Badboy For Little Girl

Badboy For Little Girl
Sholat malam


__ADS_3

Jam 02.00 WIB


Bunyi alarm serta TOA mulai terdengar sangat nyaring dan menghimbau kepada semua peserta untuk segera bangun dari tidurnya, dan segera berkumpul di masjid untuk melaksanakan sholat malam berjamaah.


Almira dengan rasa kantuknya berusaha untuk bangun dari tidurnya, dan bergegas untuk mencuci muka lalu meneguk air putih dari botol air mineral yang telah dia siapkan, tak lama Siti pun terbangun dari tidurnya.


Gadis itu pun mengganti pakaian piyamanya dengan baju gamisnya ditambah memakai sweater karena udara di Puncak semakin dingin, lalu tidak lupa dengan selendangnya untuk menutupi bagian kepalanya.


“Siti, ayo cepetan ... nanti keburu dimulai sholatnya,” ajak Almira, melihat Siti sedang memakai hijab nya.


“Sebentar ... aku lagi pasang peniti dulu, jangan tinggalin,” pinta Siti.


“Iya, aku tungguin di depan teras ya, “ sahut Almira yang sudah keluar dari kamar.


Tak lama kemudian Siti menyusul Almira, dan mereka sama-sama keluar dari pondok, begitu juga dengan peserta yang menempati pondok yang lain.


Saat menuju masjid, tak sengaja Almira dan Siti jalannya berbarengan dengan Ana dan Prima.


“Jadi nanti habis sholat shubuh, kamu mau ajak Kak Arash jalan-jalan pagi?” tanya Prima pada Ana.


Wajah cantik Ana yang mirip Ayana tersenyum tipis. “Rencananya begitu, aku mau ngajak jalan-jalan pagi, semoga aja Kak Arash mau,” jawab Ana, begitu semangat.


Almira yang mendengar obrolan mereka berdua hanya bisa tersenyum kecut, tapi berbeda dengan Siti yang sedang memasang telinganya dalam-dalam agar tidak salah dengar jika wanita yang ada di dekat mereka tidak salah menyebutkan nama orang.


“Kayaknya kamu benar-benar suka sama Kak Arash ya?” tanya Prima tanpa ada rasa segan.


Ana melirik Prima dengan senyuman yang mengembang. “Ah ... semua wanita pasti suka dengan Kak Arash, ganteng banget orangnya, udah begitu matanya biru kayak orang bule tapi memang paras nya kayak orang bule sih, udah begitu badannya tinggi gagah. Pokoknya udah tipe aku banget. Udah begitu orangnya juga enak diajak ngobrol, kamu sendirikan dengar semalam waktu kenalan. Dan aku adalah wanita yang beruntung dikasih nomor  ponselnya, malam ini pokoknya aku harus berdoa agar berjodoh dengan Kak Arash,“ ucap Ana sangat percaya diri dan yakin.


Diam diam Ana saat melihat Arash saat acara tadi siang di aula, sedang memperhatikan Arash, dan banyak wanita yang curi-curi pandang pada pria bermata biru itu. Hingga dia pun memberanikan diri untuk menghampiri Arash untuk pertama kalinya, dan ternyata disambut baik oleh pria itu.


Lagi-lagi Siti menaikkan kedua alisnya hingga saling bertautan, lalu ujung ekor netranya melirik Almira yang tampak tenang saat mendengarnya ucapan Ana, seakan tidak terganggu.


Tangan kanan Almira memperbaiki selendangnya yang baru saja melorot dari kepalanya lalu mempercepat langkah kakinya menuju masjid. Akan tetapi saat di pertigaan melihat ada sosok Arash, gadis itu menghentikan langkah kakinya lalu membalikkan badannya. Sontak saja Siti jadi terkejut lalu ikutan balik badan seperti Almira.

__ADS_1


“Kak Arash,” teriak Ana memanggil Arash, Almira yang sudah memutar balik badannya bergegas menjauh dan mencari jalan lain menuju masjid agar dirinya tidak bertemu dengan Arash.


“Al ... kamu mau kemana, masjidnya bukan di sana?” tanya Siti yang ikut mengekori sahabatnya.


“Cari jalan yang lain,” sahut Almira, semakin cepat dia melangkahkan kakinya. Buat Almira saat ini lebih baik menjauh, dan tidak saling bertemu ketimbang bertemu namun tidak saling menyapa.


Siti akhirnya mengerti kenapa Almira menghindar setelah sempat menoleh ke belakang, yang rupanya Ana mendekati Arash, Siti akhirnya tetap menemani gadis itu mencari jalan alternatif.


Sementara itu Arash yang namanya dipanggil langsung menoleh ke belakang, namun wajahnya seketika menjadi redup, pikir dia yang memanggilnya adalah Almira, tapi ternyata kenalan barunya.


Langkah kaki Ana begitu cepat untuk menghampiri Arash, sedangkan Arash kembali berjalan. “Assalamualaikum, Kak Arash,” sapa Ana begitu lembutnya.


“Waalaikumsalam,” jawab Arash datar, tanpa ekspresi.


“Boleh barengan ya Kak Arash jalan  ke masjidnya,” pinta Ana, berusaha menyejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Arash, sedangkan Prima hanya mengikutinya dari belakang.


Alvin yang melihat Arash jalan beriringan dengan wanita lain, sengaja dia mendekati Arash. “Selesaikan masalah dengan saudaraku setelah sholat malam, dan silahkan setelahnya berhubungan dengan wanita yang ada di samping Kak Arash!” celetuk Alvin pelan namun penuh penekanan, lalu dia berlalu meninggalkan Arash dengan lirikan tajamnya.


Arash terdiam, tidak membalas teguran Alvin


Arash mengetatkan rahangnya, entah kenapa dia sangat membenci kata-kata perintah Alvin, sedangkan Ana yang sedikit mendengar kata Alvin agak sedikit bertanya-tanya jadinya, ada apa gerangan dibenak Ana.


“Maaf Kak Arash, kalau boleh tahu tadi siapa ya yang bicara sama Kak Arash,” tanya Ana, nadanya begitu lembut, jauh berbeda dengan Almira jika berbicara dengan Arash.


“Saudara saya, sorry Ana ... saya duluan,” pamit Arash, mempercepat langkah kakinya menuju masjid, tanpa menunggu respon Ana.


Tiba-tiba saja hati Ana yang tadinya riang, berubah melow setelah ditinggalkan Arash, wajahnya pun muram.


“Sabar Ana, masih ada waktu,” kata Prima sembari menepuk bahu Ana.


“Mmm ...,” gumam Ana, mereka pun melanjutkan jalannya menuju masjid.


Arash sesampainya di masjid, kedua netranya seperti mencari seseorang, namun seseorang itu tidak dia temui, sedangkan Alvin sudah jauh posisi shafnya, pemuda itu bergabung dengan peserta yang lain dan Arash juga tak bisa bergabung di sana dengan Alvin karena sudah padat terisi.

__ADS_1


Sholat malam pun di dirikan dengan cara berjamaah, bukan secara mandiri. Almira dan Siti sudah menggunakan mukena dan mulai menyejajarkan shaf sholatnya.


Keutamaan sholat tahajud yang pertama adalah doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Itu karena salat sunah ini punya derajat yang tinggi, sehingga siapa pun yang mengerjakannya maka doanya akan dikabulkan.


Usai menjalankan sholat malam, Almira pun bermunajat kepada Sang Maha Pencinta dengan berlinangan air mata, memohon diberikan yang terbaik dalam hal apapun dihidupnya, serta doa untuk kedua orang tuanya serta kedua saudara kembarnya.


Sedangkan Arash setelah menjalankan sholat malam, hatinya tambah gusar, ingatannya selalu ke Almira.


Ya Allah, aku sudah banyak melakukan kesalahan. Pantas kah aku berjuang untuk mendapatkan hati Almira, atau memang harus menyudahi semuanya.


Arash yang sempat kehilangan rasa percaya diri terhadap Almira karena dia merasa tidak pantas, hingga akhirnya sejenak dia menjaga jarak dengan Almira, lalu di saat dia kalut dengan perasaannya sendiri tiba-tiba ada wanita yang mendekatinya, kemudian dia menyambutnya dengan baik, seharusnya dia menanggapi wanita itu biasa saja seperti fans-fansnya di kampus. Padahal kenyataannya Almira lebih cantik ketimbang Ana, tapi ya begitulah laki-laki jika disapa sama wanita yang berwajah bening, masih bisa tergoda.


Ya Allah, aku harus bagaimana, aku benar-benar bingung.


 Ustadz Bachtiar kembali naik ke atas mimbar dan memberikan sedikit ceramah, kali in membahas tentang jodoh.


Menikah menyempurnakan separuh agama, pilihlah seseorang berdasarkan agamanya. Untuk seorang ikhwan carilah seorang istri yang shalihah, karena sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.


Sungguh beruntung seorang suami yang mendapatkan perhiasan dunia tersebut, yaitu seorang istri yang shalihah jika dipandang mata menyenangkan, jika diperintah dia mentaatinya, dan menjaga kehormatannya ketika suaminya tidak ada.


Rasulullah Saw. bersabda : “Barangsiapa yang Allah beri rejeki wanita shalihah, maka sungguh Allah telah menolongnya menyempurnakan separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah (dalam memenuhi) setengahnya lagi.”


Untuk seorang akhwat carilah seorang suami yang shalih, karena seorang laki-laki yang shalih, jika dia mencintaimu maka dia akan memuliakanmu dan jika dia tidak mencintaimu maka dia tidak akan menzhalimimu.


Walaupun seorang laki-laki ingin mencari wanita yang sempurna, dan wanita pun sama menginginkan laki-laki yang sempurna, akan tetapi Allah menciptakan keduanya untuk saling menyempurnakan satu sama lain. Teruslah berupaya memperbaiki diri sendiri, agar Allah memperbaiki pasangan hidup kita. Jika kita sudah berusaha dan memantaskan diri untuk menjadi lebih baik, maka Allah akan memberikan yang terbaik.


Arash menegakkan wajahnya saat mendengar ceramah tersebut, seakan ceramah yang dia dengarkan memberikan jawaban buat hatinya yang sedang gusar.


Almira yang masih mendengarkan ceramah Ustadz Bachtiar, tanpa di sadarinya meneteskan air mata, dan kembali merenungi dirinya sendiri. Dihati kecilnya memang menginginkan suami sholeh, namun dia pernah dilamar oleh Arash yang jauh dari kata tipe suami sholeh, tapi pria itu sedang berusaha memperbaiki dirinya agar pantas menjadi suaminya, tapi apa yang terjadi ... dia didiamkan begitu saja dan pria itu pun berkenalan dengan wanita lain. Lantas dia harus mengambil sikap seperti apa??


DOA ...


Hatinya hanya bisa memanjatkan doanya, minta ditunjukkan mana yang terbaik buatnya, andaikan tidak berjodoh dengan kedua pria itu, dia meminta bisa diselesaikan masalahnya secara baik-baik.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2