
Tiga bulan kemudian ...
Kandungan Almira sudah masuk usia empat bulan, terlihat perutnya sangat bulat melebihi ibu hamil kebanyakan yang usia kandungannya sama-sama empat bulan. Bagaimana tidak jauh berbeda, Almira mengandung baby triple seperti dulu Mama Tania mengandung.
Arash semakin hari semakin posesifnya dengan istrinya, tidak mengizinkan Almira mengerjakan kerjaan rumah dan sangat terpaksa dia memohon untuk menunda kuliahnya selama satu tahun demi menjaga kandungannya. Bukannya kenapa-napa Arash agak ngeri lihat tubuh mungil istrinya membawa perut sebegitu besarnya.
Bersyukur Almira walau usianya masih muda, tapi terlihat enjoy dengan masa hamilnya, apalagi dapat support dari semua keluarga dan yang paling utama support dari suaminya. Walau Arash sibuk dengan pekerjaannya di kantor dan mengurus skripsi akhirnya, tetap istri nomor satu.
Siang ini mansion Albert tampak penuh didatangi oleh para tetangga, rekan kerja, sanak saudara serta keluarga besar dari pihak Arash semua berkumpul di mansion Albert. Rupanya menjelang makan siang ada acara pengajian empat bulanan yang diselenggarakan oleh dua keluarga tersebut untuk mendoakan kandungan Almira semoga selamat sampai hari lahirnya.
Almira dan Arash serta keluarga besar kompak menggunakan seragam berwarna abu-abu muda. Sang calon mommy muda terlihat cantik dengan desain baju panjang dan lebar yang dibuat sama Mommy Alya beserta tudung yang dikenakan di kepalanya.
“Sayang, kamu kok makin cantik aja sih, pengen aku kurung di kamar aja,” bisik Arash saat mereka sama-sama menuju tempat acara.
Kedua netra Almira langsung membulat, dan menepuk lembut lengan suaminya yang dia rangkul. “Oh jadi selama ini aku gak cantik ya,” gerutu Almira.
“Cantik mommynya anak-anakku, tapi semenjak kamu hamil ya kok makin cantik aja,” puji Arash, setelahnya dia mengecup pipi istrinya dengan gemasnya.
“Iish ... udah ah Kak dari tadi dicium terus, malu nanti dilihat orang banyak,” celetuk Almira agak kesal tapi suka kalau sering dicium sama suaminya harap maklum bawaan baby twin.
Pria itu tersenyum hangat dan kembali menggandeng istrinya untuk sama-sama ke tempat acara. Setibanya di ruang utama yang sudah didekor dengan nuansa aneka bunga cenderung warna violet hingga ke ruang tengah, Arash dan Almira digiring ke tempat duduk khusus yang punya hajat, dan acara pengajian pun dimulai dengan khidmatnya.
Hampir satu jam acara pengajian terlaksanakan, setelah itu para tamu dipersilahkan untuk menikmati jamuan makan yang telah tersedia. Sementara itu keluarga Daddy Erick dan Papa Albert sibuk menyapa para tamu.
“Wah Bro selamat ya, sebentar lagi jadi Opa nih,” ujar Daddy Edward yang turut hadir di acara empat bulanan bersama Mommy Ghina dan Shaka.
“Terima kasih sudah mau hadir di sini, Edward. Kapan nih nyusul, atau nunggu Shaka selesai S2 nya, jangan kelamaan usia kita semakin tua, beda sama usia istri kita?” tanya Daddy Erick, sembari menatap Nabilla dan Sahka sibuk berdebat.
Daddy Edward ikutan melirik salah satu anak kembar si Shaka. “Entahlah aku tidak bisa memaksakan kehendak, tapi dia memang belum ada keinginan buat nikah muda matanya,” jawab Daddy Edward.
Daddy Erick menepuk bahu sahabatnya. “Paling tidak jangan kelamaan, keburu tua usianya,” sahut Daddy Erick.
Daddy Edward menoleh dan menatap sahabatnya. “Bagaimana kalau Shaka kita jodohkan dengan Nabilla?” tanya Daddy Edward.
Daddy Erick langsung tertawa mendengar permintaan sahabatnya. “Kamu gak salah minta Nabilla buat dijodohkan sama Shaka, dari kecil saja mereka berdua sering berantem kaya tom dan jerry sampai sekarang, bagaimana kalau mereka menikah. Aku kurang setuju nanti mereka malah sering ribut kalau sudah menikah,” tolak Daddy Erick masih terkekeh kecil.
Daddy Edward hanya bisa mendesah mendengarnya, dan memang benar yang dikatakan sahabatnya, contoh nya sekarang wajah Nabilla sudah terlihat cemberut sama Shaka pasti mereka berdua ada yang diributkan lagi.
“Tapi kalau garis takdir mereka saling berjodoh, aku tidak bisa berbuat apa-apa Edward. Paling tidak kita tidak usah menjodohkan mereka berdua, biarkan mengalir begitu saja, lagi pula Nabilla baru berusia 15 tahun, “ lanjut kata Daddy Erick.
__ADS_1
“Benar katamu, tapi aku berharap anak kita berjodoh,” jawab Daddy Edward.
Jodoh memang tidak pernah ada yang tahu, bisa saja orang yang selalu saling dan sering bertengkar saat bertemu ternyata berjodoh, dan bisa juga tetangga rumah sendiri ternyata jodoh kita sendiri padahal sudah jauh mencarinya sampai keluar negeri atau keluar kota.
...----------------...
Lima bulan kemudian ...
Rumah Sakit H.
Almira sudah berada di atas kursi roda, wanita itu terlihat akan segera di bawa ke ruang operasi. Hasil dari pemeriksaan Dokter Mirah, panggil Almira tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, jadi memutuskan untuk mengambil tindakan operasi cecar.
Semua anggota keluarga Papa Albert dan Daddy Erick sudah berkumpul di pagi hari ini di rumah sakit milik Papa Albert. Sebelum melakukan operasi, mereka berdoa bersama-sama agar dilancarkan proses operasi sesarnya.
Mama Tania mengecup kening putri bungsunya serta memberi semangat agar tidak takut, begitu juga dengan Mommy Alya memberikan kekuatan pada Almira agar semakin tenang diproses persalinan pertama kalinya. Jujur Almira juga tegang menghadapinya sampai menitikkan air mata, Arash yang selalu berada disisinya pun berusaha agar Almira tidak takut.
“Ada aku di sisimu, sayang,” bisik Arash, lalu dia mengikuti Almira yang sudah didorong kursi rodanya menuju ruang operasi, berhubung Arash suami Almira diizinkan untuk menemani Almira di ruang operasi.
“Kak, aku takut,” ucap Almira lirih.
“Aku di sini sayang, ada di sampingmu,” jawab Arash dengan lembutnya, saat Almira sudah diletakkan di meja operasi dan mulai dibius setengah badan.
Nyaman, tenang ini lah yang Arash lakukan untuk istrinya, walau hatinya juga sedih dan ngilu melihat proses persalinan baby tripletnya namun semuanya harus mereka lalui terutama pengorbanan Almira yang telah mengandung selama 9 bulan.
“I Love you, sayang,” ucap Arash sembari cium pipi Almira dengan lembutnya.
Tak lama kemudian ...
“Oek ... Oek ... Oek,” suara bayi yang begitu cemprengnya menggema di ruang operasi.
Kedua netra Arash yang sekarang berbinar-binar. “Sayang, anak kita sudah lahir,” ucap Arash terlihat bahagia.
Almira hanya bisa tersenyum tipis, dan tak lama kemudian suara bayi kembali terdengar, hingga lahirlah baby tripelnya Almira dan Arash.
Arash mencium seluruh wajah istrinya saking bahagianya mendengar ketiga baby mereka menangis berbarengan. “Masya Allah, alhamdulillah, kamu istri yang hebat, sayang,” puji Arash. “Terima kasih telah berjuang melahirkan buah hati kita, buah cinta kita,” lanjut kata Arash, kedua netra pria itu terlihat sudah meneteskan air mata kebahagiaan.
Almira hanya bisa menatap Wajah suaminya, karena dirinya sudah mulai terasa mengantuk setelah melahirkan ketiga babynya.
“Selamat Bu Almira, anaknya kembar tiga ya, dua cewek dan satu cowok,” ucap sang dokter yang membawa salah satu baby, dan dua perawat lain membawa baby yang lain untuk ditunjukkan kepada Almira dan Arash.
“Ya Allah anak Daddy cantik sekali dan ganteng,” kata Arash dengan sirat mata bahagianya.
__ADS_1
“Selama mommy nya kita bersihkan, Daddy nya bisa skin to skin ke baby nya,” ucap Dokter Mira.
“Ya Dokter, saya mau,” jawab Arash semangat. Dokter Mira langsung memandu Arash untuk duduk di sofa, kemudian mulai menaruh dua baby dulu ke dada Arash yang sudah terbuka, baru nanti bergantian dengan baby yang lain.
Kebahagiaan yang tak terkira rasanya buat Arash melihat ketiga buah hatinya, tidak menyangka akan mendapatkan anugrah terindah yang tidak semua pasangan dikarunia buah hati. Kini hidupnya diamanatkan untuk menjaga ketiga buah hatinya selain istrinya Almira.
Baby H, Hamda Sakhia Yusuf, Hania Syakira Yusuf, Hanish Zahran Yusuf, ini lah nama yang disematkan oleh Arash dan Almira untuk ketiga buah hatinya.
...----------------...
Tiga bulan kemudian ...
Sempurna sudah keluarga kecil Arash dan Almira dengan kehadiran baby triple. Sudah bisa dipastikan baby tiple jadi rebutan oma dan opanya.
“Sayang ... Hamda, Hanan, sama Hanish ke mana?” tanya Arash yang baru pulang kerja dari kantor, lalu mengabsen ketiga anaknya di kamar baby.
Almira mendongakkan wajahnya yang sedang sibuk membuat minum untuk Arash. “Biasa di culik sama Daddy dan Mommy,” jawab Almira santai.
Arash menepuk jidatnya lalu menyeringai tipis pada istrinya kemudian dia merangkul pinggang Almira. “Sayang bikin dede baru lagi yuk, anak kita sering banget diculik sama oma opanya,” bisik Arash pas di telinga Almira.
Almira langsung tergidik merinding mendengarnya, secepat kilat dia menepuk tangan besar suaminya yang masih merangkul pinggangnya. “NO!”
Bagaimana tidak sering diculik baby tripelnya sama Daddy Erick dan Papa Albert bergantian, wong cucunya gemoy begini ❤️❤️❤️
...THE END...
Alhamdulillah kisah Arash dan Almira anak dari Daddy Erick dan Papa Albert sudah selesai hari ini, terima kasih banyak buat Kakak Readers yang sudah mengikutinya sampai tamat serta supportnya yang tidak terhingga. Sampai ketemu lagi di karya selanjutnya ya.
Lope Lope sekebon 🌻🌻🌻🍊🍊🍊🌹🌹🌹
Mommy Ghina masih punya GA untuk tiga orang berdasarkan rangking poin ya, masing masing dapat 25K bisa dalam bentuk pulsa/shoppepay/gopay, buat Kak Rosita, Kak Karla dan Kak Wardah langsung chat saya ya.
Mommy Ghina juga mau woro woro nih karya terbaru di PF berwarna hijau beberapa hari kedepan, rencananya baca gratis selama event lomba, tinggal searching nama Mommy Ghina.
__ADS_1