
Pacaran setelah menikah itu rasanya nikmat dan aman ya? Ya jelaslah, mau berduaan lama, mau digandeng terus tangannya juga gak bakal ada yang menegur, wong istrinya sendiri. Arash mengajak Almira ke Mall Botani Square yang ada di kota Bogor untuk mencari pakaian untuk Almira.
Gadis itu memilih beberapa setel pakaian santai di salah satu departemen store yang ada di dalam mall tersebut. “Sayang, bajunya hanya segini aja yang mau dibeli, kurang gak?” tanya Arah sembari melihat pilihan istrinya.
“Cukup Kak, lagian hanya buat ganti aja kok,” jawab Almira, kedua netranya kembali mengecek pakaiannya takut ada yang cacat.
Arash mengambil tas belanjaan Almira dan menggandeng tangan istrinya. “Kita langsung bayar ke kasir,” ajak Arash menuju bagian kasir, Almira manut aja sama pria yang ada disampingnya.
“Kak, sebelum balik ke hotel kita makan malam di sini aja ya. Aku pengen makan udon kari,” pinta Almira.
“Iya sayang, kita makan di sini,” jawab Arash, keinginan istri harus diikuti.
Petang menjelang malam ini segala keinginan Almira dituruti, mau makan apa, mau jajan apa semuanya dibelikan oleh Arash. Rupanya jalan sebentar tersebut membuat mereka berdua semakin dekat, dan sering berbagai cerita sampai tertawa bersama. Almira mulai tidak ada rasa canggung lagi dengan kehadiran Arash, mungkin efek karena sudah jadi suaminya, bukan orang lain seperti kemarin-kemarin.
Jam delapan malam mereka berdua sudah kembali ke hotel, dan langsung menuju kamar mereka. Almira sempat celingak celinguk saat sampai di lobby hotel, siapa tahu ketemu sama kedua orang tuanya atau mertuanya, rupanya tetap tidak bertemu.
Tapi tiba-tiba saja ponselnya berbunyi pesan masuk.
✅Mama tercinta
Almira, jangan lupa pakai baju dinasnya yang udah mama siapin sama mama mertua kamu. Ingat ibadah menyenangi suami, dapat pahala, jangan menolak ajakan suami kecuali lagi datang bulan.
Almira tepuk kening sendiri melihat pesan dari mamanya, sementara itu ponsel Arash juga berbunyi pesan masuk.
✅My Mommy
Arash ingat istrinya jangan sampai dibuat sakit, mainnya yang lembut, jangan kasar-kasar. Ingat Almira menantu kesayangan Mommy, awas aja kalau sampai Almira sakit, tak jewer kuping kamu.
Arash langsung tergidik membaca ancaman Mommy nya sendiri.
__ADS_1
Kedua orang itu pun saling bertatapan saat usai membaca pesan dari kedua mamanya.
“Sayang, aku mandi duluan ya,” ucap Arash tiba-tiba, padahal mereka baru sampai di kamar.
“Eh iya Kak,” jawab pelan Almira, pikirannya langsung menuju baju lingerienya.
Arash sudah masuk ke kamar mandi, Almira kembali mendekati kopernya dan menatap baju lingeri yang ada di dalam kopernya.
“Duh apa rasanya pakai baju begini, tapi ...,” hati Almira terasa bimbang memilih memakainya atau pakai baju yang baru saja suaminya belikan.
Berpenampilan sexy di depan suami itu pahala Almira, sekaligus biar suami tambah lengket sama istri dan matanya tidak jelalatan di luar sana, ingat pelakor di luar sana itu berani. Jadi sebagai istri harus pintar membuat suami terlena dengan kita. Cukup hanya seorang istri yang dibutuhkan oleh suaminya, tidak ada wanita lain.
Almira teringat beberapa wejangan dari Mommy Alya waktu fitting baju pengantin tempo hari. Kembalilah Almira menatap baju saringan santai itu, sampai kapanpun menunda untuk tidak memakainya tetap saja suatu hari dia akan memakainya, diambillah baju itu dan di masukkan ke paper bag belanjaan tadi.
Sepuluh menit kemudian pintu kamar mandi terbuka, keluarlah Arash yang hanya menggunakan handuk putih yang menutupi bagian pinggang ke bawah, mengangalah mulut Almira melihat sosok Arash yang semakin lama mendekati dirinya lalu berjongkok dengan tubuh atletis tanpa memakai baju, ditambahlah lagi aroma sabun mandi dan wangi parfum maskulin sangat menyeruak di kamar mereka berdua.
Almira tercekat dengan salivanya sendiri saking terpesona dengan badan Arash yang begitu gagahnya, sedangkan Arash terlihat santai mengambil bajunya dari kopernya yang ada di samping koper Almira.
“Astaga mataku sudah tercemar lihat badan KakArash,” gumam Almira sembari mengatur debaran jantungnya. “Eh tapi kan nanti—.” Almira menangkup wajahnya dengan kedua tangannya sendiri, dan mulai merinding sendiri mengingat adegan di video 21++.
Sementara itu Arash sudah memakai baju nya, hanya kaos putih polos dengan celana pendek, tak lama dia membuat dua cangkir coklat hangat dan membuka bungkusan kebab yang sempat dia beli di mall untuk mereka berdua.
Setelahnya Arash melirik jam di dinding dan merasa Almira terlalu lama di dalam kamar mandi.
“Sayang, kamu baik-baik ajakan di dalam? Kok lama amat?” tanya Arash sembari mengetuk pintu kamar mandi.
Almira lagi bimbang buat keluar dari kamar mandi, setelah berulang kali mematut dirinya sendiri di cermin.
“Ya Kak sebentar lagi,” sahut Almira dari dalam, biar suaminya tidak cemas.
__ADS_1
“Aduh pantes gak sih pakai baju ini, mana kelihatan isinya semua,” gumam Almira sendiri sembari berkacak pinggang.
Pintu kamar mandi kembali terketuk. “Sayang jangan lama-lama mandinya nanti kamu malah masuk angin,” teriak Arash kembali dari luar kamar mandi.
“Iya Kak Arash, ini aku baru mau keluar,” kembali menyahut Almira, gadis itu buru-buru memakai bathropenya, lalu membuka pintu kamar mandi, dan benar saja suaminya sudah menunggu di depan kamar mandi.
Arash memindai penampilan istrinya yang menggunakan bathrope, dan rambut basah. Pikir Arash, gadis itu akan langsung pakai baju piyama yang baru dibelinya, ternyata belum dipakai.
“Sayang kok gak langsung pakai baju piyamanya aja, nanti kamu beneran masuk angin,” tegur Arash.
“Oh udah pakai kok Kak, cuma karena masih terasa dingin jadi di double sama bathrope ini,” jawab asal Almira.
Arash sesaat kembali masuk ke kamar mandi, dia mengambil handuk kecil dan hair dryer. Kemudian mengajak istrinya untuk duduk di tepi ranjang, dengan gesitnya Arash mengeringi rambut Almira menggunakan hair dryer. “Gak baik kalau mau tidur rambut masih basah begini,” kata Arash.
“Mmm, iya Kak,” jawab Almira dengan perasaan yang ser-seran. Setiap tangan Arash menyentuh rambutnya pas di bagian tengkuknya, ada rasa menggelitik diperutnya, rasanya tidak bisa dilukiskan. Gimana kalau tangan Arash menyentuh bagian sensitif Almira yang lain, pasti Almira akan mabuk kepayang.
Sesaat Almira tenggelam dengan sentuhan sedikit demi sedikit saat tangan Arash menyentuh, mengusap setiap helaian rambutnya, terkadang dia memejamkan kedua netranya. Dan tak lama suara hair dryer tidak berbunyi bising lagi, tapi ada sentuhan lain yang membuat gadis itu terhenyak sejenak.
Bersambung ...
__ADS_1