Badboy For Little Girl

Badboy For Little Girl
Kabar bahagia


__ADS_3

Biar tidak penasaran dengan perkataan suaminya, Mommy Alya memutuskan untuk menunggu kedatangan dokter untuk memastikan kebenarannya. Empat puluh lima menit kemudian tibalah Dokter Ricko bersama Vio istrinya Rio yang masih bertugas menjadi suster dan sering bertugas di poli kandungan.


Dokter Ricko dipersilahkan untuk mengecek kondisi Arash yang sejak tadi terkulai lemas di sofa panjang. Sedangkan Almira diajak oleh Mommy Alya dan Vio sampai wanita itu mengernyitkan keningnya.


“Nak, coba kamu ke kamar mandi dan bawa ini,” pinta Mommy Alya menyodorkan alat tespack.


Almira yang menerima benda panjang tersebut menatap heran dan sedikit bingung ke arah Mommy Alya dan Vio.


“Mom, ini alat apa ya?” tanya Almira dengan wajah polos dan lugunya, wajar sih Almira mana tahu kegunaan alat tersebut.


“Almira, ini namanya tespeck alat mendeteksi kehamilan dini, nanti kamu tampung air seni kamu dalam wadah ini, lalu kamu celupkan alat tespeck ke dalam wadah ini ya,” jawab Vio menjelaskan sambil menunjukkan kedua benda tersebut.


Kedua bola mata indah milik Almira langsung melongo seketika, menunjukkan rasa keterkejutannya. “Aapaa ... alat tes hamil,” sahut Almira masih kaget, lalu dia menundukkan kepalanya untuk melihat perut ratanya.


“Secepat itukah,” lanjut kata Almira masih belum yakin.


“Makanya itu sayang, sebaiknya kita cek dulu ya. Yuk cuslah ke kamar mandi,” pinta Mommy Alya dengan lembutnya dia merangkul bahu menantunya untuk segera ke kamar mandi.


Almira yang masih kebingungan terpaksa masuk kamar mandi dan melakukan apa yang tadi diarahkan oleh Vio. Sedangkan Arash sudah selesai dicek oleh Dokter Ricko, alhasil tidak ada penyakit yang mengkhawatirkan, hanya maag biasa dan masuk angin yang bisa membuat badannya terasa agak panas.


Sepuluh menit kemudian, Almira keluar dari kamar mandi dengan membawa alat tespecknya, wajahnya tidak menyiratkan apa pun saat Mommy Alya dan Vio menunggunya di kamar mandi.


“Ini Tante Vio alat tespeck nya, setelah diapain lagi Tante?” tanya Almira dengan lugunya, memang dia tidak mengerti.


Vio pun menerima alat tespeck tersebut, Mommy Alya ikutan nimbrung melihatnya, tak lama Mommy Alya tersenyum lebar.


“Daddy, kita beneran mau jadi Oma dan Opa,” teriak Mommy Alya kegirangan, dan dia langsung memeluk menantunya tersebut.


“Betulkah!” sahut Daddy Erick terlihat senang mendapat berita bahagia tersebut.

__ADS_1


Arash yang masih berbaring dia atas sofa panjang sontak bangun dari pembaringannya. “Maksudnya apa Dad?” tanya Arash masih belum paham dengan teriakan mommynya.


“Istri kamu hamil, Nak,” jawab Daddy Erick.


Sontak saja Arash langsung berdiri dan mencari keberadaan istrinya, wajah pucatnya terlihat bahagia seketika itu juga. “Sayang!” teriak Arash mendekati istrinya.


Mommy Alya mengurai pelukannya, dan kini giliran Arash yang memeluk istrinya. “Ya Allah benerankah istriku hamil,” ucap Arash masih belum percaya.


“Beneran istri kamu hamil, ini hasil tespacknya garis dua, selamat ya,” jawab Vio.


Daddy Erick mendekati mereka semua dan turut berbahagia dengan kabar baik di pagi hari ini. Pria paruh baya itu memeluk istrinya, mimpi mereka berdua satu persatu mulai terwujud, masa tua mereka ingin dihabiskan bersama cucu-cucu mereka.


Almira masih tidak percaya jika dirinya bisa secepat itu hamil, bagaimana gak cepat hamil, pakai kb juga tidak, sang suami juga rajin ngadoninnya, yo wiss tuh bibit premium Arash bergerilya di rahimnya Almira.


“Sayang, ayo duduk ... kamu gak boleh capek-capek,” pinta Arash, mulai deh kelihatan protektif dan posesifnya.


Arash membantu memapah Almira sampai wanita itu merasa geli sendiri. “Sayang jalannya hati-hati, ingat ada dede diperut mu,” pinta Arash saat melihat istrinya jalan sangat cepat menuju ruang tengah.


“Kak Arash, aku itu gak sakit kok,” sahut Almira tidak habis pikir, ya masa jalannya harus kayak siput.


Tanpa ba-bi-bu, Arash malah mengendong istrinya dan melupakan jika dirinya sedang sakit.


Kini Dokter Ricko mengecek keadaan Almira untuk lebih memastikan kehamilannya dan meresepkan vitamin untuk ibu hamil, serta menjelaskan jika kondisi Arash saat ini bisa dikatakan kehamilan simpatik, yang bisa dirasakan oleh sang calon ayah karena ada ikatan kuat dengan calon baby. Sebagai calon Ayah, Arash rela merasakan kehamilan simpatik ini ketimbang melihat istrinya sudah mengandung tapi harus mengalami mual, muntah dan lain-lainnya.


“Daddy juga dulu mengalami kehamilan simpatik waktu Mommy hamil kamu, kalau gak salah sampai tiga bulan, jadi ya kamu harus menerima resikonya,” ujar Daddy Erick. Pria paruh baya itu mengulas senyum tipisnya mengingat bagaimana dirinya mengalami kehamilan simpatik namun tidak ada istrinya yang ada disisinya, istri yang memilih pergi jauh darinya. Mengingat masa-masa itu dia menggenggam tangan Mommy Alya.


“Iya Daddy, apapun itu aku pasti siap menerimanya demi istriku ini dan calon anak kami berdua,” jawab Arash sembari merangkul bahu Almira.


Berita baik yang membawa kebahagiaan langsung diberitahukan ke kedua orang tua Almira, tanpa menunggu waktu lama Mama Tania dan Papa Albert dalam waktu satu jam sudah sampai di rumah Almira.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Almira, Mama Tania dan Papa Albert langsung memeluk putri kecilnya. “Masya Allah, alhamdulillah ... dijaga ya kandungannya, ingat jangan grasak grusuk kalau lagi kerjain apapun,” ucap Mama Tania saat mengurai pelukannya.


“Asiap Mah,” jawab Almira semangat.


Kedua calon oma langsung menurunkan ilmu semua yang pernah mereka rasakan saat hamil kepada Almira, sedangkan di dapur Bik Tuti dibantu kepala pelayan dan beberapa maid yang diajak oleh Mama Tania terlihat sibuk menyiapkan makan siang dalam jumlah besar, karena akan diadakan makan siang bersama seluruh kedua anggota keluarga untuk merayakan berita kehamilan Almira.


Sementara itu calon opa memberitahukan apa saja yang harus dilakukan semasa istri pada Arash, pria itu serius menyimak pembicaraan kedua calon opa yang terlihat semangat berbagi cerita. Yang jelas kedua opa tersebut dulu lama mendapatkan anak dari benihnya sendiri, yang satu lewat jalur inseminasi, sedangkan yang satu lagi dengan cara dipaksa saat hubungan intim. Namun kedua calon opa itu jatuh cinta dengan wanita yang mengandung benih mereka.


Jodoh itu memang misteri, tapi calon opa tersebut berharap semua anak-anaknya cukup berumah tangga dengan satu orang saja hingga maut memisahkan, NO POLIGAMI.


Di saat bercerita pada Arash, tanpa terasa kedua calon opa itu menitikkan air mata terharu dan bahagia, kenapa begitu? Teringat dengan diri mereka masing-masing yang lama menunggu kehadiran buah hati, Daddy Erick selama 10 tahun, Papa Albert selama 5 tahun, dan sekarang Arash baru menikah sebulan lebih mau masuk dua bulan sudah langsung diberikan keturunan.


“Semoga calon cucu kita sehat sampai menjelang hari lahirnya ya Pak Albert,” kata Daddy Erick.


“Aamiin, semoga Almira dan kandungannya selalu dilindungi dari segala musibah dan marabahaya,” jawab Papa Albert.


Doa yang terbaik buat ibu dan si calon baby. Tapi ngomong-ngomong Almira mengandung anaknya ada berapa? Yang jelas pasti kembar, gen mommy dan daddy-nya kan anak kembar.


 Bersambung ...


Kakak Reader mampir yuk ke karya author Ayu Andila. 



 


 


 

__ADS_1


__ADS_2