B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Sembilan Belas


__ADS_3

Los Angeles, California. Amerika Serikat.


Angel tiba di Los Angeles dengan selamat, namun ia sempat berpikir mengapa Arnold tidak menugaskan dia ke Los Angeles terlebih dahulu. Mengingat jarak dari San fransisco menuju Los Angeles hanya tiga ratus delapan puluh dua mil atau sekitar enam jam perjalanan, Angel hanya Berdengus kesal melihat kebodohan Arnold. Ini untuk pertama kalinya ia merasa lelah dengan apa yang di kerjakannya. Seorang gadis menghampiri nya, ia melirik ke arah tangan kiri dan langsung menarik kesimpulan.


“ Selena, sedang apa kau?. “


“ Hah.., ku pikir kau tidak akan mengenaliku?. “


“ jika aku orang bodoh mungkin, tapi gelang mu itu hanya ada satu perbanding sepuluh ribu. Jadi itu pasti kau. “


“ Sebenarnya ini hanya ada satu di dunia, ini pemberian Ayahku. Huh.. Ngomong ngomong namaku Candy jadi kita mau kemana. “


“ aku biasa bekerja sendiri, katakan pada bos mu jangan kirim kan siapa pun lagi untuk mengganggu misi ku “


“ kau ini, aku hanya akan menyiapkan penyamaran baru. Kau akan masuk gedung parlemen sebagai seorang sekretaris. “


“ tak perlu menyamar, aku bisa membunuhnya dari atas gedung seperti seharusnya. “


“ bagaimana kalau kau tertangkap?. “


“ tidak akan, tidak ada jejak. “


“ terserah tapi..., hey taksi. “ selena memanggil taksi memaksa Angel masuk. “ mau permen. “ ujar selena sambil mengunyah salah satu dari butiran cokelat di tangannya.

__ADS_1


“ satu tidak masalah. “


Memang semenjak kedatangannya ke rumah jessica tempo hari Angel sangat suka cokelat, tanpa ragu ia memakan satu buah permen cokelat. Perlahan kepalanya mulai terasa pusing dan Angel pun tertidur.


“ selamat tidur nona, baiklah bawa kami menuju hotel The Peninsula Beverly Hills. “


The Peninsula Beverly Hills adalah hotel mewah bintang lima di persimpangan Wilshire dan Santa Monica Boulevard . Hotel ini merupakan bagian dari The Peninsula Hotels , rantai yang dimiliki oleh Hongkong dan Shanghai Hotels . Dibangun dalam gaya Renaisans klasik, hotel ini terlihat seperti istana Riviera Prancis dan diterangi lampu indah di malam hari. Terselip di balik pohon-pohon yang tinggi dan nyaris tidak terlihat dari jalan, itu sangat mewah daripada mencolok. Jalan berliku yang berjajar dengan pohon-pohon lemon dan telapak tangan membuat lahan terasa seperti labirin yang indah.


Selena memesan sebuah kamar atas nama Candy, ia memilih kamar standar. Ternyata kamar standar lebih besar dari sebagian besar kamar hotel, dan kamar itu memiliki pintu Prancis yang membuka ke pemandangan kota. Terdapat IPad di samping tempat tidur yang mengontrol segala sesuatu mulai dari suhu kamar hingga tanda ‘Jangan ganggu’ yang menyala di sebelah pintu Anda. Fasilitas Oscar de la Renta adalah sentuhan yang bagus di kamar mandi marmer besar, yang mencakup shower dan bathtub.


Selena mengaktifkan mode jangan ganggu, agar tidak ada yang mengganggu saat ia merekonstruksi ulang wajah Angel. Bermodalkan make up dan beberapa kulit sintetik ia mulai mengubah bentuk hidung, dagu, pipi, serta kelopak mata Angel. Kulit Angel yang mulai menguning pertanda pengaruh obat tempo hari mulai menghilang, jadi Selena mengambil suntikan. Menyuntikkan kembali beberapa mili cairan putih ke bawah jaringan kulit angel, hanya dalam waktu dua jam kulit Angel kembali terlihat putih pucat. Tak lupa Selena memakaikan Angel lipstick berwarna merah terang, Selena mengubah Angel mirip seperti snow white di dunia nyata.


Proses rekonstruksi berjalan selama tiga jam, dan setelah satu jam rekonstruksi Angel mulai menggerakkan matanya, pertanda ia mulai siuman.


“ halo Alexandria.., kau terlihat sangat cantik. “


“ what the hell...., kau, apa ini permanen?. “


“ sayang nya tidak, kau bisa membuka penyamaran kapan saja. Kulit sintetik itu hanya bertahan satu hari, setelah itu ia akan mengelupas dengan sendirinya. Dan cairan yang ku berikan tidak sama dengan yang tempo hari, kali ini hanya bertahan dua hari. Jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “


“ Kau memang ahli dalam hal penyamaran, ku harap wajah yang ku lihat saat pertama kita bertemu adalah wajah asli mu bukan hasil make up mu. “


“ hahhaa tenang saja, ini protokol nya. Kita mengubah rencana. Rencananya, kau akan masuk sebagai Alexa sekretaris Tuan Martin Wheeler yang baru bukan di gedung dewan, akan ada pertemuan di Museum Getty. Kabarnya akan ada lukisan terkenal yang baru akan di pajang di sana, dan ini salam dari William.” Selena melemparkan sebuah pistol kecil yang dapat dengan mudah di simpan. Selain itu pistol tersebut aman saat melewati metal detector . “selamat bersenang-senang Alexa. “

__ADS_1


Angel keluar dari hotel dan memesan sebuah taksi, ia memberi intruksi untuk pergi ke Museum Getty Yang hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar tujuh belas menit. Angel pun sampai terlebih dahulu sebelum acara di mulai. Ia mulai memperhatikan arsitektur gedung yang begitu menakjubkan, Desain nya menggabungkan desain modern, taman-taman indah, ruang terbuka, dan pemandangan spektakuler Los Angeles.


Terletak di puncak pegunungan Bukit santai Monica, sejauh mata memandang terlihat pemandangan indah Los Angeles – Samudra Pasifik, Pegunungan San Gabriel, dan pemandangan kota yang indah. Ditambah susunan Batu Travertine berwarna krem dan bertekstur tinggi yang menangkap cahaya California Selatan yang cerah, memantulkan cahaya tajam pada jam-jam pagi, dan memancarkan kehangatan madu di sore hari. Angel terkesima melihat pemandangan yang belum pernah dilihat, sesaat ia merasa seperti gadis bodoh yang melewatkan banyak hal indah hanya untuk menghabisi nyawa banyak orang. Angel mulai masuk melalui pintu depan, terlihat beberapa orang berjaga di sana. Angel mengeluarkan kartu nama dan mengikuti pemeriksaan lebih lanjut, setelah dinyatakan bersih ia pun di izinkan masuk.


Di dalam gedung ternyata tak kalah indah dari yang tampak diluar, terdapat empat paviliun yang terdiri atas beberapa karya seni, di Paviliun Utara menyajikan lukisan-lukisan yang berasal dari tahun seribu enam ratusan, serta seni patung dan seni dekoratif abad pertengahan dan Renaissance. Paviliun Timur menampilkan seni Baroque abad ke-17, termasuk lukisan Belanda, Prancis, Flemish, dan Spanyol, serta seni pahat dan seni dekoratif Italia yang berasal dari tahun seribu enam ratus hingga seribu delapan ratusan Paviliun Selatan memiliki lukisan-lukisan abad ke-18 dan sebagian besar koleksi seni dekoratif Museum Eropa, lengkap dengan kamar-kamar berpanel yang diperaboti secara rumit, mulai dari tahun seribu delapan ratus. Dan Paviliun Barat menampilkan seni pahat dan seni dekoratif Italia pada tahun seribu tujuh ratus hingga seribu sembilan ratusan, lukisan abad ke-19, dan Centre for Photographs. Seni pahat neoklasik, Romantis, dan Simbol dan seni dekoratif juga terlihat.


Setelah puas berkeliling menikmati setiap karya seni yang di pajang, Angel pun pergi menuju galeri lantai dua di bagian paviliun pameran. Terdapat sebuah lukisan yang di tutupi dengan kain hitam, beberapa pencinta seni mulai bergerumul di sekitar tempat itu. Sambil menerka-nerka karya siapa yang akan dipajang kali ini, Angel terus mencari celah. Ia mencari keberadaan Tuan Martin dengan sangat serius, sembari mempelajari letak kamera pengawas dan kondisi sekitar. Angel kembali berjalan hingga bertemu sebuah lorong tanpa kamera pengawas, dan jarang di lalui karena hanya berisi beberapa naskah kuno. Akan cukup efektif bila ia berhasil menjebak Tuan Martin ke sana.


Angel berjalan dan berhenti di sebuah lukisan bunga iris karya Vincent William van Gogh, Angel memandangi nya dengan penuh perhatian. Ia tak paham apa pun tentang seni lukis namun baginya lukisan ini begitu tenang dan indah.


“ apa kau penyuka lukisan?. “ suara parau menghancurkan lamunan Angel, ia menoleh ke arah suara itu berasal.


Seorang pria berumah sekitar enam puluh tahunan memandang Angel lekat- lekat, ia memperhatikan name tag yang tergantung di saku kiri Angel.


“ Ah.., jadi kau asisten baru ku ya. “


“ ah.., Tuan Martin senang bertemu dengan Anda. “ ujar Angel sambil bersalaman dengan Tuan Martin.


“ Lukisan yang indah bukan, tapi lukisan ini akan terlihat biasa saja bila seorang gadis cantik seperti mu berada di dekatnya. “ Nada suara Martin terdengar lembut dan menggoda. Bahkan ia tak melepas genggaman tangan Angel, ia hanya mengelus nya lembut.


“ ya. “ Angel menarik tangannya perlahan.


Tatapan mata Martin begitu buas, bahkan lebih buas dari tatapan Arnold. Lensa Matanya yang sebiru lautan memancarkan gairah tak terbendung.

__ADS_1


“ kemarilah kita harus segera memulai acaranya, dan setelah itu ku antar kau pulang. “


Martin membawa Angel dengan cara merangkul pinggulnya, membuat Angel berusaha menjaga jarak.


__ADS_2