
Mereka pulang melewati jalan yang sama , hanya saja jalanan tidak lagi macet seperti sebelumnya. Angel merasakan ingatannya yang mulai bertambah, alasan mengapa ia merasa pusing setelah minum teh Cammomile saat berada di Korea. Rupanya itu akibat ingatannya yang telah lama hilang, kembali berusaha masuk, Angel berusaha mengingat mimpi yang sering ia alami. Namun sayang, semua itu hanya mimpi. Yang membuat terlupa ketika Angel sudah bangun dari tidur, Smith mengambil botol Brendi yang terselip di laci bawah kursi pengemudi, Dan meneguknya perlahan.
“ Kau mau brendi aqila?. “
“ Tidak, aku tidak suka alkohol. “ ujar Angel seraya menepis tangan Smith yang Menyodorkan botol brendi padanya.
James masih fokus mengemudi, sambil sesekali melihat ke arah spion. Sesaat mata Angel dan James bertemu melalui bayangan spion mobil, James merasa tidak enak dengan cepat ia menurunkan pandangan dan kembali melihat jalanan. Ketika sampai di Whitehall Smith memerintahkan James untuk merubah arah tujuan mereka.
“ Ambil arah utara, lalu belok ke kanan menuju Great Scotland yard. Kita akan melintasi jembatan Lambeth. “
“ Kita mau kemana?, bukankah kau bilang kita akan pulang ke apartemen. “ James berbicara dengan suara tinggi.
“ Lambeth, kita akan kesana. Semua yang kita perlukan ada disana, termasuk rencana balas dendam kita. “ Smith mengatakannya dengan ringan, membuat James sedikit kesal.
“ Well, Demi ayah. Apapun akan kulakukan. “ James mengikuti perintah Smith tanpa rasa curiga.
Angel tidak mengerti apapun, dia hanya mengikuti permainan yang dibuat oleh Smith. Mobil yang mereka kendarai melintasi jembatan Lambeth yang membentang dari arah timur-barat di pusat kota London, melintasi Sungai Thames yang mengalir ke utara di titik persimpangan. Warna yang paling mencolok dalam skema cat jembatan adalah merah, warna yang sama dengan bangku kulit di House of Lords , yang berada di ujung selatan Istana Westminster dekat dengan jembatan. Sangat berbanding terbalik dengan jembatan Westminster yang didominasi warna hijau, di sisi timur jembatan Lambeth terdapat istana Lambeth yang merupakan kediaman resmi untuk uskup agung Canterbury di Inggris. Istana Lambeth berdiri dengan megah, terlihat seperti kastil Inggris kuno.
Mereka tiba di apartemen View Parliament, yang berada di tepi sungai Thames. Berkisar enam ratus meter dari jembatan Lambeth, sebuah gedung bertingkat dengan struktur bangunan yang modern. Hampir semua bagian gedung terbuat dari kaca, saat itu memang sedang musim dingin dan salju mulai turun dengan intensitas rendah. Angel tidak pernah menyukai cuaca dingin, itu membuat pipinya merah dan tangannya serasa membeku. Ia sedikit bergidik ketika turun dari mobil. Perlahan salju mulai turun, ini adalah pertama kali baginya menyentuh salju secara langsung.
‘ Aku tinggal di Amerika, dan salju selalu turun pada bulan tertentu. Tapi aku tak menyangka salju seindah ini. ‘ Gumam Angel di dalam hati.
“ Wah ternyata salju sudah mulai turun, padahal siang tadi belum ada tanda-tanda salju akan turun lagi. “ Smith memandangi Angel yang mulai kedinginan. “ Bukankah kau sudah pakai mantel, huh ternyata kau tidak tahan dingin ya. “ Ujar Smith seraya menggoda.
Angel hanya diam, Smith pun masuk terlebih dahulu diiringi oleh James dan Angel. Mereka menaiki lift menuju lantai lima belas, tempat mereka akan menginap. James tidur sekamar dengan Smith, sementara Angel mendapat kamarnya sendiri. Angel masuk ke dalam kamar, ia merasa lega sebab tempat itu memiliki pemanas membuatnya menjadi lebih hangat. Ia memperhatikan setiap sisi ruangan dengan baik, ternyata tempat itu lebih luas dari apartemen tempat ia tinggal. Sebuah ranjang besar dengan seprai berwarna putih lengkap dengan bantal dan guling, di samping tempat tidur terdapat meja kecil dengan lampu tidur dan beberapa laci dibawahnya. Sebuah dapur mini lengkap dengan kulkas, kompor, serta peralatan masak. Di depan ranjang juga terdapat televisi besar dengan layar yang dapat berganti saluran dengan sensor gerak tubuh, tak lupa terdapat telepon. Rasanya cukup mahal jika ia tinggal sendirian disana, Angel mulai merasa gerah dan memutuskan untuk mandi air panas.
__ADS_1
Angel menjatuhkan diri perlahan di bathtub, ia mulai menikmati air panas yang perlahan mulai terasa nyaman dikulit. Perlahan ia memejamkan mata, sebuah gambaran kembali melintas dibenaknya. Gambaran mengenai Arnold, dimana tubuh kelarnya memeluknya erat. Menyentuh setiap tubuhnya dengan lembut, mengusap leher dan memainkan jemari Arnold di bagian depan tubuhnya. Tanpa sadar Angel sedikit mengerang membayangkan hal itu, tak ingin semakin terperdaya ia membuka mata dengan cepat. Angel tak memiliki pengalaman apapun dalam percintaan, jadi Angel takut kalau-kalau memang benar ia jatuh cinta pada Arnold. Angel menyudahi mandi, ia beranjak dari bathtub memakaikan handuk untuk rambutnya yang basah serta memakai handuk berbentuk kimono untuk menutupi badannya yang telanjang. Angel keluar ruangan, namun ia terkejut melihat Seorang pria terbaring di ranjangnya.
“ Smith, apa yang kau lakukan disini.? “
Smith memperhatikan tubuh Angel yang hanya terbalut handuk, kulit Angel terlihat berwarna keemasan tatkala di terpa sinar lampu. Jiwa buas Smith mulai meronta, ingin rasanya bisa tidur seranjang dengan Angel.
“ Diluar dugaan, ternyata tubuhmu sangat indah. Kulitmu begitu eksotis, kau baru saja selesai mandi apa kau tidak kedinginan. Kemarilah aku akan menghangatkanmu. “ nada bicara Smith begitu lembut dan penuh gairah, Angel dapat menangkap maksud dari ucapan Smith. Sedikitpun ia tidak tergoda, Angel bukanlah wanita murahan yang dapat tidur dengan siapa pun tanpa ikatan yang resmi.
“ Jika kau ingin berkerjasama, kau harus menjaga tingkah laku dengan baik. Aku ini seorang pembunuh, bukan seorang pemuas nafsu. “ Angel mengatakan dengan tegas dan penuh penekanan.
Smith tersenyum, belum pernah dia bertemu wanita yang sanggup menolak ajakan untuk bersenang-senang, terlebih di musim dingin seperti sekarang.
“ Well, jangan anggap serius ucapanku. Ini aku hanya ingin menghantarkan ini padamu. “ Smith mendekat dan memberikan sebuah amplop cokelat kepada Angel.
“ Hal yang akan membuatmu ingat segalanya, atau mungkin saja bisa membuatmu murka. “
Angel mengambil amplop itu tanpa membukanya. “ Terima kasih. “
Smith membelai pipi kanan Angel dengan lembut, dan berbisik penuh gairah kepada Angel. “ Kau bisa berpikir ulang mengenai ajakanku, ku jamin kau pasti puas dengan servis yang aku berikan. “
Smith keluar membiarkan Angel terpaku didalam kamar.
“ Huh, dasar pria. Semuanya hanya memikirkan kepuasan, aku merasa jijik melihat tingkahnya yang seperti itu. “ Gumam Angel.
Angel dengan cepat mengunci pintu dari dalam, karena ia khawatir jika Smith masuk begitu saja saat ia sedang tertidur lelap. Tidak, Angel tidak ingin kehormatannya di ganggu. Angel menjatuhkan diri ke atas ranjang, kasurnya begitu lembut dan empuk. Ia mengambil sebuah bantal dan bersandar, sambil membuka amplop pemberian Smith. Ia melihat beberapa foto orang yang tewas akibat kecelakaan, dan ia melihat salah seorang pria dengan kepala terjulur keluar dari mobil. Ada lubang hitam tepat didahi yang artinya pria itu tewas terbunuh, ia tidak mengerti apa pun. Namun semua foto menunjukkan sebuah kesamaan, mereka semua tewas terbunuh bukan oleh kecelakaan tapi oleh pistol yang di tembak dari jarak dekat. Selain itu terdapat lambang lonceng dan mawar hitam yang dicetak menggunakan kertas tertempel pada setiap mayat, ia membuka foto terakhir. Sebuah foto yang membuatnya hampir pingsan, di balik foto terdapat tulisan. Angel membacanya dengan suara pelan.
__ADS_1
“ Robert Snow.”
Kepala Angel kembali bereaksi, rasa sakit dan gambaran masa lalu kembali muncul. Sekarang ia sudah ingat dengan jelas, Robert adalah ayahnya. Dan dia juga tewas terbunuh dengan cara yang sama, Angel merasa penasaran apa sebenarnya maksud dari lambang lonceng dan mawar hitam pada foto, apakah itu sebuah organisasi atau yang lainnya. Angel sadar, ia harus menelepon Smith. Namun bisa saja pria itu lepas kendali saat melihatnya tanpa busana, Angel bangkit ia terkejut melihat lemari berisi beberapa pakaian tidur dan dress yang bagus. Angel mengambil sebuah jeans dan kaos tangan panjang yang kebesaran, setidaknya dengan memakai pakaian longgar akan membuat Smith kurang bergairah. Angel menelepon Smith dan dalam hitungan menit Smith sudah berada di kamar Angel.
“ Apa kau setuju dengan ajakanku, tapi mengapa kau memakai pakaian yang jelek seperti ini. Ayolah aku sudah menyiapkan lingerie untukmu. “
“ Tuan Smith, ini bukan soal yang tadi. Aku memintamu kemari bukan karena aku mau melayanimu, ini soal foto ini apa maksud dari setiap lambang yang ada, apakah semacam kode rahasia atau logo dari para mafia?. “ Angel bertanya dengan nada dingin, ia memang sedikit tertarik dengan ajakan Smith namun ia tak mau menyia-nyiakan kegadisannya hanya untuk pria hidung belang seperti Smith.
“ Ini adalah lambang dari organisasi mafia, kau lihat. Lonceng itu adalah lambang dari organisasi Blood, dan Mawar hitam adalah organisasi DarkRiver yang artinya merekalah yang harus bertanggungjawab atas kematian orang-orang ini. “ Smith mulai menunjukkan air muka yang serius, meski sesekali ia melihat kearah dada Angel dan menyayangkan keputusan gadis itu untuk menutupinya dengan baju yang longgar.
“ Dan Robert, kau mengenal pria ini?. “
“ Yah, dia adalah sahabat Karibia. Kau lihat, saat itu kami sedang pergi minum bersama saat foto ini diambil. Tepat sebelum kematiannya, mereka...., mereka memang mahluk kotor yang lemah..., beraninya membunuh dari belakang. “ Nada bicara Smith mulai menggebu, menunjukkan amarah dan kesedihan yang begitu dalam.
Angel kaget bukan main, ternyata selama ini ia mengabdi dengan organisasi yang merenggut nyawa ayahnya sendiri. Memang tak bisa diampuni, rasa kesal, marah, kecewa dan sedih menjadi satu. Sekarang Angel berbalik arah, seseorang harus ia bantai dan orang itulah yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya.
“ Apa kau mengetahui siapa saja yang terlibat?. “
“ Ya..., tapi aku tidak bisa menemukan keberadaan tuan blood. Tapi di kota ini ada satu orang yang ikut andil dalam pembunuhan itu. “
“ Berikan aku protokol nya, dan aku akan menghabisinya dengan caraku. “
“ Ya..., aku juga ikut, kita bersama harus membalas dendam. Ini demi ayahku yang juga tewas karena mereka, dan demi Robert sahabat Karibku. “
Smith tersenyum senang, rencananya berhasil. Dan sekarang ia dapat membalaskan dendam dengan lebih mudah sekaligus lebih menyakitkan. Dan ini semua berkat Angel, yang dengan senang hati membantunya tanpa bayaran.
__ADS_1