B.L.O.O.D ( BlackRose)

B.L.O.O.D ( BlackRose)
Dua puluh Satu


__ADS_3

Los Angeles, The Federal bar & club


“ Selena kau terlambat. “


Seorang pria dengan rambut sedikit ber uban, bermata cokelat serta tubuh yang besar dan tegap, berumur sekitar enam puluh lima tahunan menyapa selena yang baru saja sampai, kemudian selena duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan pria tersebut.


“ maaf tuan, aku hanya sedang menjalankan tugas. “


“ bagaimana gadis itu apa ia baik-baik saja. “


“ ya.., dia sangat baik. Tak ku sangka kemampuannya sangat luar biasa, melebihi ekspektasi. “


“ gadis itu memang hebat. Aku sudah menduganya sejak awal, dia lawan yang sangat tangguh bukankah begitu.? “ ujar pria tersebut sambil sesekali menghisap rokok dan menghembuskan asapnya ke udara.


“ ya, anda benar. “


“ apa kau sudah mendapatkan informasi lain mengenai dirinya?. “


“ untuk saat ini belum, hanya saja aku yakin dia orang yang kita cari selama ini. “


“ dari mana kau tahu?. “


“ aku melihatnya setengah telanjang sewaktu aku melakukan operasi kecil untuk penyamaran, dan aku melihat tato itu lengan kirinya.”


“ jadi benar dia orang nya, apa ada yang mengetahui tentang tato itu?. “


“ Kurasa tidak, dia tidak pernah memakai pakaian lengan pendek atau tanpa lengan. Kurasa ia menyadari tato itu dan berusaha menutupi nya. “

__ADS_1


“ tetap selidiki, usahakan kau selalu berada di dekatnya. Aku juga sudah mengirim beberapa mata mata untuk membuntuti dirinya, oh ya aku lupa.., ponselnya apa kau sudah mengatur GPS nya agar bisa kita lacak?. “


“ sudah, malah aku memakaikan nya anting dengan GPS. Aku takut ia meninggalkan ponselnya lagi. “


Kemudian suasana di antara mereka hening, Selena menegak sampanye untuk meredakan tenggorokannya yang mulai terasa kering. Suasana hening pun pecah lantaran handphone pria tersebut berdering.


“ ya halo..., apa ledakan?......, bagaimana kondisinya sekarang...., jangan katakan kalian kehilangan jejaknya, terus cari di mana gadis itu berada. Aku tidak ingin dia lolos dari pengawasan kita. “ pria tersebut mematikan telepon. “ selena sebaiknya kau kembali ke hotel pastikan gadis itu berada di sana. “


“ baik. “


Tanpa banyak bicara Selena mengikuti perintah dari tuannya, Selena segera keluar dari Bar dan mencari taksi. Selena meminta sopir taksi untuk mempercepat laju kendaraannya, beruntung jalanan Los Angeles tidak macet meski kondisi jalanan padat merayap. Selena terus merasa gelisah, entah mengapa firasatnya sangat buruk mengenai Angel. Selena membuka tas jinjing yang dibawanya mencari sesuatu untuk melacak keberadaan Angel.


“Sial.., handphone ku sedang di charger di kamar hotel. Seharusnya aku membawanya tadi. “


Perasaan gelisah kian meluap, biasanya hanya butuh waktu empat puluh empat menit untuk sampai ke hotel peninsula. Dan sekarang sudah hampir empat puluh lima menit, Sesekali selena mengatur nafas sekedar untuk memenangkan diri. Selena memang tipe yang mudah panik dan gelisah bila sedang menjalani misi, itu sebabnya ia lebih suka menjadi penata rias ketimbang mata-mata.


Setibanya di Hotel peninsula Selena berlari ke lantai atas dan mendapati kamar nya kosong, ia melirik ke arah lantai di samping tempat tidur. Banyak bekas kulit sintetis berhamburan, pertanda bahwa Angel sudah kemari lebih dulu. Selena juga mendapati sebuah pistol Glock Meyer 22 tergeletak di atas meja.


“ permisi, apa ada orang yang mengunjungi kamar atas nama candy?.”


“ oh iya, tadi ada seorang pria mengaku sebagai ayahnya candy. Ia mampir dan menunjukkan pesan bahwa Candy meminta ayahnya untuk menunggu di dalam kamar. “


“ seperti apa rupanya?. “


“ tingginya mungkin seratus tujuh puluh lima sentimeter dengan rambut hitam yang di selingi uban, dan mata berwarna biru. “


“ Berapa umurnya?. “

__ADS_1


“ Aku tidak tahu pasti nona, mungkin sekitar enam puluhan. Mohon maaf apa ada yang bisa kami bantu?. “


“ ya, pria itu bukan ayahku. “


Wajah sang resepsionis terlihat terkejut dan sedikit pucat. “ jadi anda nona Candy?. “


“ ya, katakan padaku ke mana dia pergi?. “


“ aku tidak tahu, tadi dia bersama seorang gadis jadi ku pikir dia anaknya. “


“ sialan, bagaimana bisa kau begitu ceroboh. Seharusnya kau tidak mengizinkan siapa pun masuk meski dia mengaku sebagai ayah dari seorang gadis yang menyewa hotel. “ Selena lepas kendali, ia mencengkram kerah baju sangat resepsionis.


Seorang petugas keamanan kemudian datang mendekat berusaha untuk melerai keduanya.


“ berapa kau di bayar dasar wanita murahan. “ selena melepaskan cengkraman nya.


Selena naik kembali ke kamar, mengambil beberapa barang dan secepatnya berusaha pergi meninggalkan hotel tersebut. Di pintu depan dekat meja resepsionis terlihat seorang pria ber jas rapi hendak menghampiri selena.


“ nona Candy, bisa tolong jelaskan apa yang terjadi. Anda menyerang salah satu pegawai kami membuat ia mengalami sesak nafas karena shock. “


“ apa anda manager di sini?. “


“ ya nona saya... “ belum sempat pria itu mengeluarkan kata kata Selena langsung memotongnya.


“ bagus, lain kali katakan pada resepsionis mu agar tidak sembarangan menyerahkan kunci kamar yang sudah di pesan orang lain. “ Selena melengos dan berjalan kian cepat menuju pintu keluar.


Tampak sang manager hotel mencoba menghentikan selena namun usahanya gagal, Selena telah menaiki taksi dan pergi menjauh.

__ADS_1


‘ apa yang harus ku lakukan?, ke mana aku akan mencari Rose. Kalau sampai tuan Arnold tahu bisa gawat, terlebih kalau tuan Tompshon


juga tahu. '


__ADS_2