Badboy For Little Girl

Badboy For Little Girl
Cie pengantin baru


__ADS_3

Azan shubuh sayup-sayup terdengar, kedua sang pengantin baru masih tampak pulas dalam tidurnya, saling memeluk seakan tak ingin terlepaskan dari satu sama lain.


Almira terlihat nyaman tertidur di atas dada Arash, padahal baru pertama kali dia tidur dengan seorang pria, mungkin karena sudah kelelahan habis digarap lahannya sama Arash.


Pria itu mulai mengerjapkan kedua netranya ketika alarm ponselnya berbunyi, berhubung salah satu tangannya sebagai bantalan istrinya maka tangan satunya lagi yang meraba ke atas nakas untuk mematikan alarm ponselnya.


“Oh sudah shubuh,” gumam Arash seraya melihat jam di ponselnya. Pria itu kembali mengedipkan kedua netranya berulang kali agar lebih jelas melihat, lalu dia memandang sosok gadis yang ada di sampingnya, pria itu mengecup kening istrinya lalu turun ke bibir ranum istrinya yang terasa nagih, ingin rasanya dia mengulang moment semalam tapi teringat ancaman Mommy Alya untuk tidak membuat Almira jatuh sakit.


“Bangun ... bangun yuk sayang sudah shubuh, “ kata Arash membangunkan Almira, sembari memeluk erat istrinya, kemudian membelai punggung istrinya dengan lembut.


Tubuh Almira menggeliat di balik pelukan Arash, dan semakin membenamkan kepalanya di dada Arash. “Sayang, bangun dulu yuk, kita sholat shubuh, nanti baru tidur lagi,” pinta Arash dengan lembutnya.


Dengan rasa kantuk yang masih mendera, Almira memaksakan kedua netranya mengerjap dan sempat terkejut melihat keberadaan Arash yang memeluk dirinya.


Oh iya aku lupa kalau sekarang sudah punya suami ya, jadi kalau tidur harus berdua sama suami ya.


Almira mendongakkan wajahnya, dan Arash malah menyapu bibirnya kembali dengan bibirnya dengan sensasi yang menggelitikkan.


“Iish ... si kakak,” gerutu Almira setelah Arash melepaskan pagutannya, tangannya menepuk dada suaminya.


“Pagi sayang, kita mandi terus sholat shubuh dulu yuk,” ajak Arash dengan tatapan nakalnya.


“Mmm ...,” gumam Almira terlihat sebal, sembari menutupi dirinya yang polos dengan selimut. Tapi apa yang terjadi, Arash menyibak selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua, lalu mengendong Almira dengan cepatnya.


“Kak Arash!” teriak Almira saking kagetnya. Dibawanyalah tubuh polos gadis itu ke kamar mandi.


Sungguh Almira sangat malu, kedua tangannya pun menutupi bagian atas dan bagian bawahnya, Arash hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang nakal.

__ADS_1


“Buat apa ditutupi sayang, semalam aku kan sudah melihatnya semua, apalagi sudah merasakan semuanya,” goda Arash, tatapannya begitu nakal.


Almira didudukkan di atas closet, lalu Arash mengisi bathup dengan air hangat serta sabun cair, Almira hanya bisa menggeleng kepalanya melihat suaminya dalam keadaan polos melakukan semua hal itu. Setelah semuanya siap, Arash kembali mengangkat Almira dan membawanya masuk ke dalam bathup bersama dirinya, lalu dengan rayuan maut serta sentuhan lembut Arash pada Almira terjadilah kembali sambungan yang semalam ... kamar mandi yang lumayan berukuran besar itu dipenuhi oleh suara erangan dan desaahan dari si pengantin baru, saling sahut menyahuti.


Empat pulut menit kemudian, wajah Almira masih terlihat ditekuk saat Arash merapikan mukena bekas sholat istrinya. Gadis itu merutuki dirinya yang kembali terhanyut, terbuai dengan Arash di kamar mandi, dan merasakan tubuhnya kembali melayang.


“Sayang, jangan cemberut dong,” ucap Arash menggoda istrinya.


“Sebel sama Kak Arash, katanya cuma mandi aja, malah—.” Tidak perlu dilanjutkan ucapannya, Arash sudah mengerti arahnya kemana.


Pria itu mengecup ujung hidung istrinya, lalu kembali mengendong Almira dari atas sajadah untuk duduk di atas ranjang. “Habisnya kamu sangat menggoda sayang, dan bikin nagih,” jawab Arash pelan. “Tapi kamu sukakan, sampai suara kamu merdu begitu,” lanjut kata Arash menggodanya kembali.


Almira mendengkus kesal lalu melipat kedua tangannya ke dada dan memutar malas kedua bola matanya. Tidak bisa dipungkiri walau masih sakit bagian feminimnya, tapi memang ulah suaminya bikin dirinya melayang ke udara.


Arash kembali mengecup pipi Almira lalu meninggalkannya untuk membuat minuman hangat untuk istri tercintanya sekalian menghangatkan kebab yang semalam belum sempat dimakan, lalu membuat semangkok mie rebus, setelah semuanya sudah siap diantarkannya ke dalam kamar.


Pria itu meletakkan nampan yang dia bawa ke atas ranjang. “Sayang isi perut dulu ya, soalnya restoran di bawah jam 6 juga belum buka,” pinta Arash.


Araah menyodorkan cangkir teh hangat, Almira langsung menerima dan segera menyesapnya, kemudian netranya melirik semangkok mie rebus buatan Arash.


“Kak, mie rebusnya buat siapa?” tanya Almira.


“Ya buat kamu lah sayang, masa buat orang lain.”


Almira mengulas senyum tipisnya lalu mengambil mangkok mie yang sedari tadi menggodanya untuk di makannya.


“Makannya pelan-pelan dong sayang, gak ada yang minta kok,” tegur Arash, sembari melap pipi Almira yang terlihat berlepotan.

__ADS_1


“Habis lapar Kak, gara-gara dikerjai Kak Arash terus,” gerutu Almira dengan mulut yang masih menyeruput mie rebusnya.


Pria itu menatap hangat istrinya, ngimana gak ngerjaiin istrinya, maklumlah pengalaman baru yang membuat dirinya candu dengan istrinya sendiri.


“Nanti tambah lagi ya sayang,” ucap Arash sembari mengedipkan kedua matanya.


“NO! Punyaku udah sakit Kak, perih nih,” jawab Almira sembari melotot kedua netranya.


Arash hanya bisa pasrah mendapat penolakan Almira, tapi mau bagaimana lagi kasihan kalau istrinya sampai gak bisa jalan. “Nanti aku tanyaiin obat sama Mommy buat itu kamu, sayang,” sahut Arash, sembari menyesap teh hangatnya.


“Tapi Kak, aku kan malu kalau Kakak tanya sama Mommy,” keluh Almira sedikit mendesah.


“Lebih baik bertanya dari pada sayang jadi sakit, lagi pula mommy sama mama pasti pernah ngerasaiin apa yang kamu rasakan sekarang, jadi tidak perlu malu ya sayang. Nanti kalau kamu kelamaan sakit, terus aku disuruh puasa dong,” jawab Arash mulai ditekuk wajahnya.


“Mmm ... Iya Kak Arash harus puasa dulu,” jawab Almira dengan tegasnya.


Arash menggelengkan kepalanya, tidak setuju. “Jangan dong sayang, kasihan dedenya kan kangen masuk rumahnya, baru ngerasaiin dua kali,” rengek Arash, sembari melirik celana pendeknya termasuk Almira yang ikutan menatap.


Almira jadi tergidik melihat rengekkan suaminya, sambil menaikkan kedua bahunya. Mendingan habisin mienya saja daripada membahas anuan terus sama suaminya yang otaknya mulai isinya anuan aja. Maklumlah Almira, namanya juga suami lepas perjakanya sama istrinya sendiri 🤭.


bersambung ...


Hai Kakak Readers kisah Almira dan Arash sebentar lagi akan menuju detik-detik bab terakhir ya. Dan jangan lupa ya besok tanggal 1 Juli 2023, sekitar jam 12 siang rilis karya terbaru Mommy Ghina, mohon dukungannya dari semuanya walau hati saya agak ketar ketir di regulasi terbaru ini, semoga dengan dukungan dari semua Kakak Reader, karya terbaru bisa lulus kontrak dengan reward yang terbaik. Aamiin.



 

__ADS_1


__ADS_2