
Untuk sejenak mari kita mengheningkan cipta, setelah melihat kegaduhan ... eh bukan deh tapi pernyataan cinta Arash kepada Almira sekaligus melamarnya. Kejadian ini benar-benar di luar skenarionya event organizer maupun si pembawa acaranya. Tapi yang jelas ini bisa membuat para tamu terhipnotis saat mata mereka tertuju pada sang tuan rumah sebagai pemilik acara.
Buliran bening sebesar biji jagung bukan sebiji pete ya, kegedean, mulai membasahi kening Arash. Bang Wowo perlu tisu atau lap gak?
Mommy Ghina bisa ikutan diam dulu gak, ini keadaan lagi serius ... batin Arash.
Oh ... ok lanjut Bang Wowo, mommy ikutan serius juga.
Pria itu masih berlutut di hadapan gadis cantik itu, sedangkan gadis itu tampak terhenyak dengan pernyataan cinta Arash.
Buat Almira ini pertama kalinya ada pria menyatakan cinta kepadanya dan itu di hadapan kedua orang tuanya, apalagi sekalian melamarnya, sungguh di luar pikiran Almira. Papa Albert dan Mama Tania menggenggam tangan Almira yang berpangku di atas pahanya, lalu tersenyum lembut padanya kemudian menganggukkan kepalanya.
Setiap orang punya masa lalu baik itu masa lalu yang buruk maupun yang baik, kita sebagai hamba Allah sudah sepatutnya memberikan kesempatan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik namun bukan buat kita, tapi buat diri sendiri.
Almira, memang wajar jika kita memiliki sesuatu yang diinginkan atau diimpikan, namun Allah lebih tahu yang sangat kita butuhkan dan yang lebih baik untuk kita. Jangan berkecil hati jika impianmu tidak tercapai, Allah pasti akan mewujudkan mimpimu dengan caraNya.
Petuah, nasehat yang sempat mama Tania ucapkan semalam, kembali mengingatkan Almira di malam ini. Dia yang menginginkan tipe suami seperti Ustadz Ridwan kelak jika dia berumah tangga, namun kenyataan yang dihadapinya sekarang justru Arash si Badboy, yang sangat jauh berbeda dari Ustadz Ridwan, yang sama hanyalah ketampanannya saja, namun berbeda dengan ketebalan iman dan akhlaknya.
Sekarang Arash dan Almira sama-sama saling bersitatap, dan mengunci tatapan mereka berdua dalam waktu yang cukup lama, Arash berharap gadis yang dilamarnya secara mendadak kalau menurut Arash, membuka suaranya tapi sayangnya gadis itu bungkam.
Wajah Arash yang terlihat tegang dan hati yang menggebu-gebu dibuat pias oleh aksi diam Almira, hatinya tiba-tiba runtuh seperti habis ditolak mentah-mentah, padahal belum ada kata terima atau tidak diterima.
Kedua orang tua Arash dan orang tua Almira sama-sama membalas senyum setelah melihat keberanian Arash yang di luar prediksi mereka semua.
“Baiklah sepertinya suasana mulai mencekam ya Ibu dan Bapak sekalian,” ucap sang MC memecah keheningan yang sempat terjadi. Tapi tiba-tiba suara tepuk tangan menggema di ruang grand ballroom dari para tamu undangan. Sontak saja Arash baru teringat jika dia ada di sebuah acara, dan dia telah melakukan hal yang di luar kendalinya, karena takut Almira keduluan dilamar oleh Ustadz Ridwan, tapi Arash akan terima konsekuensi yang akan terjadi saat ini juga.
Petugas EO menghampiri Arash, lalu membisikinya agar kembali ke tempat duduk yang telah disediakan karena acara inti akan segera di mulai.
__ADS_1
Tubuh Arash mulai terasa lemas saat terpaksa bangkit dari berlututnya, apalagi kini Almira hanya menundukkan kepalanya, tidak menatap wajahnya.
Ternyata begini ya sakitnya patah hati ... batin Arash sedih.
Mommy Alya dan Daddy Erick tersenyum padanya ketika Arash kembali duduk ditengah-tengah mereka berdua, tapi sayangnya wajah Arash sudah terlihat masam, malas untuk tersenyum manis.
Selepas itu MC mulai membuka acara yang tidak diberitahukan judulnya, setelahnya dari pihak keluarga daddy Erick ada yang berdiri, Arash tidak memperhatikannya.
“Assalamualaikum wr. wb, selamat malam, sebelumnya terima kasih atas penyambutan yang hangat dari keluarga Bapak Albert Elvano Yusuf beserta Ibu Tania Kanahaya, walau tadi sempat ada hal di luar dugaan tapi cukup mengesankan. Perkenalkan saya utusan dari keluarga Bapak Erick Triyudha Pratama beserta Ibu Alya Zafrina Sadekh. Maksud kedatangan kami di malam yang indah ini, perkenankan kami keluarga besar Bapak Erick untuk meminang, melamar anak gadis dari Bapak Albert yang bernama Almira Kiyan Al Yusuf untuk putra dari Bapak Erick yang bernama Arash Zahra Pratama,” kata sambutan dari perwakilan keluarga daddy Erick.
Kedua netra Arash membulat, ketika mendengarnya lalu menatap orang yang masih berdiri, kemudian menatap daddy Erick lalu pindah menatap mommy Alya. “Ini benarkah!” kata Arash tanpa aba-aba, pria itu tak percaya jika saat ini yang dia hadiri adalah acara lamaran dia dengan Almira.
Arash menggoyangkan lengan daddy Erick. “Dad, ini beneran Dad?” tanya Arash dengan rasa tak percayanya.
Almira yang tidak tahu juga, terlihat agak kebingungan namun berhasil ditenangkan oleh mama Tania dengan lembutnya. Sebenarnya sedari malam papa Albert dan mama Tania sudah memberikan pemahaman tapi masih terkesan abu-abu, dan malam ini baru dia memahami maksud kedua orang tuanya.
Terkadang jika ingin mengetahui isi hati seseorang memang harus dibuat sebuah keadaan yang mendesak, hingga akhirnya dia menyadari hatinya yang sesungguhnya. Rencana kedua orang tua Arash ternyata berhasil ngeprank anaknya sendiri, dan tentu saja keluarga Albert juga turut membantu kecuali Almira.
Arash dan Almira diminta naik ke atas panggung beserta kedua orang tua, diikuti oleh beberapa orang yang membawakan hantaran, serta perhiasan. Usai serah-terima hantaran dari keluarga daddy Erick.
Mommy Alya memakaikan cincin tanda lamaran Arash ke jari manis Almira, lalu kalung berlian dikenakan dileher Almira. “Mommy banyak berharap kamu memberikan kebaikan untuk Arash,” bisik Mommy Alya pada Almira, begitu lembutnya
“Insya Allah, Tante,” jawab Almira.
“No Tante, tapi mommy, Almira,” balas Mommy Alya, tersenyum hangat.
“Ya Mommy.” Jujur Almira agak canggung dengan keadaan ini.
__ADS_1
Hati Arash berbunga-bunga saat melihat calon istri kecilnya, sedangkan batin Almira sudah ngedumel.
Kini bergantian Mama Tania yang memakaikan cincin ke jari manis Arash. “Jadilah calon suami dan imam yang baik buat anak mama. Kami merestui kamu sebagai calon suami Almira, karena kami yakin kamu pasti bisa berubah menjadi pria yang lebih baik. Lindungilah, cintai dan sayangilah calon istrimu sepenuh hati tanpa menduainya,” tutur Mama Tania.
“Baik Mah, aku janji akan berubah dan selalu menjaga dan mencintai Almira,” jawab Arash tegas.
Usai mengenakan cincin tunangan, Arash dan Almira berdiri berdampingan lalu menunjukkan cincin yang mereka kenakan pada tamu dan fotografer. Sambil memamerkan cincin mereka yang ada dijari manisnya, Arash melingkarkan tangannya ke pinggang Almira.
“EEHH ...,” ringis sakit Arash tertahankan, dan terus tersenyum. Salah satu kakinya ternyata sedang diinjak oleh kaki Almira dibalik gaun saree yang lebar itu.
“Jangan macem-macem Kak Arash!” kata Almira tanpa membuka bibirnya lebar-lebar, dan tetap tersenyum ke arah para tamu.
“Aku gak macam-macam, cuma rangkul pinggang calon istriku aja,” balas Arash.
Almira terdengar mendesah dan berdecak kesal. “Ck ... calon istri! Trus Kak Sherina mau di kemanain! ingat aku tidak sepenuhnya menerima lamaran ini!” tutur Almira dengan lirikan mautnya.
Arash pun bergeming ketika Almira menyebutkan nama kekasihnya Sherina.
Bersambung .... baiklah pasangan Tom & Jerry mulai masuk masa penyesuaian, semoga Kakak Readers kuat membaca kegaduhan mereka berdua 🤧🤧.
__ADS_1