B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Delapan puluh


__ADS_3

Delapan puluh


 


San Francisco, California


 


“Selamat datang Rose, atau bisa ku panggil Aqila”


 


Smith berjalan mendekat, Angel mendongak kedua tangan dan kakinya terikat dengan kencang menempel ke dinding.


 


“Lagi, lagi kau tuan Smith”


 


“Hahaha, jangan terlalu tegang santai saja. Lagi pula sebentar lagi kau akan bernasib sama dengan pria di sebelahmu


 


Angel menengok ke samping seorang pria dengan kondisi yang sama sepertinya berlumuran darah, Angel melihat jari pria itu bergerak pertanda bahwa dia masih hidup.


 


“Adios, senorita”


 


Angel mengerang, setelah Smith pergi dia memanggil pria di sampingnya


“Tuan, apa kau mendengarku? Tuan!!!! Kumohon bicaralah kalau kau masih hidup”


 


“Kau siapa? “ Pria itu mengangkat kepala dengan lemah, kini mata pria itu tertuju pada tato ditangan Angel


“Ah, kau pasti rose bagaimana kau bisa tertangkap? Ngomong- ngomong apa kabar Arnold”


 


“Dia baik, bagaimana kau mengenal Arnold? “


 


“Dia adikku “


 


“Jadi kau Mike?”


 


“Tepat sekali, bisa kita sudahi obrolan ini rasanya aku sudah tidak kuat” Pria itu kembali menunduk


 


“Tuan!!! Tuan!! Demi Tuhan kumohon bertahanlah sebentar lagi pertolongan akan datang”


Mike tak bergeming, sepertinya dia sudah pingsan


 


Hoshhh


Angel menghembuskan nafas, ia memandangi Mike kepalanya pecah dan tubuhnya penuh dengan luka sayat. Angel mulai mengakui ketangguhan pria itu dalam menghadapi siksaan, dan ia merasa jijik dengan Smith yang lebih brutal dari pada binat*ng


 


‘Louis, aku bergantung padamu' batin Angel


 


______________________________________________


 


Dilain tempat Arnold, Louis dan Ricard tengah berunding bersama mereka memikirkan strategi yang harus diambil


 

__ADS_1


“Aku tidak bisa kembali markas” Louis membantah dengan keras “Nelson telah memergokiku, kini aku juga dianggap pembelot”


 


“Bagaimana dengan Ricard?  Bukankah kau pewaris tunggal Blood? “ Arnold menatap Ricard, Ricard bergidik melihat tatapan itu


 


“Jangan lupa, Blood sudah hancur oleh ulah organisasi mu tuan DarkRiver” Ada nada ejekan di sana tapi Arnold mengabaikan hal itu


 


“Yah, sepertinya hanya aku yang masih memiliki akses atau mungkin orang lain”


 


“Siapa? “ Ujar Louis dan Ricard bersamaan


 


“halo Jacob, bisa kau berkunjung kemari akan ku kirim alamatnya ku beri waktu sepuluh menit”


 


Louis dan Ricard saling menatap, yang bisa mereka lakukan saat ini hanya menunggu karena salah sedikit saja bisa jadi Angel kena getahnya. Louis kembali menyusun rencana sedangkan Ricard sibuk berkutat dengan komputer nya mencari celah keberadaan Angel


 


“Hei tuan, ini sudah hampir sepuluh menit ke mana perginya orang mu itu!!! Lamban sekali” Ricard menutup laptopnya dan menyeruput kopi yang ia pesan pada petugas hotel


 


“Sabar sayang, jangan emosi” Louis berusaha menenangkan Ricard


 


“Kalau saja GPS ditubuh Angel masih berfungsi kita bisa langsung pergi ke tempat ia berada tanpa harus repot repot mencari tahu “


 


Arnold tersentak mendengar perkataan Ricard, jadi ternyata dia yang memasang GPS dalam tubuh Angel


“Jadi kau? Ah, kalau begitu percuma saja kau melacaknya tidak akan ketemu karena chips itu sudah ku buang” dengan santainya Arnold memberi tanggapan


 


 


“Sudah jangan bertengkar, kita harus fokus pada tujuan kita”


 


Tok.. Tok... Tok


 


Arnold mengintip dari lubang pintu ternyata itu Jacob, Arnold membuka pintu dan mempersilahkan Jacob masuk


“Perkenalkan ini Jacob, Jacob ini louis dan Ricard”


 


“Tak perlu pengenalan tuan Arnold aku sudah mengenal pria ini dengan baik. Duduklah, kau tidak memberi tahu Nelson kalau aku memanggilmu bukan? “ Ujar Louis menyelidik


 


Jacob sedikit gemetar ia merasa takut terlebih melihat dua orang yang tak di kenal ikut menatapnya


“Tentu saja tidak”


 


Kali ini Jacob menjawab jujur, dia merasa bersalah karena telah menjebak William jadi dia tidak ingin mengulangi kesalahan tersebut


 


“Jacob, aku tahu kau yang selama ini berkhianat “


 


Jacob berkeringat, dia tidak tahu harus berkata apa jadi dia menjawab dengan jujur


“Ya, aku di perintahkan Nelson untuk selalu mengawasimu tuan Arnold “

__ADS_1


 


Nelson? Mendengar nama itu Arnold terperanjat, jadi selama ini Mike benar ada sesuatu yang janggal tentang Nelson


 


“Sudah kuduga” Louis berjalan mendekati Jacob “Kau orang baik, Terima kasih atas kejujuranmu. Kau tahu Arnold sejak DarkRiver dan Blood bersatu aku merasa curiga dengan sepupumu itu, dia menanyakan banyak hal aneh dan sensitif juga memberi tugas di luar nalar” Jelasnya


 


“Tapi dari mana kau tahu kalau aku adalah mata-mata? “ Tanya Jacob


 


“Bukan hanya dia tapi aku juga” Arnold berdiri lalu berjalan sambil melihat keluar jendela “Saat William diserang, Selena menjelaskan semuanya padaku dengan rinci. Awalnya aku masih meragukan itu dan menganggap Selena pelakunya karena kesalahannya tempo hari, tapi setelah mendengar nama Nelson dari mulutmu kini aku percaya akan deduksi itu”


 


Arnold menjatuhkan diri ke sofa dan menarik nafas panjang


“Kau bisa menjelaskan alasanmu membelot nanti, saat ini jika kau ingin menebus kesalahan yang kau buat kau harus memberi tahu kami semua informasi yang kau punya”


 


Jacob menelan ludah, ini adalah pilihan yang sulit jika memberi tahu bisa saja nyawa orang tua dan adiknya dalam bahaya. Tapi jika dia terus membuat kesalahan dia tidak akan mampu memaafkan dirinya sendiri


“Baiklah aku akan memberitahukan semuanya, tapi bisakah kalian menolongku? “ Jacob menarik nafas


“Nelson, orang tua dan adikku dia merahasiakan keberadaan mereka dariku. Aku terpaksa menuruti kehendaknya jika ingin mereka selamat, aku mohon selamatkan mereka” Jacob berlutut di tanah membuat Louis dan Arnold iba


 


“Baiklah, Ricard bisa kau mengurus hal itu? “ Arnold menatap Ricard yang sedari tadi asik dengan laptopnya


 


“Apa? Aku? Ayolah memangnya kau siapa beraninya memerintah!! “ Ricard menggerutu


 


“Honey, ayolah” Louis mulai menggoda “Kau kan pria hebat Ricard, aku yakin hal kecil seperti ini kau bisa menanganinya dengan baik”


 


“Baiklah, Louis. Dan untukmu Arnold pastikan Angel kembali dengan aman”


 


“Tentu saja, itu pasti”


 


Bahkan tanpa diminta Arnold dengan sepenuh hati akan menyelamatkan gadis yang telah mengisi ruang dihatinya tersebut


 


“Karena kita sudah tahu lokasinya jadi kita hanya perlu menyusun rencana “ Louis berkata dengan penuh percaya diri


 


“Itu mudah” Arnold menyeringai


“The Game is on”


 


______________________________


Hallo semua mohon maaf jika cerita ini tak kunjung selesai, bukannya tak mau menyelesaikan tapi author punya sedikit masalah disini jadi author hiatus untuk 3 tahun lamanya


Sekarang author akan mengupdate kelanjutannya, semoga kalian suka


Sekali lagi author mohon maaf atas tertundanya cerita ini


Terimakasih, untuk pembaca setiaku


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2