
Ayo siapa yang mau lihat perawan dan perjaka unboxing, tapi tidak bisa bikin yang panas yaaa 😂, biar lulus review, tapi kalau ada yang kepanasan tanggung sendiri ya 😂.
...----------------...
Kedua netra yang masih terpejam itu, seketika mengerjap, tangan gadis itu meremat ujung bathrope, tubuhnya sedikit menggeliat dalam duduknya. Sentuhan yang begitu lembut membuat tubuh gadis itu meremang, dan seperti ada sentruman yang menggelitik di pusat perutnya, rasa yang baru pertama kali dia rasakan.
Ingin rasanya dia menoleh ke belakang, tapi dengan menghirup wangi maskulin itu sudah bisa menjawabnya jika sang suami sudah duduk di belakangnya, salah satu tangan besarnya pun sudah melingkar di lehernya hingga kepala Almira bisa bersandar dengan suaminya, suara napas pria itu terdengar di balik daun telinga, hembusan hangat yang semakin bulu Harusnya semakin merinding.
Almira rasanya sudah tak sanggup merasakan hal yang sungguh menggelikan dari sentuhan bibir Arash yang masih menyapu tengkuknya, seakan dirinya tidak diberi napas sejenak.
“Kak ....” Bolehkah dia mendesah akibat menahan gelombang syahdu yang belum pernah dia rasakan sepanjang hidupnya.
Arash masih menikmati menelusuri kulit indah istrinya, sesekali menyesapnya hingga meninggalkan tanda merah, gairah di dalam dirinya sudah membuncah ingin terus menjelajahi kepemilikannnya.
Almira semakin tak kuasa, wajahnya pun menengadahkan ke langit-langit. “Aaakh.” Keluar juga suara merdu Almira ketika daun telinganya dipermainkan oleh bibir Arash dan lidah yang mampu membuat Almira semakin meremang, sebagai laki-laki Arash walau belum pernah berhubungan intim pasti punya insting dalam menyentuh pasangannya, sudah naluri.
Arash menarik bibirnya, lalu merangkul pinggang istrinya dari belakang, napas yang memburu terdengar jelas di telinga Almira. “Sayang, bolehkah aku minta hakku malam ini,” pinta Arash terdengar serak suaranya.
Almira mulai gugup mendengar permintaan Arash, apalagi baru saja dirinya dibuat kelojotan sama pria bermata biru itu. “Kak ... a-aku haus, mau minum,” kata Almira saking gugupnya, dan belum bisa menjawab permintaan suaminya.
Arash baru teringat jika tadi sempat membuat minuman dan masih ada kebab. “Tunggu ya sayang,” pinta Arash yang sudah mengurai pelukannya dan bangkit dari duduk di tepi ranjang, kemudian bergegas keluar dari kamar menuju dapur kevil, dan tak lama kembali lagi dengan nampan yang ada ditangannya.
Almira meremas kedua tangannya yang sedari tadi merasakan gugup, dan tidak mampu melihat wajah Arash, rasanya aneh tiba-tiba. Secangkir coklat hangat pun diberikannya ke Almira. “Tadi aku bikin coklat hangat, minumlah,” pinta Arash, dia pun mulai menyesap minuman miliknya sendiri. Almira pun turut menyesap minuman coklat hangatnya, lumayan bikin dirinya sedikit rileks.
“Kebabnya mau di makan sekarang atau nanti saja?” tanya Arash sembari menaruh gelas miliknya di atas nakas.
“Nanti aja Kak, aku masih kenyang,” jawab Almira, gadis itu bangkit dari duduknya dan ikutan menaruh gelas miliknya di atas nakas, hingga tubuhnya kembali menempel suaminya yang masih berdiri dekat nakas. Refleks Arash merangkul pinggang Almira dan menatap hangat.
Almira tertegun saat di pandang seperti itu oleh Arash, dan bikin dirinya salah tingkah. “Sayang bolehkah aku menyempurnakan ibadah kita malam ini, tapi kalau kamu keberatan gak pa-pa, aku tidak memaksa?” tanya Arash lembut, dan nada bicaranya tidak terdengar memaksa atau menuntutnya.
Tangan Almira terulur ke atas dan memberanikan menyentuh dada kekar suaminya yang sempat dia lihat saat Arash keluar dari kamar mandi, kemudian tanpa mengeluarkan suaranya dia mendongakkan wajahnya lalu mengangguk pelan pada suaminya, terbitlah senyum yang merekah di bibir Arash. Tangan Arash meraih tengkuk istrinya dan kembali menyentuh, menyapa bibir ranum Almira, merasakan kembali manisnya madu dalam bibir Almira, sedangkan tangan yang lain membuka tali simpul bathrope yang dikenakan oleh istrinya, lalu membuka bathrope yang masih melekat di tubuh Almira, tapi Arash merasa aneh saat tangannya menyentuh tubuh Almira yang terasa dingin.
Sejenak Arash melepaskan pagutannya, dan melihat penampilannya istrinya.
__ADS_1
“Oh my god, saaaayaaaang, so sexy,” kedua netra Arash membulat melihat Almira menggunakan lingerie berwarna hitam, kedua bagian intim Almira kelihatan jelas dan sangat menggodanya iman dan amin Arash. Digendongnyalah Almira saat itu juga dan dibawa ke atas ranjang, tatapan mata Arash terlihat berapi-api terbakar dengan gelora hasratnya, dan siapa lagi kalau bukan Almira pemicu bikin hasrat Arash semakin menggila.
Jantung Almira mulai ikutan senam karena dirinya sudah direbahkan oleh Arash dan sudah berada di bawah kungkungan pria itu, sejenak mereka berdua pun saling mengunci tatapan.
Mulut Arash mulai membacakan doa, setelahnya pria itu kembali melummat bibir Almira penuh gairah dan gejolak mudanya. Begitu pun Almira semakin lama hanyut dengan sentuhan sentuhan suaminya, yang terus menjelajahi tubuhnya.
Tubuh Almira mulai menggeliat di bawah himpitan suaminya, entah bagaimana ceritanya lingerie yang dia pakai sudah terlempar entah ke mana, begitu juga dengan kaos dan celana pendek yang dikenakan oleh Arash, kini hanya boxer yang masih menempel di tubuh pria bermata biru itu.
“Kak,” Almira mendesah, di dalam perut nya terasa semakin tergelitik tapi ada rasa malu yang menghinggapi dirinya, saat Arash berada di bukit indah miliknya, pria itu memainkannya dengan lembut hingga berkali-kali Almira meremas rambut tebal suaminya demi menahan gelombang yang semakin membuat dirinya panas dan menginginkan sentuhan yang lebih dari suaminya.
“AAKH ... KAK ARASH!” pekik Almira, setelah merasakan sesuatu yang keluar dari bagian feminimnya, saking sensitif dirinya. Pria itu mendongakkan wajahnya agar bisa melihat wajah istrinya yang sudah memerah dan terlihat lemas. Arash langsung memeluk tubuh Almira.
Di balik pelukannya Arash tersenyum sendiri dan bisa merasakan jika Almira merasakan pelepasannya pertama kali, padahal belum main intinya, ternyata Almira begitu sensitif.
“Rasanya nikmat ya, sayang,” goda Arash masih memeluk Almira.
Kesal digoda seperti itu, Almira cubit dada Arash sekuat tenaganya. “Awww sakit sayang,” pekik Arash sembari tertawa kecil, dan pria itu kembali menggoda Almira, hingga keduanya kini sama-sama polos. Almira yang baru pertama kali melihat benda yang berurat itu langsung memejamkan kedua netranya, lalu mengepit kedua pahanya yang sempat dibuka lebar oleh Arash.
Arash menepuk keningnya melihat kepolosan istrinya. “Sayang justru, yang besar ini bisa menyenangi istri, coba dulu ya, kata orang sih awalnya aja yang sakit, selebihnya ueeenak,” goda Arash.
Dalam kedua matanya yang terpejam, gadis itu menggelengkan kepalanya. “Gak percaya, aku takut lihatnya, gimana ngerasainnya ... udah segede lobak import begitu, besok-besok aja cobanya Kak, atau minimal kecilin dulu,” rengek Almira sudah membayangkan rasa sakitnya padahal belum dicoba, sembari menepuk bahu suaminya.
Berbekal pelajaran dari Dokter Boyke untuk malam pertama lewat youtube, Arash kembali merangsang titik sensitif Almira, dan gadis itu runtuh kembali pertahanannya, Almira pun kembali menggeliat.
Tapi apa yang terjadi saat adik Arash masuk ke rumahnya.
“SAKIT KAK ARASH!” teriak Almira.
BUG
Arash terjatuh dari ranjang karena kena tendangan Almira saking kuatnya. Sepertinya Arash lupa kalau istrinya jago taekwondo, jadi bisa ada gerakan refleks.
Arash meringis kesakitan setelah bokongnya ciuman dengan lantai marmer, Almira sentak bangun lalu ikutan melongo melihat suaminya terjatuh di lantai.
__ADS_1
“Sayang, pantatku sakit,” keluh Arash sembari bangkit dari terjatuhnya.
“Maaf Kak, gak sengaja habis sakit,” jawab Almira yang sudah terduduk dan tubuh polosnya tertutupi dengan bantal, tapi lagi-lagi kedua netranya menatap lobak import milik suaminya dengan tatapan ngeri.
Bukan Arash namanya kalau langsung menyerah menakluki Almira, pria itu tersenyum jahat dan dia kembali menyerang istrinya.
“KAK ARASH!” teriak Almira ketika dirinya mulai diserang Arash.
Lagi dan lagi gadis itu hanyut, dan kali ini kedua kaki Almira dijaga ketat sama kedua kaki Arash, biar tidak ada tragedi tendangan maut lagi.
“AAKH,” suara merdu gadis itu kembali terdengar, kedua tangannya pun mulai merangkul leher Arash, sesekali dia menggigit bahu kekar suaminya.
“Tahan sebentar ya sayang, aku mohon,” pinta Arash dengan lembutnya dan kembali menyapa bibir Almira lalu membiarkan bibirnya digigit saat merasakan sakit yang luar biasa di bagian feminimnya, ketika si lobak import itu setelah berulang kali mencoba masuk akhirnya berhasil juga masuk ke dalam rumahnya. Tubuh Arash sudah mandi keringat, ternyata menaklukkan tubuh istrinya tidak semudah yang dia kira, ternyata untuk masuk ke rumahnya butuh perjuangan.
Irama hentakan pun mulai menguasai kedua insan tersebut, airmata yang sempat keluar dari mata Almira dikecup hangat oleh Arash. Mereka berdua pun seirama masuk ke dalam gelombang gairah yang sama-sama baru mereka rasa kan, dan merengkuh nikmatnya dunia untuk pasangan yang halal.
Bahagiakah mereka? Itu sudah pasti apalagi Arash sudah memiliki Almira seutuhnya, gadis kecilnya yang dulu dia benci sekarang cinta mati.
“I love you, sayang ku Almira,“ ucap Arash terdengar parau, setelah bibit-bibit unggulnya masuk ke dalam rahim istrinya.
Gadis itu hanya bisa menatap sayu wajah suaminya, sungguh ini olah raga yang amat melelahkan bagi Almira, badannya mulai terasa remuk, apalagi bagian feminimnya.
Arash merengkuh tubuh polos Almira, dan merasakan kebahagiaan yang tiada terkira rasanya.
bersambung ...
__ADS_1