
Acara akad nikah berjalan dengan lancar, dan langsung mengelar acara resepsi menjelang siang harinya sampai jam tiga sore. Kedua pengantin baru itu menerima ucapan selamat dari para undangan yang datang.
Wajah Arash terlihat bahagia yang kini telah menjadi suami sah dari seorang gadis bernama Almira, sedangkan Almira hanya bisa tersenyum tipis ketika menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.
Disela-sela menerima tamu, pria itu mengusap pinggang gadis itu, terkadang juga merangkul pinggang gadis itu. “Sayang capek gak?” tanya Arash yang masih saja terpesona dengan Almira.
“Gak terlalu Kak, lagian sebentar lagi acara sudah mau selesai,” jawab Almira sembari menatap wajah tampan suaminya.
Pria itu mengecup lembut kening gadis itu padahal ada tamu yang menghampiri mereka di pelaminan, untungnya yang datang bridemaids dari pihak teman Arash, siapa lagi kalau bukan Jack, Toni, Doni, dan kawan-kawan lainnya.
“Selamat ya Bro, sekarang sudah resmi jadi suami nih,” ucap selamat dari Jack sambil menatap lama wajah Almira, begitu pula dengan teman lainnya.
“Eets jangan lama-lama lihat wajah istri gue,” tegur Arash tidak suka kalau ada pria yang menatap lama Almira.
Jack tersenyum lebar melihat temannya yang terlihat cemburu, lalu memeluk Arash dengan eratnya sembari menepuk kasar punggung Arash. “Tenang Bro, istri lo gak bakal gue ambil kok cuma ngelihatin aja!” celetuk Jack dibawa bercanda, padahal wajah Arash sudah terlihat masam.
Arash yang masih kesal tidak mengizinkan Almira menerima ucapan selamat dari teman-teman kuliahnya itu, Jack and the geng hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Jack, pantas saja Arash berubah total, ternyata istrinya cantiknya kebangetan, gue juga mau kalau dapat calon bini, langsung gue insaf saat itu juga,” celetuk Doni, saat mereka meninggalkan pelaminan.
Mata Jack langsung melirik para bridemaids dari pihak Almira. “Tuh coba aja deketin teman-temannya Almira siapa tahu ada yang cocok,” ucap Jack pada Doni, sembari menatap gadis yang berhijab itu di antara teman-temannya, yang pernah dia temui beberapa kali dengan Arash. Ternyata cantik juga ya yang pakai hijab, batin Jack.
Kembali lagi ke pelaminan, wajah Arash masih saja terlihat jengkel karena digoda oleh teman-temannya. “Jangan lama-lama kesal nya Kak Arash, lagi pula mereka semua hanya bercanda saja,” kata Almira.
“Tapi tetap saja aku tidak suka dengan pria yang lama-lama menatapmu rasanya ingin mencungkil kedua bola matanya. Udah tahu kamu sudah jadi istri aku,” gerutu Arash masih terlihat kesal.
Gadis itu pun meraih tangan besar itu dan menggenggamnya kemudian mengulas senyum manisnya, ada rasa senang melihat suaminya cemburu. “Eeh gak boleh begitu Kak, mereka memandang bisa saja karena terpesona atau sekedar mengagumi jangan salah paham begitu ya. Aku aja tidak marah kok ketika ada wanita yang menatap suamiku yang ganteng ini, selama dia tidak berbuat hal yang di luar batas,” tutur Almira menenangkan.
Hati Arash berbunga-bunga saat Almira bilang kata suamiku, ingin rasanya dia memeluknya tapi masih banyak orang, boleh gak langsung dibawa ke kamar aja pikiran Arash. Sekarang yang bisa dia lakukan kembali merangkul pinggang Almira dan kembali tersenyum sudah tidak ditekuk lagi wajahnya.
__ADS_1
Acara resepsi udah selesaikan pas jam tiga sore, kini kedua pengantin peserta kedua orang tua mereka turun dari pelaminan dan menuju meja yang disediakan untuk pengantin peserta keluarga besar.
Perut Almira sudah mulai kelaparan, pramusaji pun terlihat menyiapkan makan untuk mereka semua. Akan tetapi di sela-seka dia makan, Almira juga menyiapkan makanan buat suaminya walau tanpa di suruh, tugas sebagai istri pun di mulai.
“Makasih sayang,” ucap Arash, kemudian dia menyantap makanan nya.
“Kak Arash, Kak Almira makan yang banyak buat persiapan malam pertama biar kuat kata Kak Arsal” goda Nabilla.
Almira yang masih mengunyah makanannya langsung tersedak, Arash pun segera memberikan minum untuk Almira sembari mengusap punggung Almira.
Nabilla tersenyum lebar melihat Arash dan Almira setelah menggodanya, sedangkan Arsal membulatkan kedua bola matanya. “Billa, kapan Kakak bilang begitu, nih anak suka banget ya bikin kerusuhan!” tegur Arsal.
Nabilla langsung menaikkan dua jarinya. “Peace Kak Arsal, Billa kan cuma mau ngodaiin Kak Arash aja, kata orang kalau malam pertama saat nikah itu katanya butuh energi yang banyak, makanya Billa bilang makan yang banyak,” jawab Billa dengan wajah polosnya.
“Astaga Billa,” tegur Arsal langsung membungkam mulut Nabilla dengan salah satu tangannya.
Almira tiba-tiba terasa canggung saat diungkit tentang malam pertama. Pikirannya langsung terbayang beberapa hari yang lalu saat teman-temannya mengadakan bridal shower di salah satu restoran dan mereka membahas tentang masalah malam pertama, plus Almira ditunjukkan video 21+ biar tidak terlalu bodoh saat beribadah nanti sama suami, oh tercemar sudah otak Almira dengan hal seperti itu.
Arash melirik Almira yang terlihat aneh seketika itu juga. “Sayang, kamu gak pa-pa kan?” tanya Arash.
Lamunan sesaat itupun buyar, “eeh gak pa-pa Kak, lagi ngerasaiin tenggorokan sakit aja karena tersedak tadi,” jawab Almira agak kagok.
“Oh dikirain lagi mikirin yang lain,” goda Arash, Almira menaikkan salah satu sudut bibirnya dan menyipitkan kedua netranya ketika menatap suaminya yang terlihat ingin menggodanya. Dapat tatapan seperti itu Arash nyengir kuda dan kembali menyantap makan siang menjelang sore hari.
Makan siang menjelang sore pun sudah selesai, dan sudah saatnya mereka berdua ganti pakaian. Mommy Alya dan Mama Tania membantu menggiring Almira yang masing memakai gaun pengantin itu menuju kamar awal dibantu oleh MUAnya, sedangkan Arash mengikuti kemana istrinya pergi.
Sesampainya di kamar, penanggung jawab pengganti membantu untuk melepaskan gaun pengantin Almira.
“Kak Arash, kok masih di sini, aku mau ganti baju dulu. Keluar dong?” pinta Almira saat MUA sudah menurunkan resleting gaunnya.
__ADS_1
“Lah kok aku diusir, aku kan udah boleh lihat istri sendiri,” jawab Arash dengan santainya.
Mommy Alya langsung menjewer telinga anaknya. “Sabar ya putraku, sebaiknya tunggu istri kamu di luar atau langsung ke kamar pengantin yang sudah disiapkan ya, sekarang Almira harus ganti gaunnya dulu, jadi bersabar!” tutur Mommy Alya.
“Aduh Mom, kupingku tambah caplang, aduh sakit,” sahut Arash kesakitan, badannya pun mengikuti Mommy Alya yang menariknya keluar kamar. Terpaksa Arash menunggu di luar, belum mau ke kamar jika tidak bersama Almira.
Selain Almira yang berganti pakaian, dan membuka sanggulannya. Mommy Alya dan Mama Tania juga mengganti gaunnya dengan pakaian santai, rencananya sore ini mereka mau kulineran di sekitar Bogor.
Di dalam kamar tersebut Mommy Alya dan Mama Tania kasih wejangan buat Almira, gadis itu jadi nyengir-nyegir sendiri mendengarnya.
“Koper kamu sudah ada dikamar kalian berdua, sekarang susul suami kamu masih menunggu di luar tuh,” ujar Mama Tania.
Jantung Almira mulai berdebar nih, dengan senyum terpaksa setelah urusannya dengan MUA sudah selesai, keluarlah gadis itu, ternyata suami sudah duduk bersandar di lantai menunggu istrinya.
Pria bermata biru itu pun berdiri dan langsung menggandeng tangannya. “Kita istirahat di kamar ya, Sayang,” ajak Arash.
“Mmm, iya Kak,” jawab Almira pelan, lalu gadis itu kaget tiba-tiba tubuhnya terasa melayang. Ternyata Arash membopongnya ala bridal style menuju kamar pengantin mereka berdua.
Bersambung ...
__ADS_1