
Keesokan harinya, Di daerah Alpine. Rumah Jessica.
Arnold memacu mobil Aston Martin silver yang ia kendarai dengan kecepatan tinggi melewati Bay brige, saat melewati hutan di perbatasan Nevada, ia melihat ke arah hutan yang terbentang dengan luasnya. Taman nasional Yosemite adalah salah satu area alam belantara luas, mengabungkan beberapa hutan lainnya, termasuk El Dorado dan Tahoe. Sesaat kenangan akan Angel melintas dipikirannya, gadis pembunuh yang tidak pernah melihat keindahan sekeliling. Gadis yang hanya melihat darah seumur hidupnya, tanpa sadar betapa bahagianya bisa menghabiskan waktu bersama orang tercinta.
“ Rose, Jessi pasti suka melihat kau datang. Andai kau ada di sini. “ gumam Arnold.
Arnold tiba di rumah Jessi, ia memarkirkan mobilnya di antara rerumputan yang menjulang tinggi. Arnold tidak merasa khawatir jika mobilnya rusak ataupun lecet terkena duri pohon, ia justru khawatir jika ada yang mengikuti dan mengetahui keberadaannya. Masalahnya bukan tentang Arnold sendiri, ini menyangkut keselamatan keluarga Mike.
Seorang wanita tengah sibuk menyirami pot bunga yang berada di halaman, Arnold mendekat dan menegurnya dengan suara yang ramah.
“ Selamat pagi Jessi, apa menu sarapan pagi ini? . “
Jessi menoleh dan berbalik menyapa dengan ramah. “ Oh.., Arnold Morell, tumben kau datang pagi-pagi sekali. “
Mereka berpelukan sejenak, tak lama dua orang anak kecil saling berkejaran. Salah satu di antara mereka menabrak Arnold, dan tertawa saat paman mereka ikut mengejar. “ Wah..., Kalian mau ke mana, kemari.. “
“ Lari.., ada monster. “ mereka berteriak dan berlari sambil tertawa.
Arnold bergaya layaknya monster raksasa, mengejar anak-anak tersebut hingga ke halaman belakang. Jessi menyelesaikan pekerjaannya dan masuk ke dalam rumah, dari pintu belakang ia berteriak memanggil Arnold.
“ Morell, kemarilah. Ada kue untukmu. “
Arnold masih terguling di tanah, dan anak-anak terus bergulat dengannya.
“ Noah, Stephen. Ada kue kacang kesukaan kalian. “
Begitu mendengar kue kacang, anak-anak tersebut langsung bangkit berlari menuju ruang makan. Arnold ikut berdiri, Mengibas-ngibas pakaian yang terkena tanah, melangkah masuk menuju kursi dan duduk. Saat ia hendak mengambil potongan kue tangannya di pukul oleh Jessi menggunakan centong.
“ Jangan jadi anak kecil tuan Morell, lihat Noah dan Stephen mencuci tangan terlebih dahulu. Kau harus mencontoh kelakuan baik mereka. “
Arnold tersenyum jahil, ia kembali mencoba mengambil kue. Namun piringnya langsung di tarik oleh Jessi. “ Sudah ku bilang, cuci tangan. Aku tak suka jika kau mengeluh sakit perut karena makan dengan tangan kotor. “
Arnold menuruti perintah Jessi, dengan wajah merengut seperti anak kecil yang tak di beri jatah es krim. Anak-anak sudah duduk rapi di meja makan, menyantap kue kacang buatan Jessi dengan lahap. Arnold menyantap kue coklat yang tersedia, sambil bergumam penuh kebahagiaan.
“ Kue coklat mu memang yang terbaik Jessi, menurut ku ini obat terbaik yang pernah ku temui. “
__ADS_1
“ Jangan banyak bicara dan makan saja, setelah itu ceritakan apa masalah mu. “
Anak-anak telah menyelesaikan kue mereka, dan mulai merapikan piring bekas mereka makan dengan membawanya menuju wastafel.
“ Anak pintar, kau harus seperti mereka Morell. “ Jessi menoleh ke arah Arnold, Arnold hanya diam sambil terus menyantap kue coklat. Jessi berbalik memandang anak-anaknya.
“ Anak-anak, pergilah main di kamar saja, paman dan ibu akan ada urusan. “
“ baik mom. “ ujar Noah sambil menarik tangan Stephen menuju kamar mereka.
“ Anak-anak yang penurut, mungkin aku akan punya salah satu dari mereka. “ ujar Arnold sambil menyuap potongan terakhir.
“ Segera lah menikah Morell, maka wanitamu akan memberimu sepasang anak yang manis seperti mereka. “ balas Jessi dengan nada menyindir. “ By the way, mana gadis kemarin?. Kau tak mengajaknya kemari?. “
“ Dia pergi, aku kehilangan dia. “
“ Oh... Maafkan aku, apa dia meninggalkan mu seperti gadis yang lain. Tenang saja, kau muda dan tampan banyak gadis yang mau menikah dengan mu. “ Jessi berdiri dibelakang Arnold dan menepuk pundak Arnold dengan penuh perhatian.
“ Jangan berpikir yang Bukan-bukan, kami hanya sebatas rekan, Dia membunuh salah satu kolegaku, dan sekarang ia melarikan diri. “
“ Mungkin. “ Arnold diam beberapa saat sorot matanya menerawang, pendapat Jessi ada benarnya. Dan memang semua ini hanyalah sebuah kekeliruan, dia salah menerima file. Itu sebabnya ia membunuh rekan sekaligus sahabat Arnold, yang membuat Arnold terguncang.
“ aku turut berduka atas kematian sahabatmu. Dan boleh kah aku bertanya, gadis itu. Kau menyukainya?, kurasa begitu. Dari sorot matamu penuh rasa khawatir, kau tahu terkadang... “
Belum sempat Jessi menyelesaikan ucapannya, Arnold langsung mengalihkan pembicaraan. “ Dimana Mike?. “
“ Oh.., dia sedang keluar, dia bilang akan menyelidiki kematian Mathew. “
“ Begitu ya, kemarin Mike yang memberi tahu mengenai kematian Martin di Las Vegas. Aku kemari bermaksud untuk mencari tahu. “
“ Kau yakin Mike yang menelepon?. “ Arnold sedikit terkejut mendengar pernyataan dari Jessi. “ Ah.., maksudku Handphone nya, hilang sewaktu mengunjungi mu tempo hari, dia pulang dengan kesal. Katanya waktu perjalanan pulang ia berpapasan dengan seorang anak berandal, tak lama berselang seorang menabraknya. Dan begitu pulang kerumah Handphone berserta dompetnya hilang, ku rasa ia di copet. Aku sudah memberi tahu agar segera menghubungi mu, namun dia bilang nanti saja. Lagi pula dia juga bilang bahwa lupa nomor ponselmu. “
“ Mustahil, apa kau bercanda?. “ Arnold bangkit berdiri menimbulkan suara gesekan yang kuat.
“ Tenanglah Morell, mungkin kau hanya salah melihat. Nomor saat itu, bisa jadi temanmu yang lain yang menelepon. “
__ADS_1
Arnold membuka ponsel, melihat daftar panggilan terakhir. Dan ternyata benar, yang menelepon kemarin adalah Mike. Dia juga kembali mengingat suara pria yang menelepon menggunakan ponsel Mike kemarin, namun ingatannya sedang kacau. Kemarin ia terlalu fokus memikirkan keselamatan Angel, dan malah mengabaikan keselamatan kakaknya.
“ Sejak kapan ia pergi?. “
“ Kemarin, terakhir kali aku melihat Mike ia sangat bersemangat. Dia bilang, kebenaran akan terungkap. Dia sudah mendapat kesimpulan sendiri, dan dia perlu pergi kerumah istri almarhum Mathew untuk mengumpulkan bukti. Setelah itu dia akan menemuimu, aku sudah meyakinkan dirinya untuk tidak mengungkit hal ini lagi. Lagi pula Alice sudah bisa menerima kenyataan, aku sering mengunjungi wanita itu. Sungguh wanita yang malang, ia hanya hidup berdua dengan sang anak. “ Jessi bicara panjang lebar dengan nada penuh prihatin dan khawatir.
“ Apa Mike akan baik-baik saja?, ah... Bukannya aku menganggap rendah Mike, kau tahu suami ku itu punya tekad dan ambisi yang kuat. Kemampuannya juga tak bisa di remehkan, aku masih ingat sewaktu kami bertugas. Dia melawan lima puluh orang sekaligus, tanpa senjata dengan kaki yang nyaris patah. “ Jessi mencoba menghibur diri, namun kabut ketakutan menyelimuti pikirannya.
“ Jangan khawatir, aku jamin Mike akan baik-baik saja. Aku sendiri yang akan mencari keberadaannya, mungkin saja dia masih di rumah Alice. “
Arnold membiarkan Jessi bersandar di pundaknya, ia menepuk-nepuk lembut bahu wanita itu. Mike memang pria yang keras kepala, Jessi jauh lebih keras dari pada pria itu. Namun cinta, membuat Jessi luluh. Ia berubah dari Serigala yang kejam menjadi seekor anjing Podle yang lembut. Sedangkan Mike tetap berjiwa Terrier, yang tak bisa berhenti bila sudah mengendus target.
“ Jessi, bisa kau beri tahu dimana kediaman Alice?. “
Jessi mengangkat kepala, ia kembali duduk dalam posisi tegak. “ Akan lebih baik jika aku mengantarmu. “
“ Bagaimana dengan Anak-anak, siapa yang akan menjaga mereka. “
“ Morell, jika Mike dalam bahaya karena berhasil mengungkap jati diri pelaku. Artinya Alice dan anaknya juga dalam bahaya, mengenai anak- anak kita ajak mereka untuk ikut serta. Setelah itu kami berlima akan pergi ke persembunyian untuk menyelamatkan diri, bukan berarti aku tak khawatir dengan Mike. Mike pria yang hebat, aku tahu itu. Sedangkan Alice, dia hanya wanita lemah. Dia bahkan tidak tahu pekerjaan apa yang membuat suaminya tewas mengenaskan, setidaknya aku dapat menjaga mereka semua. “
Arnold diam dan berpikir, perkataan Jessi ada benarnya. Jika Mike tertangkap, artinya Jessi dan anak-anak nya juga dalam bahaya. ia tak terlalu mengkhawatirkan Alice, namun Mathew adalah sahabat karibnya. artinya keluarga Mathew
adalah keluarga nya juga.
“ Baiklah, ajak serta anak-anak. Bawa apa yang di perlukan saja, kita jemput Alice. Setelah itu aku akan mengantar kalian ke tempat persembunyian. “
Jessi tersenyum, ia bergegas memanggil anak-anak nya.
“ Noah, Stephen. Kemasi barang kalian, kita akan berlibur. “
Noah dan Stephen mengikuti nasehat ibunya, mereka bersorak girang begitu mengetahui bahwa mereka akan pergi berlibur. Semua barang sudah dikemas rapi, Arnold menaruh semuanya di bagasi. Anak-anak duduk di kursi belakang, Arnold duduk di kursi pengemudi dan Jessi duduk disebelah-Nya. Mereka menaiki mobil Honda Odyssey berwarna hitam milik Jessi.
“Maafkan aku Arnold, tapi Aston Martin milikmu tidak akan cukup menampung kami semua. “
Arnold tersenyum, ia menyalakan mobil, menginjak gas dan pergi meninggalkan rumah Jessi.
__ADS_1