Badboy For Little Girl

Badboy For Little Girl
Meggi si kaldu ayam


__ADS_3

Andaikan Almira punya kekuatan  dengan hanya mengedipkan kedua matanya lalu tiba-tiba sudah berada di mansionnya, rasanya ingin sekali seperti itu saat ini. Tapi sayangnya dia hanya manusia biasa.


Langkah kakinya masih saja terasa berat untuk keluar dari gerbang sekolah, tapi apa yang terjadi pria bermata biru itu malah menghampirinya, aaah rasanya Almira ingin kembali ke jam sekolah saja.


“Assalamualaikum, calon istriku,” sapa  Arash dengan lembutnya, wajah pria itu terlihat semakin memesona kalau dilihat oleh orang lain ya, bukan dilihat sama Almira.


“Waalaikumsalam,” jawab ketus Almira, langkah kakinya tetap berjalan, dan bahunya masih di rangkul sama Siti.


“Tadi aku udah bilang ke papa, kalau siang ini jemput kamu dari sekolah,” kata Arash, seakan melapor ke Almira.


“Iya udah tahu tadi papa sudah kirim pesan. Lagian buat apa sih pakai jemput aku segala. Aku kan bisa pulang sendiri,” gerutu Almira, wajahnya ditekuk masam.


“Sayang, jangan marah dong. Aku kan ingin menunjukkan keseriusan aku sama kamu,” jawab Arash pelan.


Kedua bahu Almira tergidik saat Arash memanggilnya sayang, sedangkan Siti hanya bisa tersenyum tipis mendengarnya.


Arash tanpa permisi mengambil tas ransel milik Almira yang masih menyantol di salah satu bahu gadis itu. “Biar aku bawakan ya,” pinta Arash, lalu dia menyantolkan tas tersebut di bahunya.


“So sweet,” bisik Siti. Almira pun mendesis. “Ikut aku!” balas berbisik Almira.


Semua mata memandang Arash dan Almira, ada rasa ingin tahu, apalagi si Meggi salah satu siswi yang tidak suka dengan Almira.


“Wow cowok mana lagi nih yang direbut sama tuh cewek!” celetuk Meggi si kaldu ayam sama teman se gengnya, sambil menatap terpesona dengan wajah tampan Arash.


“Jangan-jangan tuh cewek suka mangkal di club malam, jadi nemu tuh cowok ganteng,” timpal si Ana.

__ADS_1


Meggi si kaldu ayam menatap sinis ke arah Almira, lalu menjentikkan jarinya kepada kedua temannya itu, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke arah Almira.


Siti, Almira dan Arash masih jalan beriringan, tapi tiba-tiba saja Meggi si kaldu ayam menghadang jalannya si Almira. Gadis cantik itu memutar malas kedua bola matanya saat Meggi yang diikuti kedua kedua temannya menutupi jalannya.


Gadis yang memiliki potongan rambut pendek itu menyibakkan rambutnya, kemudian melipat kedua tangannya ke atas dadanya.


“Cowok mana lagi yang lo ngebet sekarang! masih kurang apa sama cowok di sekolahan ini yang nge fans sama lo!” sentak Meggi dengan angkuhnya.


Almira berdecak kesal, sedangkan Siti menarik lengannya dari bahu Almira. “Bukan urusan kamu ya! Dan jangan suka memfitnah orang ya!” balas Almira dengan gaya tenangnya.


Kedua netra Meggi melirik Arash yang ternyata pria itu ikut menghentikan langkah kakinya. “Kakak ganteng, jangan mau dekat-dekat sama nih cewek ya. Gue kasih tahu ya, dia ini cewek nakal. Cowok gue aja pernah direbut sama dia, dia itu playgirl!” sarkas Meggi.


Almira sudah mengetatkan rahangnya, salah satu tangannya juga pun sudah terkepal dengan kuatnya, ingin sekali gadis itu melayangkan kepalannya ke wajah Meggi, akan tetapi dia teringat baru beberapa minggu yang lalu dia diskors dari sekolahan, masa dia harus diskors lagi, apalagi ujian nasional sudah dekat. Yang ada sekarang dia harus menahan emosinya agar tidak meledak.


“Sepertinya mulut kamu memang lemes dan tukang fitnah ya!” jawab Almira dengan lantangnya.


Meggi maju dua langkah agar lebih dekat dengan Arash, lalu gadis itu menyentuh dada bidang yang tertutupi oleh jaket kulit berwarna coklat itu. “Kakak ganteng jangan sampai terjebak dengan mulut manisnya si Almira, dia itu di sekolah kerjaannya godaiin cowok-cowok. Asal Kakak tahu aja, jangan sampai kena tipu sama dia ... dia itu hanya orang yang pas-pasan aja, tidak terlalu kaya. Paling deketin Kakak karena pengen morotin uang aja, apalagi Kakak ganteng ini pasti orang kaya kan! Dan lihat temannya itu yang pakai hijab, dia itu anak orang miskin, bisa sekolah di sini karena dapat beasiswa, bukan karena punya uang.”


Beginilah jika orang melihat dan menilai seseorang dari luarnya saja. Memangnya orang kaya tidak boleh ya naik busway dan ojek online! memangnya menilai orang kaya itu dilihat saat di antar jemput sekolah dengan kendaraan pribadi yang mewah!


Sejak awal Almira sekolah, hampir tiap hari tidak ada antar jemput karena lebih menyukai naik ojek online atau busway, dan memang tidak ada yang tahu jika Papa Albert salah satu donatur terbesar di sekolah tempat dia mencari ilmu. Selama sekolah pun dia tidak memperlihatkan barang mewahnya, dan yang tahu dia tinggal di mansion megah, bisa dihitung dengan jari, dan dia pun meminta untuk tidak diumbarnya ke teman yang lain, karena dia takut akan timbul iri hati.


Arash menajamkan kedua netranya lalu meraih tangan Meggi yang masih menyentuh dadanya lalu menyentaknya dengan kuat. “Sepertinya lo yang terkesan murahan! Kita tidak saling kenal tapi lo berani-beraninya menyentuh dada gue! Jangan-jangan lo lah yang cewek penggoda tapi lo fitnah Almira!” Arash mengikis jaraknya dengan Meggi, kemudian memicingkan sorot kedua netranya. “Asal lo tahu fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan! Jaga mulut lo itu, di sangka lo bisa goda gue!” emosi Arash.


Meggi agak terlihat ketakutan melihat wajah tampan Arash tiba-tiba terlihat garang, hingga dia memundurkan langkah kakinya.

__ADS_1


Arash menoleh ke samping, lalu meraih tangan Almira. “Ayo kita pulang sayang, kalau besok cewek ini fitnah kamu lagi bilang sama aku. Biar aku tenggelamkan ke lautan!” geram Arash.


Wow Amazing, batin Siti yang ikutan melihat Arash menakuti Meggi.


Almira tertegun melihat sikap Arash yang sangat melindunginya.


Arash kembali menatap tajam ke arah Meggi dkk. “Sekali lagi gue peringati kalai kalian sampai mencelakakan, memfitnah, membully Almira. Akan aku pastikan kalian bertiga tidak akan lulus sekolah!” sentak Arash sangat murka.


Kedua teman Meggi sampai menggelengkan kepala lalu memilih mundur dari Meggi, sedangkan Meggi sudah merasakan dengkulnya lemas, ternyata dia tidak tepat sasaran dalam menggoda cowok. Cowok yang tidak bisa tertipu dan tak mudah untuk ditaklukkan. Arash sudah sering menghadapi cewek kayak Meggi.


“Ayo sayang, nanti papa malah cariin kita berdua,” ajak Arash, bicaranya lembut tidak kasar dan galak seperti ke Meggi.


Almira hanya menganggukkan kepalanya, lalu menatap Siti.


“Siti ayo sekalian pulang bareng, aku anterin kamu,” ajak Arash, paham dengan keinginan Almira.


Gadis itu pun tersenyum tipis saat mendengarnya, dan membiarkan tangannya digenggam erat oleh Arash, lalu jalan bersama-sama menuju mobil pria bermata biru itu.


Meggi menghentakkan kedua kakinya ke tanah. “Sialan lo Almira, banyak banget sih cowok yang demen ama lo!” umpat Meggi dengan kesalnya.


 


Bersambung ....


 

__ADS_1


__ADS_2