B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Enam


__ADS_3

Angel tiba di Jane Cafe tepat pada pukul setengah delapan, ia mendapati Arnold sedang menunggunya sambil menyesap secangkir kopi, dengan setelan jeans, kaos hitam dan mantel berwarna coklat. Arnold tidak tampak seperti mafia yang Angel temui kemarin, tak lebih seperti pria kantoran pada umumnya. Hanya saja mata itu, memancarkan tatapan penuh amarah dan kebencian yang mendalam.


“ selamat pagi Angel.” Senyum Arnold sangat indah, cukup untuk membuat seorang gadis tergila gila.


Kali ini Angel sudah siap menangani Arnold. “ selamat pagi. Bagaimana kalau kita langsung saja pada intinya.” Hanya sikap praktis dan dinginlah yang dapat menjauhkan pria ini.


Arnold menyeringai.


“ hahahhaa.., santai saja Rose. Sayangnya ada perubahan rencana, Rapat dimulai setelah makan siang.”


Angel menatap tajam Arnold, pria ini...., brengsek sialan.., sengaja mencoba menipu Angel.


Ini adalah salah satu tipu muslihatnya, benar benar seorang bajingan.


“ well.., bagaimana kalau kita menentukan dulu peran apa yang cocok untukmu?.”


'Entah apa tujuannya, tapi yang jelas pria ini memiliki tujuan tak baik. Aku harus berhati hati.’ Batin Angel.


“Cara yang cukup efisien untuk menghabiskan waktu kita.” Ucap Angel dengan dingin.


“ masuk lah ke mobilku.”

__ADS_1


Angel tidak memprotes, dia bukan tipe wanita yang suka berselisih. Arnold yang tahu jalannya, jadi masuk akal bila ia yang mengemudi.


“ apa kau sudah sarapan?.” Tanya Arnold.


“ belum.., karna kita akan bertemu di cafe ku pikir akan lebih baik jika aku tak sarapan, mengingat kau yang membuat janji untuk sarapan bersama.”


Arnold terkekeh, gadis yang di sampingnya ini sungguh unik. Praktis dan dingin. Ingin rasanya ia membelai dan menciumi nya, hanya saja kemarahan yang begitu besar kepada Blood membuat ia menahan keinginannya.


“ kita mau ke mana?.”


Arnold hanya terdiam, Angel memperhatikan kota yang melintas ketika mereka mendekati bay bridge. San fransisco nampak seperti kilauan permata yang bergemelap di dekat laut. Dan diarah sebaliknya , alam yang berkuasa. Di beberapa tempat hutan terus terbentang hingga ke perbatasan Nevada, lebih jauh lagi. Hingga tiba di kawasan Lake Tahoe, yang merupakan danau pegunungan (alpine lake) terbesar di bagian utara kontinental Amerika. Pemandangannya yang sangat indah, Angel tak pernah berkunjung kesini sebelumnya, entah mengapa ia tak yakin sebagian besar wilayah california dipenuhi serangkaian taman nasional dan hutan.


Arnold melirik ke arah Angel


“ pernah kesini sebelumnya?.”


“ belum.”


“ apa?.., kau tinggal di San Fransisco tapi kau tak pernah berkunjung kemari?.”


“ aku tak suka bepergian jauh, aku hanya fokus pada tugasku. Bagiku organisasi Blood adalah segalanya.”

__ADS_1


“ cihh... Dasar tidak waras.”


Angel menatap ke arah Arnold yang sedari tadi fokus memperhatikan jalanan, wajahnya berkilauan diterpa mentari pagi, matanya nya yg biru dan bibirnya berwarna kemerahan. Ingin rasanya Angel mencium dan menggigit bibir merahnya itu, menikmati sentuhan satu sama lain bertukar air liur.


Iuhh....,


‘Apa yang ku pikirkan, aku harus fokus pada misiku’. Batin Angel


“ kau jelas bukan orang california, dari mana asalmu?.., bagiku kau lebih mirip orang asia.”


Angel menoleh ke arah samping, menatap jalanan yang sedari tadi ia lewati. “ aku sendiri tidak yakin aku orang Amerika, mungkin kau benar aku orang Asia.”


“ tapi aksenmu terlihat seperti orang inggris.”


Angel tersenyum “ Kau sendiri terkadang menggunakan aksen Eropa.”


Arnold hanya diam, ia tak suka membicarakan dari mana ia ber asal. Angel mengerti, ia cukup ahli dalam hal micro expresi. Angel sendiri tidak tahu dari mana ia mendapat kemampuan tersebut.


Arnold memarkirkan mobil nya di depan sebuah rumah yang cukup besar, rumah sederhana namun terlihat elegan.


“ kita sudah sampai.”

__ADS_1


__ADS_2