
“ Satu gerakan atau satu kebohongan, maka satu peluru akan langsung menembus kepalamu. “ Arnold berkata lantang dan tegas, sejauh yang Selena tahu, Arnold bukan tipe pria yang gemar bercanda.
Selena gemeteran, ia tidak tahu harus berbuat apa. Selena tak memiliki kemampuan apa pun dalam hal bela diri, selain menendang tepat di titik mematikan. Namun posisinya tidak menguntungkan, ia sedang duduk bersebelahan. Selena memandang moncong pistol, ia semula ragu. Dengan sedikit tekad ia memberanikan diri untuk membuka mulut.
“ Tuan, akan ku beritahu yang sebenarnya. Namun berjanjilah untuk tidak melukaiku. “ Selena menatap dengan tatapan memohon, Selena menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. “ Ada tato di lengan kirinya, tato bergambar mawar hitam. “
“Lalu?. “ ujar Arnold dengan ragu.
“ Hanya itu tuan, tidak ada yang lain. Aku tak mengetahui hal lain tentang Rose selain ini. “
“ Apa kau yakin Sayang?. “ Arnold mulai mengarahkan pistol tepat di bawah dagu Selena yang membuat Selena hampir kehabisan napas.
Ping...........
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Arnold, dengan cepat ia membacanya sambil tetap memegangi pistol.
‘ Arnold, kabar buruk. Martin tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, ada yang melihat seorang wanita lari menaiki taksi setelah kejadian. Ciri-cirinya berambut hitam dan wajahnya terlihat seperti putri salju, ada yang bilang mereka melihat name tag gadis itu bertuliskan nama Alex. Team ku sedang mencari taksi yang ditumpangi gadis itu, dan aku juga mencari tahu siapa Alex sebenarnya.’
“Sial...... “
Arnold melempar handphonenya ke atas meja, ia juga menurunkan pistol membuat Selena bernafas lega. Akhirnya Selena bebas dari kematian.
“ Jacob, kemana dia?. Bukankah protokol itu ada padanya, aku memerintahkan untuk merahasiakan dari siapa pun. Kecuali Kau Selena. “
__ADS_1
Selena kaget bukan main, Lagi-lagi ia terlihat bersalah di mata Arnold. Selena tak punya cukup alibi untuk meyakinkan Arnold bahwa ia tidak terlibat apa pun, namun Jacob yang tidak hadir pada saat seperti ini juga menjadi pertimbangan. Bisa jadi Jacob merupakan penghianat, atau William melihat gayanya saat datang tanpa diundang juga patut dicurigai. Arnold berpikir keras namun semuanya terlihat Abu-abu, Bertualang kali ia meneguk wiski dengan cepat. Selena hanya memandang penuh dengan rasa takut, ia hendak pergi namun kakinya seperti di belenggu. Ia hanya bisa duduk sambil berpikir mencari cara agar dapat menemukan Angel sebelum Arnold.
“ Selena, apa kau melihat isi protokolnya?. Sebelum Jacob memberikan padamu apa kau membuka bungkusan itu?. “ nada suara Arnold terdengar lebih rendah dari sebelumnya, namun tak membuat Selena merasa aman. Justru ia takut kalau-kalau di todong menggunakan pistol.
‘ huh., andai saja aku tahu cara menggunakan pistol. Pasti aku sudah mengambil lebih dulu, sayang sekali keahlian ku hannyalah melukis wajah orang. ‘ batin Selena.
“ Tidak tuan, aku berani bersumpah. Aku tak membuka bungkusan itu bahkan aku masih menyimpannya di.... “ Selena kaget bukan main saat membuka tas , sebuah bungkusan cokelat M&M yang belum terbuka menyembul keluar. Arnold melihatnya dengan amarah yang mulai memuncak.
“ Apa itu?, bukankah tugasmu mengantarkan protokol itu. Mengapa ada di dalam tas mu?. “ Arnold berdiri sambil melempar botol Wiski ke lantai, menimbulkan suara pecahnya kaca menggema di seluruh ruangan.
Selena tak mampu berkutik, mungkin kali ini isi perutnya yang terlempar ke lantai. Arnold terdiam dan menjatuhkan diri ke atas sofa, sambil memegangi kepala. Selena berusaha mencari jalan keluar. Ia bingung, karena protokol itu sudah berada di tangan Angel saat ia datang menjemput. Bahkan tak pernah ada perintah bahwa ia harus mengantarkan sendiri bungkusan itu, perintah yang tertera ia harus menitipkannya kepada seorang sopir.
'Apa ada orang lain yang juga ikut menyamar?, atau ada seorang penghianat di organisasi ini?. ‘ batin Selena.
“ Ambilkan Laptop yang ada di dalam lemari di sudut paling kiri. “ perintah Arnold.
Selena menurut, ia berjalan menuju sebuah lemari besar berbahan kaca yang berada di sudut kanan dan membuka pintu lemari di sudut paling kiri. Sebuah laptop berwarna merah terang berlogo Apple dengan beberapa senjata api tertata rapi dalam lemari tersebut. Selena menaruhnya di meja, Arnold mencondongkan tubuhnya sedikit mengaktifkan Laptop menggunakan pemindai retina.
“ Berikan bungkusan itu. “
Selena memberikannya, Arnold segera memasang flashdisk. Membuka file yang tersedia, Arnold terkejut bukan main saat mengetahui bahwa file tersebut adalah protokol milik Angel. Selena memandangi Arnold dengan rasa penasaran, setelah puas Arnold membiarkan Selena ikut melihat.
“ Apa ini protokol yang kau baca saat bersama Rose?. “
__ADS_1
Selena memandangi layar laptop, semua data terlihat sama kecuali foto dan nama pria tersebut.
“ Di sini tertulis nama Joseph Goebbels, sementara pada protokol yang kami baca tertulis nama Martin Wheeler, Foto nya juga berbeda. Apakah ini artinya ada yang menukar Protokol Rose dengan yang palsu, tapi mengapa ia membiarkan yang asli tetap ada dalam tas ku?. “
“ Pertanyaan bagus Selena, namun itu jika orang lain. Bagaimana jika ternyata kaulah yang menukarnya. “ Arnold berkata dengan penuh penekanan, yang membuat Selena kembali gugup.
“ Untuk apa?, aku tak mungkin membiarkan Rose dalam bahaya percayalah padaku. “
Arnold bangkit mencengkeram kerah baju Selena, tenaga yang tidak sebanding membuat Selena kewalahan. Ia merasa sesak dan semakin sulit bernapas, Arnold membuat Selena tercekik.
“ Aku baru bisa percaya, jika ada bukti. Bagaimana kalau ternyata kau dan Rose bekerja sama, aku tak pernah pandang bulu. Meski kau seorang wanita aku tetap akan membunuhmu. “
Dengan suara dan nafas terbatas Selena mencoba untuk membela diri.
“ Ku. Mo.. Hon.. Lee.. Paskan.. Aku... Akan ku... Cari.. Siapa... Pun... Pelakunya...... Ku.. Mo.... “
Arnold melepaskan cengkeramannya membuat Selena terjatuh ke lantai, Selena terbatuk berusaha mengatur napasnya. Hampir saja ia pingsan akibat kelakuan kasar Arnold, Arnold berjalan ke arah jendela, memandang ke arah bawah. Terlihat seorang pria memandangi dari kejauhan, Arnold tidak terlalu peduli akan hal itu. Ia kembali melihat ke arah Selena yang sudah mulai bisa mengatur napas.
“ Minumlah, setelah itu cari pelakunya. Dan kalau dalam waktu dua minggu tidak tertangkap, kau akan ku lempar ke kandang buaya. “
Selena merasa merinding, ia hanya bisa pasrah dan gelisah. Bagaimana bisa menangkap orang yang menghianati DarkRiver hanya dalam waktu dua minggu, jika ia agen terlatih mungkin bisa. Namun ia hanya seorang penata rias yang terjebak di antara drama para mafia.
‘ Tuan Tompshon, hanya dia satu satunya yang dapat membantuku. ‘ batin Selena
__ADS_1