Bapak Untuk Baron

Bapak Untuk Baron
BAB 39


__ADS_3

"Astaga, bukankah itu Mas Banu? Apa yang dia lakukan di kota ini?" gumamnya dengan hati yang merasa sangat cemas. Namun entah mengapa, feeling-nya mengatakan ada pertanda buruk.


Dibalik tembok pembatas antara toilet pria dan wanita, ibu satu anak itu bersembunyi supaya tak terlihat oleh Danu. Namun, telinganya dengan jelas menangkap maksud dari pembicaraan si pria, dengan sosok yang tengah berbincang dengannya melalui sambungan telepon.


"Sudah kukatakan, temukan Arita dan ponakan kecilku itu secepatnya! Jika perlu, kau lacak saja dari nomor ponselnya!" bentak pria itu pada entah siapa.


Jantung Arita seakan berhenti untuk beberapa saat, begitu mendengar penuturan kasar itu. Tubuhnya mulai bergetar, selaras dengan kakinya yang tiba-tiba terasa lemas. Tak ingin mengambil risiko, wanita itu masuk ke dalam salah satu bilik yang kosong.


"Dia mencariku?" gumam Arita dengan wajah yang sudah pucat pasi. Ingatannya kembali terputar, saat beberapa tindakan dari adik iparnya itu semakin menjadi. Tak hanya Baron yang ingin disingkirkannya.


Namun, dirinya pun hendak dijadikan pemuas nafsunya.


"Halo, Bu. Sepertinya saya masih lama di toilet," tutur si wanita dengan sedikit berbisik. Tangannya menggenggam iPhone miliknya dengan sangat erat, sehingga membuat suaranya bergetar sarat akan ketakutan.

__ADS_1


"Ar, kamu baik-baik saja?" Arita dapat mendengar dengan baik pertanyaan dari sang atasan. Namun saat melihat sebuah kaki yang berhenti dibalik pintu bilik itu, membuat Arita membekap bibirnya dengan rapat.


Tanpa menunggu lama, Arita mematikan sambungan telepon antara dirinya dan Mona. Sedangkan ia tak tahu, bahwasannya sang atasan justru merasa panik lantaran mendengar nada ketakutan dari staffnya yang masih baru itu.


"Sepertinya aku mengenal suara itu," celetuk Banu dengan menelisik ke sekitarnya setelah mendengar suara seseorang. Entah mengapa, pria itu semakin yakin jika ada seseorang yang sedang di cari olehnya.


Dengan keadaan yang semakin panik, Arita memundurkan langkahnya setelah mengunci pintu yang pada bagian bawahnya tak tertutupi sepenuhnya. Melihat langkah yang semakin mendekat, kemudian diikuti oleh gedoran pintu sebanyak 2 kali.


"Hei, apa yang kau perbuat disini? Bukankah ini adalah toilet untuk wanita? Lantas apa yang membuatmu memasuki area ini?" bak mendapatkan sebuah keberuntungan, Arita mendengar suara Mona usai adik iparnya meminta untuk keluar.


"Oh jangan-jangan, kau ingin berbuat mesum?!" gertaknya sembari menatap tajam ke arah mata pria itu. Dirinya teringat bahwasannya sang staff tengah ketakutan di toilet. Mona berspekulasi, mungkin saja inilah penyebabnya.


Sontak, begitu melihat aura berwibawa dari wanita itu, cukup membuat Danu merasa terintimidasi. Tak ingin dirinya dipermalukan dan dijadikan samsak oleh pengunjung lain, Danu memilih untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Dasar pria gila!" umpatnya dengan penuh amarah.


"Arita? Kamu dimana?" tanya Mona dengan sedikit berteriak lantaran ada beberapa pintu yang tertutup. Namun begitu mendengar salah satu kunci yang terbuka, Mona segera mendekati bilik tersebut. Benar saja, ia melihat Arita yang sangat pucat.


"Astaga, apa yang terjadi padamu?!" paniknya saat tubuh staffnya jatuh terduduk di luar kamar mandi. Tak tunggu lama, Mona langsung mendekatinya dan berusaha menenangkan si wanita.


"Dia terus mengincar saya dan Baron," hanya kalimat itulah yang didapatkan oleh Mona, sehingga membuatnya kebingungan. "Dia kembaran suami saya, dan dia tidak ingin kami hidup tenang," setelah mencoba berpikir keras, akhirnya Mona berusaha mengerti akan penjelasan Arita.


"Tenanglah, aku akan melindungimu dan putramu. Jangan khawatirkan apapun," ucapnya memberi pelukan pada seorang wanita yang dinilainya cukup hebat sejauh ini.


Disaat Mona tengah berjongkok disebelah Arita, seketika ponselnya berdering dan menunjukkan bahwa sang adik telah menghubunginya. Setelah mengangkat panggilan tersebut, Mona memejamkan matanya sejenak.


"Kak, katakan pada Arita bahwa putranya sudah aku jemput."

__ADS_1


__ADS_2