B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Dua puluh Enam


__ADS_3

(Ruang bawah tanah Ricard.)


“Bagaimana Ricard?, sudah dua hari, apa ada kabar dari Angel.? “


“ Belum ayah, Masih butuh beberapa jam lagi. Aku sudah berusaha sebisaku, aku menyesal tidak mengaktifkan terlebih dahulu sebelumnya. Seharusnya begitu ia pergi dengan pria itu aku sudah mengaktifkan GPS di tubuhnya. “


Mr. Blood menarik nafas, ia duduk di sebuah sofa panjang yang terdapat di sebelah kiri. Terlalu banyak tekanan, membuat bobot tubuhnya menurun drastis. Tumpukan lemak diperutnya pun sudah kian banyak, membuat perutnya lembek seperti perut ****. Ototnya yang dulu kekar mulai menyusut, tatapan mata yang tajam sudah menjadi satu. Terkadang jantungnya pun berdetak tak karuan, dan sesekali ia kesulitan bernafas. Ricard memandang ayahnya dengan tatapan sedih, untuk saat ini mereka tak bisa pergi ke markas. Terdapat banyak konflik disana, banyak penghianat dan banyak pula yang mengundurkan diri.


“ Aku menyesal telah menandatangani kontrak dengan DrakRiver, mereka memang licik. Mereka sudah mengambil segalanya dariku, tapi aku tak bisa. Demi Tuhan aku tak bisa berpisah dengan malaikatku. “ Tanpa sepengetahuan Ricard, Mr. Blood mulai menitikkan air mata.


“ Ayah, kau berlebihan. Apa yang membuatmu terus memikirkan Angel, gadis itu bisa menjaga dirinya sendiri. “ Ricard menjawab tanpa menatap mata Mr. Blood, ia hanya focus pada layar virtual di hadapannya.


“ Tidak nak, dia berharga. Aku berani menyerahkan segalanya, tetapi tidak dengan gadis itu. Dia malaikat, kumohon nak. Jika ini menjadi keinginan terakhir ayah, ayah sangat ingin Angel selamat. Dan izinkan ayah bertemu dengannya satu kali saja. “


Ricard tak terlalu menghiraukan perkataan ayahnya, justru ia diam-diam mulai membenci Angel. Ayahnya lebih menyayangi Angel, dan lebih mementingkan gadis itu ketimbang dirinya sendiri. Pintu berlapis baja mulai terbuka, mengeluarkan suara khas yang membuat Ricard menoleh. Sosok wanita berdiri dari balik bayangan putih, ia menyadari gadis itu mendekat dan langsung memulai obrolan.


“ Bagaimana Lois?, ada kabar apa?. Apa kau berhasil menangkap provokatornya?. “


“ Saat ini belum, namun suasananya mulai dingin. Aku berhasil mendapatkan kepercayaan mereka lagi, beruntung belum ada yang benar-benar mengundurkan diri. “ Lois menarik kursi putih dengan roda di bawahnya, ia melirik ke sebelah kiri terdapat Mr. Blood yang tertidur pulas di sana.


“ Kerja bagus. “ Ujar Ricard dengan tetap memandangi layar.


Suasana menjadi hening, Lois yang mulai merasa bosan memandang sekeliling. Ruang bawah tanah Ricard sangat besar, hampir sebanding dengan kamar apartemen. Sebuah komputer dengan layar virtual besar akan langsung menyambut begitu pintu terbuka, dengan beberapa peralatan canggih yang tak diketahui fungsinya, terdapat juga banyak tabung percobaan dengan beberapa tikus putih yang merupakan bahan eksperimen Ricard, Fasilitas di dalam ruangan ini pun lengkap, terdapat sebuah Sofa panjang yang empuk, sebuah kamar mandi lengkap dengan shower dan bathtub, sebuah kulkas lengkap dengan isiny dan AC. Lois berjalan menuju kulkas dan mengambil sekaleng soda, terdapat banyak makanan basi di dalam kulkas yang langsung di lempar Lois ketempat sampah. Lois meminumnya sambil berjalan ke arah Sofa panjang tempat Mr. Blood tertidur sekedar untuk mengecek keadaan pria tua tersebut, Lois kaget melihat wajah Mr. Blood yang begitu tirus dan pucat dengan darah segar yang mengalir dari hidungnya. Lois mulai menyentuh tubuh Mr. Blood, tubuh pria itu sedingin es. Lois panik dan mulai mengguncang guncang tubuh Mr. Blood.


“ Tuan... Tuan.... Kumohon bangun tuan. tuan...... “


Mendengar suara panik dari Lois membuat Ricard menghentikan pekerjaannya, dan berbalik berjalan ke arah Lois. “ Ada apa?, mengapa kau begitu panik?. “

__ADS_1


Lois mundur memberi jarak agar Ricard bisa melihat kondisi Mr. Blood. “ Ayah...., apa yang kau lakukan pada ayahku?. “


“ Demi Tuhan, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya mengecek kondisi Mr. Blood, dan keadaanya..... “ Lois hampir menangis, begitu juga dengan Ricard.


“ Ayo kita bawa ayah ke atas, jangan beri tahu siapa pun. Dan telepon ambulans. “ Ricard membersihkan darah dari hidung Mr. Blood, dan menggendong pria itu keluar dari ruangan. Lois mengikuti Ricard, sambil menelepon bantuan. Sesampainya di lantai atas yang merupakan sebuah rumah sederhana milik keluarga Blood, Ricard segera lari menuju pintu depan. Sebuah ambulans telah siap siaga, dan membawa pergi Mr. Blood.


“ Lois, kau jaga ayahku. Ingat pesanku jangan beri tahu siapa pun. Ada masalah lain yang harus aku selesaikan. “ terdapat banyak penekanan dalam pesan singkat Ricard, Lois mengangguk tanda setuju dan kemudian ikut menaiki ambulans.


‘ Ayah.., kumohon, kau harus selamat. Akan kutemukan Angel secepatnya, aku berjanji dia akan baik-baik saja. ‘ Batin Ricard. Ia kembali turun menuju ruang bawah tanah, dan berkutat dengan layar virtual di depannya.


(Di rumah sakit.)


Lois berjalan menyusuri koridor rumah sakit, mengikuti langkah para medis. Namun langkahnya terhenti di depan ruangan ICU, sementara para medis terus mendorong Mr. Blood masuk ke dalam ruangan. Lois melihat dari balik pintu, berulang kali dokter mengatur ulang alat Defribilator, yaitu stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung. Lois tak kuasa melihat hal itu, ia memilih untuk duduk. Namun kegelisahannya mulai memuncak, akhirnya ia hanya mondar-mandir di Koridor rumah sakit. Waktu berjalan dengan lambat, setiap detik terasa menegangkan. Berulang kali Lois membuka dan menutup ponsel miliknya, seraya berpikir haruskah ia menghubungi Ricard atau tidak.


Dua jam berlalu, seorang dokter dan beberapa perawat keluar dari ruang ICU. Melihat pria bersetelan hijau keluar Lois langsung menghadangnya.


“ Bagaimana kondisi ayahku?. “


“ Aku melihat darah keluar dari hidungnya, apa itu tak berarti apappun?. “


“ Tidak, mungkin itu akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat pengencer darah. Saat ini keadaannya kritis, jadi anda tidak boleh menjenguknya masuk ke dalam ruangan cukup dari pintu depan saja. Semoga besok kondisinya lebih baik lagi, kalau begitu saya izin pamit. “


Lois mendengus lega, namun ia merasa khawatir dengan keadaan Mr. Blood. Pria kekar yang paling di takuti terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dengan banyak selang serta peralatan medis lain terpasang di tubuhnya. Lois pun segera mengaktifkan ponsel guna menelepon Ricard.


( Diruang bawah tanah Ricard.)


Ricard kembali berkutik dengan layar virtual dihadapannya, ia terus mencari data. Dan sesekali melihat perkembangan GPS di tubuh Angel, ia lega begitu melihat waktu yang di perlukan tinggal lima menit lagi. Ricard kembali ke panel di sebelahnya, dan tersenyum ruang saat mendapati usahanya berhasil. Ia kembali menggeser panel melihat GPS Angel yang hanya tersisa hitungan mundur dalam..

__ADS_1


Lima


Empat


Tiga


Dua


Satu


Ting. ......


Layar langsung berubah menjadi maps satelit, menunjukkan keberadaan Angel. Ricard mulai menganalisis, wajah Angel terlihat berbeda. Mungkin karena warna rambutnya yang berubah, Ricard mengetik kembali. Mencari lokasi yang akurat.


‘ Ternyata Angel saat ini berada di London. ‘ batin Ricard.


Drrttttt......


“ Halo Lois bagaimana kondisi ayah?. . ........ Syukur jika dia selamat, mengenai darah yang keluar dari hidung? ......... Jaga ayah dengan baik jangan sampai lengah aku akan segera menuju rumah sakit. “


Ricard mematikan telepon, ia naik ke lantai atas dan mengendarai motor Ducati monster 1200R berwarna merah hitam menuju rumah sakit. Jarak rumah sakit yang tidak terlalu jauh membuat Ricard sampai dalam waktu singkat, Ricard memarkirkan motor dan berlari melewati koridor rumah sakit menuju ruang ICU.


“ Lois, Terima kasih. “ Ricard memeluk Lois dengan erat, Lois membalas pelukan singkat tersebut dengan sebuah senyuman.


“ Apa kau sudah dapat lokasinya?. “ Lois malu, namun ia berusaha menutupinya dengan berbicara secara spontan dan datar.


“ Ya..., Angel sekarang berada di London, aku sudah dapat lokasi yang akurat. Sepertinya keadaannya cukup baik. “

__ADS_1


“ London?. Kalau begitu akan kusiapkan agen setia kita, dan. “ Lois menghentikan perkataan sejenak. Ia menarik nafas panjang sebelum melanjutkannya “ Aku akan ikut serta dalam misi ini. “


“ Berhati-hatilah, aku tidak ingin kau terluka. “ ujar Ricard sambil menyentuh pipi Lois dengan lembut.


__ADS_2