
Pengunjung kian Ramai berdatangan, sekitar sepuluh menit lagi acara dimulai. Namun kali ini rencana Angel sedikit terganggu lantaran Tuan Martin memaksa Angel untuk tetap berada di sisinya. Kata sambutan dari pihak Museum dan tuan Martin selesai, maka secara otomatis kain hitam itu akan di buka. Beberapa pegawai mulai menarik kain yang menutupi lukisan secara perlahan, para paparazi dan beberapa pengunjung mulai bersikap dengan kamera mereka masing-masing.
“ Waaa aaaah. “ teriakan kompak dari semua orang yang tengah menonton, paparazi tak hentinya mengambil gambar. Beberapa mulai memuji lukisan itu, ada yang kebingungan namun ada pula yang dengan angkuh menjelaskan dari mana lukisan itu berasal.
“ apa kau mengerti makna lukisan itu?. “ Lagi suara parau Martin mengejutkan Angel.
Angel menatap lukisan itu dengan seksama, ia tak mengerti dengan baik soal lukisan. Lukisan di hadapannya terlihat abstrak, tiga buah jam yang meleleh, gerombolan semut dengan latar suasana gurun pasir. Martin memperhatikan Angel, lekuk hidung yang indah, bibir merah yang menggoda serta mata hitam yang begitu menawan. Pipinya yang sedikit chubby membuat Angel sangat mirip dengan snow white versi modern.
“ sepertinya kau tidak begitu paham soal lukisan, tapi tidak masalah karena tugasmu tidak berhubungan dengan lukisan.” Martin tersenyum dengan mata melirik kerah baju Angel yang sedikit terbuka.
“ ini adalah salah satu karya paling spektakuler di dunia, judulnya ‘ The Persistence of Memory’ yang dilukis oleh Salvador Dali pada tahun 1931 ketika ia masih berusia dua puluh delapan tahun, kami mengadakan pertukaran koleksi benda seni dengan Museum of Modern Art dan kami mendapat kesempatan untuk memajang karya yang begitu agung ini. “
Angel memperhatikan dengan seksama, ia mencoba mencerna setiap informasi yang di sampaikan oleh Martin. Melihat Angel yang begitu antusias ia kembali buka suara.
“ kau lihat Bukit yang berada sebagai latar lukisan, itu merupakan sebuah bukit yang berada di Cape Creus, Catalonia, sebuah tempat dimana Salvador Dali dilahirkan. Tepatnya pada kota Figueres, Catalonia, Spanyol. Dan lihat lah jam yang terlihat meleleh. Menurut Dali, jam yang nampak seperti meleleh merupakan waktu yang tidak memiliki makna, ‘ time has no meaning ‘. Dan lihat lah gurun yang begitu tandus, Sebuah gurun merupakan suatu tempat dimana kekosongan hidup. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh manusia yang berada di gurun kecuali berjalan menemukan jalan keluar dari gurun tersebut. Ini berkaitan juga dengan gambar semut yang berada di sana, Semut di dalam lukisan dapat diartikan menjadi sebuah kerusakan atau kehilangan. Kita semua sendiri sudah mengetahui bahwa, Dengan manusia berjalan tanpa penopang hidup di suatu gurun yang sangat panas, cepat atau lambat, waktu akan memakan sisa hidup manusia tersebut.”
“ anda benar-benar paham arti dari setiap goresan pada kanvas. “ ujar Angel dengan penuh rasa kagum, karena ini adalah hal baru untuknya. Hal yang tak pernah ia pelajari di organisasi Blood.
“ tidak juga, itu hanya sebuah pendapat umum sayang. Banyak spekulasi mengenai lukisan ini, asal kau tahu tidak hanya goresan pada kanvas bahkan goresan pada seprai pun dapat kumengerti dengan baik. “ Martin tersenyum penuh gairah.
Angel hanya tersenyum kecut.
‘ ternyata otak pria semuanya sama saja. Mereka tak bisa memikirkan hal lain saat melihat wanita seksi dan cantik , selalu berpikiran mesum. ‘ batin Angel
“ ah.., setengah jam lagi ada rapat ternyata. Alexa sebagai asisten yang baik kita bisa bersama pergi menuju kantor. “
__ADS_1
Angel dan Martin pun keluar dari Museum menuju sebuah mobil Cadillac hitam yang sudah terparkir di depan pintu masuk, Kepala Angel mulai merasakan sensasi aneh itu lagi. Pikirannya kembali seperti kaleidoskop berputar dengan sangat cepat, tanpa sadar ia memegangi pelipis kirinya.
“ area you okay?. “
Angel mengangguk dan masuk terlebih dahulu di iringi Martin yang kemudian duduk di sebelah nya. Sopir mulai menghidupkan mesin dan berjalan beriringan dengan mobil pengawal yang berada di depan dan di belakang, di dalam mobil Martin terus berusaha menggoda Angel dengan buas bakal binatang liar yang kelaparan. Sesekali ia mengusap paha Angel, dan berulang kali pula Angel menepis nya. Perjalanan berlangsung tenang hingga mereka tiba di sebuah gang yang sepi.
“ Pak, aku tidak ingat kita akan melewati rute ini. “ sang sopir tak menanggapi, ia hanya melirik ke spion.
Kemudian dari arah belakang.
Bommmm.. Duarrrrrr...
Mobil pengawal mereka meledak tepat di belokan, sang sopir melepas topi dan membuka pintu mobil yang semula terkunci.
“ Sal del auto ... rápido. “
“ jangan berpikiran untuk berteriak apa lagi berlari nona. “ seorang pria menarik rambut Angel hingga ia hampir tersungkur.
Angel menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri. Sementara pria di depannya terus mengoceh tak karuan, yang sesekali di jawab oleh Martin. Seorang pria kembali menarik rambut Angel dari belakang, ia mengamati wajah Angel dan pria lainnya membelai wajahnya dengan lembut.
“ suruh mereka berlutut. “ ujar pria yang sebelumnya adalah sopir Martin. Sebuah pistol di arahkan tepat ke dahi Angel. “ berikan uangnya atau wanita ini ku bunuh. “
“ bunuh saja dia, dia bukan siapa-siapa. “ jawab Martin tanpa ragu.
“ baiklah kalau begitu. “
__ADS_1
Angel membuka mata memandangi sekeliling dalam beberapa detik.
’ posisinya lima banding satu. ‘ batin Angel
Saat sopir itu hendak menarik pelatuknya Dengan sigap Angel menarik pistol, memukul sang sopir tepat di bagian hidung membuat ia sempat mundur beberapa senti, menyapukan kaki kirinya ke belakang membuat pria yang sedari tadi menarik rambutnya terjatuh, dengan cepat Angel berdiri menembak sopir tepat di dahi. Seorang pria mencoba menyerangnya dari arah kanan, angel memutar dan secepat mungkin menembak.
“ tepat sasaran. “
Tiga pria lainnya mencoba untuk menyerang Angel bersamaan, Angel melompat. Melakukan gerakan seperti menggunting mengunakan kedua kakinya di bagian leher lawan , hingga leher pria itu patah. Angel kembali bangkit, Menendang salah seorang tepat di selangkangan dan menembak pria yang mencoba menyerang dari belakang tepat di jantung, pria yang terkena tendang anak tepat di selangkangan mencoba bangkit menyerang Angel dari depan namun peluru Angel sudah lebih dahulu bersarang di kepalanya. Martin begitu tercengang melihat wanita di depannya, gerakan Angel sangat cepat dan dinamis.
“ bravo..., kau hebat sekali sayang. “
Dorr...
Sebuah peluru melesat cepat mengenai jantung Martin.
“Vete al infierno, bastardo. “
Angel menatap Martin yang sekarat hingga menghembuskan nafas terakhir nya, entah mengapa perasaan De javu kembali muncul di kepala Angel. Seakan ia pernah mengalami hal serupa sebelumnya, ia hampir pingsan namun kembali bangkit. Ia berjalan terhuyung huyung menuju jalan raya, sebuah taksi muncul di hadapannya Angel bergegas naik dan meminta di antar ke hotel tempat ia menginap. Beruntung ia menyimpan beberapa dolar yang di selipkan ke dalam bra, tempat penyimpanan yang aneh, namun sangat efektif bila kita dalam situasi genting. Seperti perampokan di jalan, penculikan, atau yang lebih buruk lagi yang di alami Angel sekarang. Sepanjang perjalanan Angel memijit mijit kepalanya yang mulai berdenyut tak karuan, entah sejak kapan ia menderita migrain. Yang jelas ini sungguh menyiksa.
Sesampainya di hotel Angel segera naik menuju kamar tempat ia dan selena menginap, setelah mengunci pintu tanpa pikir panjang ia menjatuhkan diri ke atas kasur. Matanya mulai terasa berat, kantuk hebat mulai menyerang. Dan saat Angel hendak tertidur, suara tegas nanti lembut membuatnya kembali terjaga.
“ halo Rose, tak ku sangka kau secantik ini. “
“ Siapa kau?, bagaimana kau bisa masuk?. “ Angel menatap penuh curiga lelaki di hadapannya, lelaki berambut pirang dan mata biru yang indah. Tatapannya begitu lembut namun berbahaya.
__ADS_1
“ tak perlu kau tahu siapa aku, ada hal yang lebih penting, yang harus kau ketahui. Ini mengenai dirimu Angel. “