Badboy For Little Girl

Badboy For Little Girl
Masalah mandi!


__ADS_3

Apa sih rasanya kalau sudah resmi menikah tapi ada tapinya, kenapa pakai tapi? Arash dan Almira belum terlalu lama saling mengenal, tapi Arash sudah jatuh cinta dan mencintai Almira, sedangkan Almira sedang membuka hati dan menerima cinta dari suaminya. Lalu usia mereka masih muda walau tetap lebih tua Arash, selisih empat tahun, kemudian mereka berdua status perjaka dan perawan belum mengenal hal yang tabu sebelum menikah, ya walau Arash sudah pernah ciuman sama Sherina sang mantan.


Jatuh cinta pada Almira inilah cinta pertama buat Arash, kenapa bisa bilang seperti itu padahal pria itu dulu pernah pacaran dengan Sherina, dulu diakan dikejar sama sang mantan dan demi menghempaskan fansnya diterima lah cintanya Sherina, kalau cinta sama Sherina mana mungkin mengejar Almira.


Arash menatap hangat sang istri yang sedang dia bohong ala bridal style, Almira tampak malu menatap wajah suaminya dengan degup jantung begitu cepat. Suara pintu kamar untuk mereka tempati pun terbuka, kedua orang tua mereka benar-benar menyiapkan kamar mereka yang cukup besar dan sangat mewah.


Ruang tamu sudah mereka lewati dan tibalah di kamar yang sudah dihiasi oleh bunga dan balon yang bersandar di langit-langit kamar, kesan girly dan romantis menjadi satu.


Arash menuruni Almira yang terlihat terpukau dengan dekorasi kamarnya. “Kamu suka?” tanya Arash, dipeluknya Almira dari belakang.


“Sangat suka Kak, cantik,” jawab Almira dengan kedua netra berbinar-binar, sembari merasakan pelukan hangat dari Arash.


Di sinilah sekarang mereka berdua, hanya berdua tidak ada orang lain, dan sudah sah sebagai suami istri bukan lagi hubungan tanpa status. Arash melonggarkan pelukan nya kemudian memutar balik tubuh Almira.


Jantung Arash berdegup keras dan teratur, Almira mendongakkan wajahnya dan menatap hangat pria yang kini sangat dekat dengannya, tubuh mereka berdua saling bersentuh dan menempel satu sama lainnya.


Arash mengulas senyum tipisnya, tangan kanannya menyentuh tepi rahang istrinya dan mengusapnya begitu lembut. “Terima kasih sayang, sudah menerima ku sebagai suamimu, aku sangat mencintaimu,” ucap Arash suara beratnya begitu lembut berkata-kata.


“Terima kasih Kak Arash mau bersabar menungguku, buatlah aku jatuh cinta padamu, jadilah imam yang baik untukku,” jawab Almira.


“Insya Allah.”


Kedua pasangan yang baru resmi menikah itu debaran jantungnya sudah tidak karuan, apalagi Almira yang tidak pernah berdekatan seperti ini dengan laki-laki manapun selain papa dan saudaranya, dan sekarang dia mengalaminya, itu pun dengan suaminya.


Arash menundukkan wajahnya, napasnya terasa hangat menyapu wajah Almira, jantung gadis itu semakin berdebar-debar, ingin rasanya dia memejamkan kedua matanya, tapi justru dia membeku dalam diam nya dan menatap wajah Arash semakin dekat tidak ada jarak pemisah.

__ADS_1


Bibir Arash menyentuh bibir ranum Almira bukan lagi karena di sengaja tapi memang sengaja. Sejenak bibir Arash belum bergerak hanya menyentuhnya saja, tapi tidak lama bibirnya mulai bergerak, menyesapi kelembutan bibir Almira. Almira yang belum pernah ciuman lumayan terkejut saat menerima sentuhan tersebut, tangan kanannya pun terulur memegang bahu Arash dan mencengkramnya.


Mengikuti naluri insting yang ada, Almira mengikuti irama sentuhan Arash, yang semakin melummatnya penuh hasrat. Arash sangat bahagia ternyata Almira masih kaku membalasnya, berarti istrinya memang belum disentuh oleh pria manapun.


Cukup lama Arash menghisap manisnya bibir Almira hingga mereka berdua seperti kehabisan napas, terpaksa dilepasnya pagutannya oleh Arash.


“Sayang, ambil napasnya dulu,” pinta Arash, melihat napasnya Almira ngos-ngosan. Memerahlah wajah Almira saking malunya.


“Kak Arash jahat itukan ciuman pertamaku, aku gak dikasih napas,” kesal Almira sambil menepuk dada bidang pria itu. Duh semakin sayanglah Arash, dipeluklah Almira dengan hangat.


“Makasih, sayang,” jawab Arash, dikecupnya berulang kali pucuk kepala Almira.


“Kak, aku mau mandi dulu, badan udah lengket banget. Dari tadikan kita terima banyak tamu,” pinta Almira, agar suaminya mengurai pelukannya.


“Sayang, mandi berdua yuk,” ajak Arash dengan tatapan menggodanya.


“Sayang boleh ya, kita mandi berdua ya?” bujuk Arash, sembari membuka jas pengantinnya, dan menaruhnya di atas ranjang.


Almira masih menggelengkan kepalanya sembari mendekati koper miliknya untuk mengambil baju gantinya.


Arash udah bagaikan anak itik yang ngikuti induknya. “Kak Arash, aku malu kalau mandi berdua ... jangan sekarang ah,” rengek Almira dengan raut wajah yang sangat menggemaskan buat Arash.


Melihat wajah yang menggemaskan itu, Arash ikutan duduk di atas karpet karena Almira sedang membuka kopernya, lalu dia meraih tengkuk istrinya dan langsung cium bibir Almira penuh gairah sampai lagi-lagi Almira tidak bisa bernapas kembali, namun gadis itu sudah mulai bisa menikmati sentuhan dari suaminya.


“Sayang, aku ikutan ya mandi bareng,” pinta Arash setelah melepas pagutannya, sembari mengusap bibir Almira yang semakin memerah karena ulahnya.

__ADS_1


Almira memalingkan wajahnya dari tatapan suaminya menuju kopernya. “Enggak mau, aku mau mandi sendiri, malu kalau sama Kak Arash,” rengek Almira, menggelengkan kepalanya.


Tangan Almira buru-buru mengambil baju gantinya dari dalam koper, tapi apa yang terjadi. Almira merasa aneh dengan baju yang ada di dalam kopernya lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.


“Ini baju kok kayak saringan santan ya,” kata Almira dengan polosnya. Arash yang ada duduk di samping Almira sampai tercekat dengan salivanya sendiri, melihat lingerie berwarna hitam transparan.


Almira baru menyadari kalau ada suaminya di sampingnya, lalu dia buru-buru masuki baju saringan santannya dan terlihat canggung dengan tatapan Arash. Dan Almira kembali mencari baju ganti yang lain tapi isinya baju saringan santan.


“Kakak, bajuku kok begini semuaaaa ,” rengek Almira pada suaminya. Padahal semalam dia mengemasi bajunya tidak ada baju lingerie itu.


Arash hanya bisa mengusap tengkuknya saja, mau bagaimana lagi dia juga pengen lihat istri pakai baju yang sexy itu. Tapi tanpa Almira pakai baju sexy begitu, adik kecil Arash juga udah tegang dari tadi.


“Itu pasti kerjaan mommy sama mama, ya udah jangan nangis dong sayang,” pinta Arash sembari mengusap air mata Almira.


“Terus aku pakai baju apa Kak, masa aku pakai baju begituan nanti kan aku bisa masuk angin,” rengek Almira, kembali lagi Arash menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, beginilah kalau punya istri polos dan tidak tahu tentang hal seperti itu.


“Sayang itu namanya baju buat malam pertama kita, baju dinas buat senangin suami, ya udah sekarang mending kita ke mall aja beli baju mumpung masih sore, tapi hanya sebentar aja, lagian ini kan malam pertama kita, sayang,” ucap Arash memberikan solusi, tapi  ada kata merayunya dengan memainkan kedua alis matanya.


Pias wajah Almira mendengar kata malam pertama, apalagi melihat tatapan Arash yang menatapnya penuh damba..


 Bersambung ...


 


__ADS_1


 


 


__ADS_2