
Angel mulai gelisah, ia mengalami mimpi buruk lagi. Dan ia pun tersentak bangun dari tidurnya, Mingyu yang juga tertidur kaget dan ikut terbangun.
“ Ada apa?. “ tanya Mingyu.
“ tidak ada. “
Terdengar suara pramugari yang menyatakan bahwa sekitar tiga puluh menit lagi mereka akan sampai di Bandara Internasional Seoul Incheon (ICN). Pesawat mendarat dengan selamat, ia tiba pukul delapan lewat tiga puluh pagi dan tujuan pertama Angel adalah mencari Hotel disekitar bandara. Ia merasa lelah , karena harus terbang selama dua belas jam non stop. Ditambah ia tertidur dalam posisi yang kurang baik, membuat lehernya sedikit kram dan sakit.
“ hey.. Tunggu mau kemana?. “
“ Hotel, apa kau tahu hotel didekat sini?. “
“ Ya ada, aku merekomendasikan Grand Hyatt Incheon tempatnya sangat bagus dan cukup dekat dari sini, tapi mengapa kau tidak pulang kerumah saja?. “
“ aku tak punya keluarga di sini, keluarga ku semuanya tinggal di London. “
“ Ahh.. Begitu ya, mau ku antar ke sana. Kau pasti belum mengenal rutenya, lagi pula kau harus naik bus untuk menuju ke sana. “
“ baiklah kalau kau tidak keberatan. “
__ADS_1
Angel dan Mingyu menunggu bus selama kurang lebih sepuluh menit, butuh waktu sekitar tiga puluh delapan menit untuk sampai di E- Mart atau perhentian bus selanjutnya. Setelah itu Angel dan Mingyu berjalan kaki sekitar lima menit, barulah mereka tiba di hotel Grand Hyatt Incheon .
“ Kau akan langsung ke busan?. “
“ Sepertinya begitu, hanya butuh waktu dua jam dari sini. “
“ menginap lah dengan ku, aku tak terlalu paham rute bus di sini. Setidaknya kau ajari aku dulu setelah itu baru kau boleh pergi. “
“ Ohh. Tidak bisa, kita bru mengenal jadi aku tidak mau menjatuhkan reputasi ku dengan tidur sekamar bersama orang yang baru aku temui di pesawat. “
“ Mau jangan berpikir demikian, aku akan memesan dua kamar untuk kita. “
“ sepertinya tidak perlu, begini saja berikan nomor mu dengan begitu kita bisa berkomunikasi. Aku tidak akan langsung pulang ke Busan, aku akan menetap di Seoul selama beberapa hari. “
Mingyu bergenyit, memang ia tak punya cukup uang untuk tetap tinggal di Seol . Semua tabungannya telah terpakai untuk berlibur ke Madrid.
“ baiklah, kalau kau memaksa. “
Angel mencoba memesan kamar, namun ternyata hanya tersisa satu kamar kosong. Yaitu kamar dengan Kasur ukuran king, Saat melakukan check-in Angel baru sadar, bahwa akan menjadi sebuah masalah bila ia membiarkan pria ini berada di sampingnya. Angel harus profesional ia tak boleh berinteraksi melebihi batasan, tapi nasi sudah menjadi bubur Angel tak mungkin menarik ucapannya karena tak ingin pria ini curiga. Angel menarik napas dalam kemudian menghampiri Mingyu.
__ADS_1
“ mohon maaf, hanya tersisa satu kamar. Kita bisa berbagi, asalkan kau mau menjaga sopan santun. “
“ bukankah sudah ku bilang ini tidak perlu. Tapi hari sudah siang, dan aku lapar. Jadi mari kita berbagi. “
Hotel Grand Hyatt Incheon , tidak hanya terlihat bagus dari luar namun kamar mereka pun terlihat megah dan mewah, di dalam kamar juga terdapat Televisi layar datar, channel kabel, serta dock iPod. Selain itu terdapat Kamar mandi pribadi, bathtub besar, dan shower terpisah dengan shower rainfall, di sisi lain erdapat Kulkas, minibar, pembuat kopi/teh, ditambah layanan kamar 24 jam. Mingyu memandangi kamar hotel dengan penuh takjub, sementara Angel hanya datar, karena gedung Blood lebih mewah dibanting kan dengan hotel ini.
Saat tengah memperhatikan sikap Mingyu yang ber lebihan, Angel mulai menyadari kebodohannya, namun ia tak mengenal Korea. Berbeda dengan Madrid yang sering ia kunjungi, Ini adalah kali pertama Angel mendapatkan tugas di negara Asia. Ia hanya tak mau tersesat. Setelah makan siang, Angel ingin beristirahat namun ia sadar ada hal yang harus ia lakukan terlebih dahulu. Yaitu pergi ke salon. Sayangnya tubuhnya begitu lemas, sehingga ia langsung terjatuh ke atas kasur dan tertidur. Mingyu baru saja selesai mandi, ia melihat gadis yang terkulai lemas di hadapannya hanya tersenyum simpul. Ia tak memiliki maksud jahat, jadi ia meluruskan posisi Angel yang terkulai.
Ketika malam menjelang Mingyu tidak bisa tidur, berkali\-kali ia memegangi kepalanya. Ia mengalami Jetlag, yaitu gangguan tidur berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari, yang timbul setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat, melewati zona waktu yang berbeda. Angel merasa iba, ia memesan dua cangkir teh Camomile untuk menenangkan Mingyu.
“ Minumlah. “
“ apa ini teh?. “ Mingyu menghirup aroma teh dan kemudian perlahan menyesapnya. “ Camomile, pilihan yang pas. Kau suka teh ini?. “
“ tidak juga, malah ini kali pertama aku meminum teh ini. Ini hasil rekomendasi salah satu pelayanan disini. “
“ ohh.. Begitu. “ Mingyu kembali menyesap teh miliknya.
Angel pun menghirup aroma teh yang nikmat dan begitu menenangkan, namun ketika ia hendak menyesap nya sesuatu terjadi. Mendadak kepalanya dipenuhi oleh bayangan aneh yang tidak dapat ia jelaskan, bahkan hampir menjatuhkan cangkir ditangannya.
__ADS_1
“ Kenapa, kau pusing?. Kalau begitu kemarinan. “ Mingyu mengambil cangkir dari tangan Angel dan menaruhnya diatas meja, kemudian ia membaringkan Angel di kasur.
Angel bingung, apa yang tiba-tiba muncul di kepala nya. Mungkinkah itu adalah apa yang ia lakukan selama ini, mungkinkah rasa penyesalan muncul setelah membunuh sekian banyak orang. Tapi kenapa baru sekarang semuanya terlihat?, mengapa penyesalan baru datang?. Angel tak mampu lagi berpikir jadi perlahan matanya pun kian berat dan Angel tertidur.