberapa koper serta barang yang berada di dalam bagasi maupun di atap mobil. Hari ini adalah hari pertama James menempati rumah barunya. James membuka lipatan kursi, mendorongnya menuju pintu depan mobil. Dan membantu seorang wanita tua berpindah dari kursi mobil menuju kursi roda.
“ Mom, ini rumah baru kita. Ku harap ibu bahagia. “
Wanita tersebut adalah Ms. Taylor ibunda James yang sudah mulai menderita sakit, sejak beberapa tahun belakangan. Pemicunya adalah Overdosis obat yang di berikan oleh seorang gadis, ironisnya gadis itu adalah orang yang di tolong oleh James. Ms. Taylor tersenyum, ia memandang rumah tersebut dengan bahagia. Sebuah rumah kecil yang indah, dengan perkarangan luas dan kebun di bagian belakang. Cat putih dan biru membuat rumah tersebut terlihat Asri dengan sekeliling nya. James mendorong kursi roda, mengeluarkan kunci, membuka pintu dan mendorong kursinya masuk ke dalam rumah. Pintu masuk langsung mengarah ke dapur yang ditata dengan rapi, terdapat dua kamar tidur yang dilengkapi jendela kaca ganda dan pemanas sentral. James membiarkan Ms Taylor berada di kamarnya, sementara ia kembali ke perkarangan untuk memarkirkan mobil masuk dan menurunkan barang bawaan mereka dari mobil.
“ Semua berjalan dengan lancar, semoga aku dapat memulai kehidupan yang baru dengan tenang disini. “
James berpikir semuanya berjalan lancar, namun beberapa orang mulai memperhatikan setiap gerak geriknya. Mereka adalah anak buah Mr. Knell, mereka memperhatikan dari jarak yang cukup dekat dari dalam sebuah mobil. James masih belum cukup peka untuk mengetahui bahaya di depannya. Salah seorang dari mereka menelepon Mr. Knell menunggu instruksi selanjutnya.
‘ Bos, kami sudah menemukan rumahnya. Sepertinya ia punya seorang ibu yang penyakitan. ‘
‘ kerja bagus, biarkan ibunya tangkap saja James. Aku akan menyuruh seseorang untuk menangani wanita tua itu. ‘
‘ baik bos. ‘ Telepon di tutup, dan mereka mulai mengatur strategi.
__ADS_1
James mengatur barangnya dengan rapi, belum sepenuhnya selesai hingga makan malam tiba. Mr. Taylor tertidur setelah minum obat, sementara James berusaha kembali merapikan setiap perabotan yang ia bawa. James memandang sekelilingnya, masih ada beberapa kardus yang belum ia bongkar.
Tok.. Tok.. . Tok.. .
“ Sebentar. “ James membuka pintu belum sempat melihat pria di depannya ia langsung di bekap, aroma Clorofom begitu menyengat membuat James langsung tertidur. Suasana memang sudah sepi karena hari yang sudah begitu larut sehingga tidak ada siapa pun yang melihat kejadian itu, James langsung di bawa masuk ke dalam mobil van hitam yang terparkir di jalan. Setelah itu mobil tersebut langsung pergi menghilang tanpa jejak.
Rotherham, Yorkshire selatan. London.
James Taylor Pov.
Setelah perjalanan yang cukup panjang kami pun tiba di sebuah rumah kecil dengan cat berwarna putih dan biru, halamannya cukup luas dan terdapat kebun kecil di belakang. Aku pikir semuanya akan berjalan dengan baik, hingga tanpa sadar aku sudah di ikuti oleh beberapa pria tak di kenal. Awalnya aku tak merasa ada yang salah, aku menyusun perabotan dan membantu ibuku minum obat hingga ia tertidur. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan kondisi jalanan mulai sepi, aku memandang tumpukan kardus di hadapanmu dengan rasa kesal.
“ kurasa, sudah waktunya untuk tidur. Besok akan segera aku selesaikan. “
Aku mendengar suara ketukan dari pintu depan, dengan rasa jengkel tanpa curiga aku membuka pintu.
“ Siapa gerangan yang bertamu di malam hari. Sebentar. .. “ aku menggerutu dan kemudian berteriak menyahut ketukan tersebut.
__ADS_1
Aku membuka pintu, belum sempat aku keluar sebuah sapu tangan menutupi indra penciuman ku. Aku sempat ingin meronta, namun aroma menyengat membuat aku lemah hingga akhirnya tak sadarkan diri.
Aku merasa pusing, aku tak ingat apa yang baru saja terjadi. Seorang pria mendekati ku, wajahnya sangat tampan dan kurasa ia masih muda. Mungkin saat ini usianya baru menginjak dua puluh lima tahunan, matanya sebiru laut, dingin dan kejam. Rambutnya berwarna coklat dan senyumannya sangat menyeramkan.
“ Dimana aku?, Siapa kau.? . “
“ Santai James, kurasa kau perlu minum. Mau ku ambilkan Brendi atau Anggur?. “
“ Apa salahku?. “
“ Hohoho.. . ., kau tidak bersalah James Taylor atau bisa ku panggil James Smith. “
Aku kaget bukan main, pria di hadapanku memanggil ku dengan nama belakang ayahku. “ Jangan bicara sembarangan, namaku James Taylor. Katakan saja apa mau kalian, jangan bertele-tele. “
“ Huh.. , anda memang keras kepala ya. Aku butuh bantuan mu, untuk menangani gadis ini. Gadis yang menghancurkan kehidupan mu, kau tahu aku sudah menemukan Aqila. Sekarang ia sedang mengalami Amnesia jadi bantu aku agar ia dapat mengingat banyak hal tentang dirinya. “
Aqila, jujur saja aku muak mendengar nama gadis itu. Lima tahun lamanya, namun ingatan tentang gadis itu mengalir segar di kepalaku. Tak kusangka akan berurusan lagi dengan Aqila.
__ADS_1