
San Francisco, California.
Selena bergegas pulang ke San Francisco, ia mengendarai mobil Lamborghini centenario berwarna dope silver dengan kecepatan tinggi, melewati jalanan California. Selena berhasil menembus waktu dua jam untuk sampai ke markas DarkRiver, dari Las Vegas. lebih cepat satu jam dari waktu yang seharusnya. Selena panik lantaran mendapat telepon mendadak dari Arnold, agar segera mempersiapkan penyamaran untuknya di markas tempat mereka biasa bertemu. Setelah memarkirkan mobil, Selena berlari menuju lift. Karena lift yang tak kunjung terbuka Selena berlari menaiki tangga darurat menuju lantai atas tempat mereka akan bertemu.
“ Aloha Selena, seharusnya kau tiba lebih cepat. Dan kelihatan nya kau begitu terburu-buru. “ Suara Arnold yang muncul ketika Selena hendak membuka pintu membuatnya terkejut bukan main.
“ Tuan Arnold. “ selena menoleh ke belakang, Arnold berjalan ke arahnya. Suara selena gemetar menunjukkan kesan panik, dan Arnold menangkap hal itu dengan sangat baik.
“ Kau gemetaran, ayo kita mengobrol di dalam. “ Arnold memutar knop pintu, berjalan masuk, menjatuhkan diri ke atas sofa, dan meninggalkan Selena yang terpaku di depan pintu.
“ Jangan hanya berdiri di situ, masuklah. “ Selena menuruti perintah Arnold dan duduk di sebelahnya.
“ Sejak tadi kau hanya diam Selena sayang.” Arnold menatap Selena dengan tatapan penuh curiga. “ by the way. Mana peralatan make-up mu?. “
‘ Astaga aku baru ingat, aku meninggalkan sebagian di hotel. ‘ Batin Selena.
“ Ohh itu..., ada di mobil.”
“ Lalu?. “
“ Lalu apa tuan?. “
“ jangan berpura-pura bodoh, cepat ambil. Ternyata kau tidak bisa ku andalkan, sungguh menyesal aku memujimu tempo hari. “ Arnold membentak ke arah Selena, membuat Selena terkejut sekaligus takut. Selena bergegas menuju tempat parkir untuk mengambil perlengkapannya.
Arnold kembali bersandar, ia merasa khawatir. Namun tak tahu kepada siapa, ia merasa tidak enak dan suasana hatinya saat ini benar-benar buruk. Arnold mengambil botol wiski yang tergeletak diatas meja, meneguknya langsung dari botol. Dia menatap langit-langit kamar sambil menyalakan sebatang rokok, dan menghembuskan asapnya ke udara.
Drrrrrttttttt...... Drrrrrttttttt......
“ Ya....., Apa..? ......., bagaimana bisa, lalu bagaimana kondisinya......, dan gadis itu. . ., hilang....... Hotel sebelah mana, peninsula?......., penghianat apa maksudmu Mike.... Tidak mungkin, sekarang cari dan tangkap pembunuhnya. “
__ADS_1
Selena mendengar percakapan dari balik pintu, ia kaget begitu mendengar nama hotel tempat ia menginap di sebut. Dan penghianat, apa Arnold sudah mengetahui penyamarannya?,. Tubuhnya menggigil ketakutan, membuat ia mundur beberapa langkah ke belakang dan seseorang menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh.
“Ah.., maaf aku tak bermaksud. “
“ Tidak masalah, William mengapa kau kemari?. “
“ Bukankah tuan Arnold memerintahkan kita bertiga untuk datang?, ngomong ngomong mana Jake?. “
“ Entahlah. “
“ Pria itu memang selalu begitu, mentang-mentang dia yang paling cerdas diantara kita.” Ujar William dengan nada setengah kesal. “ Kalau begitu ayo kita masuk, kau tahu kan tuan Arnold tidak suka menunggu. “ William mencoba menarik tangan Selena, namun Selena segera menepis nya.
“ Kau duluan. “ Selena mempersilakan William untuk masuk lebih dulu, sementara ia mencoba mengatur nafas sebelum mengekor di belakang William.
Arnold berdiri menghadap jendela dan masih sibuk berbicara di telepon, saat menoleh ke belakang ia melihat dua orang di hadapannya dan segera mematikan telepon.
“ Kabari aku lagi jika ada informasi terbaru. “
“ Mengapa kau kemari?. “ Tanya Arnold dengan datar.
“ Bukankah kau yang meminta kami datang?. “ Jawab William
“ Bukan kau, aku meminta Jacob yang kemari. Mana anak itu?. “ Arnold kembali duduk di sofa. “ Kalian mendekatlah pilih tempat duduk mana yang kalian suka. “
William memilih tempat duduk di seberang Arnold, sementara Selena kembali duduk di sebelah Arnold dengan jarak yang cukup jauh. William memandangi botol anggur dan Wiski juga beberapa gelas yang berada di atas meja, sejujurnya ia merasa haus. Arnold melihat William sekilas, sepertinya ia mengerti isi hati William. Ia membuka botol anggur dan menuangkan isinya ke gelas yang tersedia.
“ Minumlah, kau juga Selena. Kalian pasti haus. “
William segera mengambil gelas berisi anggur tersebut, dalam hitungan detik gelas tersebut sudah kosong.
__ADS_1
“ Enak bukan, ini Wine jenis Chateau lafite. Dibuat di Chateau Lafite Rothschild, yang merupakan sebuah perkebunan anggur terkenal di Perancis. Harganya juga cukup mahal. “ Arnold kembali meneguk Wiski dari botol. “ Sayangnya, aku tidak terlalu suka Anggur. Selena sayang apa kau juga tak suka?. “
Selena terkejut, sedari tadi ia melamun. Ia takut hal buruk akan terjadi, sikap ramah dari Arnold bukanlah hal yang biasa. Justru Arnold biasa bersikap kasar dan Arogan kepada siapa pun, kebaikan darinya bisa menjadi sebuah mimpi buruk.
“ Tidak, aku hanya tidak suka Alkohol. “ Selena berusaha mengelak, ia melihat Arnold menyeringai tajam ke arahnya. Tubuh Selena kembali gemetar, ia terus berdoa agar selamat.
“ Well, sudah cukup basa-basi nya. William tolong jelaskan padaku, apa alasanmu kemari?. Dan kemana perginya Jacob?. “
William hampir tersedak saat pertanyaan itu di lontarkan ke padanya, Air anggur menyembur keluar dari mulutnya. William membersihkannya menggunakan tangan. “ Huh..., bukankah kau yang meminta kami datang?, dan aku tidak tahu ke mana Jake pergi. “
“ Kau masih saja mengelak, sekarang katakan siapa yang memberitahu hal ini?. “ terdapat penekanan pada nada bicara Arnold, yang menunjukkan rasa kesal.
“ Jake, dia yang bilang. Kalau memang aku tak dibutuhkan aku bisa pergi, kau tak perlu repot mengusir ku. “ William tidak suka dengan nada bicara Arnold yang arogan, jika ia tak membutuhkan banyak uang saat ini mungkin ia sudah bekerja di tempat lain.
Selena hanya menunduk, menunggu giliran untuk di Interogasi. William mendengus kesal, dan Arnold kembali meneguk wiski.
“ Baiklah, karena kau sudah di sini. Siapkan senjata terbaikmu yang dapat aku bawa ke mana saja tanpa membuat orang lain curiga, sebaiknya jangan pistol. Sesuatu yang dapat membunuh tanpa menghilangkan bekas, juga sesuatu untuk melindungiku. “ Arnold mendikte dengan cepat, dan William hanya mengangguk kecil.
“ Okay, akan ku siapkan, aku pamit dulu. “ William pergi, meninggalkan Selena berdua dengan Arnold.
Detak jantung Selena kian kencang, ia tak menyukai sedetik pun yang terjadi hari ini. Bukan soal anggur, justru itu adalah minuman favoritnya. Ini Soal Angel, gadis itu hilang. Tepat saat Selena hampir menangkapnya, andai ia tak pergi menemui Mr. Thompson. Andai ia tak pergi ke Las Vegas, dan Andai ia tetap menjadi seorang penata rias. Pastilah ia tidak akan terkena masalah seperti sekarang.
“ Selena. “ Selena mengangkat kepala, dan memandang ke arah Arnold yang tengah memejamkan kedua mata sambil menghisap rokok.
“ Ceritakan padaku tentang Rose, apa saja yang kau lihat dan kau ketahui tentang dia. Maksudku tubuhnya, apa ada tato di sana?. “
Selena tercengang, ia kembali panik. Bibirnya menjadi lebih pucat dari sebelumnya, sorot matanya menunjukkan ketakutan yang mendalam. Dan bibirnya terkatup, tak mampu bersuara, seolah sesuatu menyangkut di kerongkongannya dan menahan suaranya untuk keluar.
“ Mengapa?, apa yang kau takutkan Selena?. Katakan semuanya atau kau ku tembak. “ Arnold mengeluarkan sebuah pistol Raging Bull 454 dari bawah meja dan mengarahkannya tepat di dahi Selena.
__ADS_1
“ Satu gerakan atau satu kebohongan, maka satu peluru akan langsung menembus kepalamu. “