Badboy For Little Girl

Badboy For Little Girl
Mencarinya


__ADS_3

Sebulan berlalu ...


Semenjak urusan dengan Almira di rumah sakit sudah selesai, pria itu kembali beraktifitas seperti biasa. Urusan dengan orang yang mengeroyoknya tempo hari juga sudah terselesaikan, keempat orang itu mendekam di hotel prodeo, namun mereka belum mengaku siapa biang kerok sesungguhnya. Namun Arash punya feeling pasti geng motor saingannya yang mengerjai dirinya.


Daddy Erick kali ini benar-benar mengecam Arash untuk tidak terlibat kembali dengan geng motornya, tapi itu hanya dianggap angin lalu oleh Arash. Diam-diam tanpa sepengetahuan Daddy Erick, dia masih mengadakan balapan liar di daerah Kemayoran dengan meminjam motor sport milik Jack.


Tapi selama dia kembali dengan geng motornya, hatinya terasa hampa, tidak seperti dulu dia bisa merasakan kebahagiaannya dan rasa puas, jiwanya serasa bebas jika sudah memenangi balapan liar itu.


Dan tahukah apa yang Bang Wowo lakukan selama dua minggu terakhir ini, diam-diam Bang Wowo hampir setiap hari suka menunggu seseorang di depan gerbang sekolah Neng Kunti dengan mobilnya, namun sayangnya yang ditunggu orangnya tidak pernah muncul. Bang Wowo langsung bawaannya menggerutu, dan sudah bisa dipastikan hatinya kesal.


“Bang katanya udah gak mau ketemu lagi, kenapa nih ada di depan gerbangnya Neng Kunti?”


“Ck ... mulai deh Mommy Ghina ikut campur deh,” jawab Arash ketus.


“Cie ... Cie lagi kangen ya Bang Wowo sama Neng Kunti ... Udah sebulan gak ketemu ya ...,” goda Mommy Ghina.


Arash memutar malas bola matanya, lalu kembali menatap gerbang sekolah SMU International itu dari balik kemudinya.


Pria itu tidak tahu aja jika Almira home schooling di mansion selama sebulan ini agar kondisi punggung Almira  benar-benar fit untuk kembali bersekolah dan beraktifitas seperti biasa.


Satu persatu dia memperhatikan siswi yang keluar, pas dia melihat Siti, Arash buru-buru keluar dari mobilnya.


“Siti ...” panggil Arash dari kejauhan, agar gadis itu tidak melangkahkan kakinya lebih jauh lagi.


Siti menghentikan langkah kakinya lalu menatap pria yang memanggilnya mendekati dirinya.


“Siti ... Kunti mana?” tanya Arash.


Siti mengerutkan keningnya. “Siapa Kunti, Kak?” balik bertanya Siti.


“Duh ... Itu si Almira,” ralat Arash.


Kayaknya nih cowok dikerjain boleh juga nih! Enak aja temen aku masih aja dipanggil Kunti!


“Loh memangnya Kak Arash gak tahu kabarnya Almira?”


Pria itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Gak tahu.”


“Almira lagi dipingit, beberapa hari lagi mau tunangan sama Ustadz Ridwan,” kata Siti, ini bener atau bohong??


Please Mommy Ghina gak boleh kasih tahu Bang Wowo! Batin Siti.

__ADS_1


Oke siap Neng Siti, Mommy Ghina tutup mulut.


DEG!


Jantung Arash berdenyut, bibirnya pun ikutan berdenyut eeh salah maksudnya berkedut. “Jangan bercanda lo, masa belum lulus sekolah udah mau tunangan saja!” ejek Arash.


Siti menunjukkan wajah seriusnya, tidak bercanda. “Buat apa aku bercanda, memang beneran kok. Acaranya kalau gak salah tiga hari lagi,” jawab Siti.


DEG!


Tadi jantung yang berdenyut, sekarang hati yang sakit bagaikan tersayat benda tajam. Melihat wajah serius Siti, membuat pria bermata biru itu sesaat bergeming.


Seriuskah si Kunti mau tunangan dengan Ustadz Ridwan. Gak-gak mungkin, sebulan yang lalu kami mau dijodohkan sama Daddy dan Papa nya ... Ya walau kami berdua menolak ... tapi tidak secepat ini dia tunangan dengan Ustadz Ridwan.


“Boleh gue minta nomor ponsel Almira?” tanya Arash.


“Maaf Kak Arash, aku tidak bisa memberikannya tanpa seizin Almira.” Siti masih bersikukuh pada pendiriannya.


Arash mendesah lalu menyugar rambutnya. Bodoh banget gue, harusnya waktu di rumah sakit gue minta nomor ponselnya!


“Memangnya lo gak bisa berbaik hati kasih nomor ponsel si Almira, gue bayar deh 500 ribu,” pinta Arash, sambil merogoh kantong celananya.


Wajah Arash mendadak terlihat tak enak, berasa kayak maling yang gak ngaku. Akhirnya dia tidak bisa menjawab, dan membiarkan Siti berpamitan untuk pulang.


Makanya Kak Arash, jangan sok gengsi ... Kalau suka bilang aja, jangan sok bilang gak suka, tapi malah nyariin di sekolah.


Siti menahan tawanya agar tak lepas saat berpamitan dengan Arash. Sedangkan Arash dengan langkah kaki yang tergontai kembali ke mobilnya yang terparkir di pinggir sekolah Almira.


“Eeergrh!” Arash membanting stir mobilnya sembari berteriak kencang, meluapkan emosi kesalnya.


“Kunti, gue kan udah bilang gue gak suka lihat lo sama tuh ustadz, kenapa sekarang kabarnya mau tunangan!” geram Arash sendiri.


Pria itu menangkupkan wajahnya di atas stir kemudinya. “Mommy Ghina, bantu Arash dong,” panggil Arash pelan.


“Ck ... Ck ... ogah ... Mommy gak mau bantuin, usaha aja sendiri. Yang di kata sama Siti udah bener, katanya gak mau ketemu sama Almira, tapi malah cariin. Lain dimulut lain dihati!”


Pria itu mendesis kembali, sembari menghentakkan kedua kakinya, aah rasanya Mommy pengen tertawa. Selamat berusaha Bang Wowo! Fighting!


Dengan hati yang kesal plus kecewa, pria itu kembali ke kampusnya.


...----------------...

__ADS_1


P. University


Sebenarnya pria itu sudah malas untuk melanjutkan mata kuliah siang ini, namun terpaksa karena malas untuk mengulang kembali, apalagi sebentar lagi dia harus mengurus skripsi tugas akhirnya.


Sherina sang kekasih sudah menunggunya di lobby kampus, melihat kedatangan Arash, dia langsung menghampirinya.


“Hai, sayangku,” sapa Sherina sambil menggamit lengan Arash.


“Mmm ... “ gumam Arash, malas menjawabnya.


“Kamu kok kelihatan gak bersemangat begitu? Lagi sakitkah?” tanya Sherina dengan tatapan penuh perhatian.


“Gak sakit, cuma lagi gak semangat,” jawab Arash.


Sherina menaikkan salah satu alis matanya seakan ada ide yang terlintas. “Bagaimana kalau nanti malam kita ke club yuk, udah hampir sebulan lebih loh kita gak bersenang-senang!” ajak Sherina.


Aku paling tidak suka dengan cowok yang suka minum-minuman beralkohol! Itu bukan tipe cowok kriteria aku. Kakak tahu jika minuman beralkohol itu perbuatan yang berdosa ... dan dilarang di agama kita, lalu ibadah kita selama 40 hari tidak akan di terima oleh Allah. Kalau aku sampai ketemu Kak Arash dalam keadaan mabuk lagi dan sedang dikeroyok lagi, aku akan membiarkannya, mau mati atau mau hidup ... terserah Kak Arash!


Arash langsung mengusap telinga kanannya, berasa suara Almira begitu kencang di pendengarannya. Lalu menatap Sherina yang berada disampingnya.


“Sorry Sher, kalau lo mau ke clubbing ama yang lain aja deh. Gue lagi gak mood buat dugem,” tolak Arash.


“Loh kok gitu si Rash, aku lihat selama sebulan ini kamu agak aneh. Setiap aku aja jalan, pasti nolak. Kecuali ajakan Jack buat balapan atau kongkow sama temen geng motor kamu itu!” jawab Sherina, agak kecewa.


“Sher, lo jangan maksa-maksa gue terus deh. Lo kan tahu gue tuh gak suka dipaksa. Dan jangan coba-coba lo ngatur gue deh!” sentak Arash, udah tahu dia lagi galau ditambah buat emosi lagi sama Sherina, semakin marahlah pria itu.


Arash menyentak tangan Sherina dari lengannya, lalu cabut menuju kelasnya, dan menghiraukan panggilan kekasihnya.


bersambung .... 


 


...----------------...



 


 


 

__ADS_1


__ADS_2