
Di ruang kerjanya Raja Chris tidak bisa menghilangkan perasaan barunya kepada Clarissa. Meskipun acara makan malam ini berakhir berantakan tapi dirinya sama sekali tidak merasa menyesali nya.
Ceklek...
Tiba-tiba saja pintu ruang kerja terbuka memperlihatkan seorang pria paruh baya menggenakan kemeja hijau dengan jas putih membungkuk padanya.
" Yang Mulia." ucap nya dengan sopan.
Raja Chris yang melihatnya sambil mengangkat sebelah alisnya.
" Bagaimana keadaan Ratu?" tanya Raja Chris yang tidak mau membuang-buang waktunya untuk melihat dokter itu membungkuk kepadanya.
" Meskipun serangan tadi sangat kuat untungnya Ratu dalam keadaan baik-baik saja. Beliau hanya membutuhkan beberapa hari untuk beristirahat agar cepat dalam proses pemulihan nya." jawab Dokter memberitahu keadaan Ratu Liliyana.
Sedangkan di sisi lain Raja Chris tampak acuh sama sekali tidak mengeluarkan ekspresi khawatir kepada sang Ratu isterinya.
" Kau boleh pergi dan pastikan dia cepat sembuh lagi. Dia harus kembali menjalankan tugasnya sebagai Ratu." Ucap Raja Chris dengan cepat mengusir dokter merasa urusan mereka berdua sudah selesai.
__ADS_1
Dokter tersebut hanya memundurkan langkahnya sebelum kemudian pergi meninggalkan ruangan. Jujur saja aura Raja Chris sama sekali tidak nyaman untuk berlama-lama dekat dengannya.
Sedangkan Raja Chris memegang dadanya merasakan sakit pada bagian core inti dari mahou sendiri. Karena tidak mampu menahannya Raja Chris berteriak kesakitan.
ARGGGGH....
Pangeran Mahkota yang kebetulan lewat mendengar teriakan kesakitan dari ruang kerja Raja Chris langsung panik dan berniat masuk ke dalam sebelum ada sebuah penghalang membuat tubuhnya terjatuh dengan begitu kuat.
ARGGGGH...
Pangeran Mahkota hanya bisa menyenderkan tubuhnya ke dinding dengan pandangan kosong. Menyembunyikan perasaan sakitnya dari semua orang. Karena menurut ayahnya dirinya harus menjadi kuat supaya bisa menghancurkan rezim kegelapan dari belka.
Sedangkan di sisi lain setelah acara makan malam keluarga yang berakhir mereka bersenang-senang. Akhirnya ketika sampai ke rumah mereka tidak menghapus senyuman mereka. Terutama Estelle yang merasa gembira karena warna rambutnya masih berwarna merah muda.
" Apa rambutnya akan kembali seperti semula sebelum pergi ke Akademi?" tanya Clarissa sambil menggendong Darren yang sudah tertidur setelah kenyang.
" Iya efeknya cuma dua hari lagipula rambut puteriku sangat lucu." ucap Harrison sambil tersenyum tipis sambil memperhatikan Estelle yang sedang berbaring dengan perasaan senang.
__ADS_1
Clarissa hanya menggangguk kepalanya mendengar jawaban Harrison.
" Estelle, cepat bersihkan dirimu ini sudah waktunya tidur." ucap Clarissa menyuruh Estelle untuk membersihkan diri.
Estelle yang sedang berbaring di atas karpet langsung mengangkat kepalanya.
" Baiklah. Jadi selamat malam daddy dan mommy." ucap Estelle berjalan mendekati kedua orang tua nya dan mencium pipi keduanya.
" Selamat malam sayangku." ucap Harrison sambil mencium kening Estelle dengan lembut.
" Selamat tidur sayangku." ucap Clarissa sambil tersenyum lembut.
Setelah itu Estelle menaiki tangga untuk menuju kamarnya begitu juga dengan Clarissa dan Harrison yang membersihkan diri sebelum tidur.
Clarissa membaringkan tubuh Darren di box bayi dengan perlahan dan lembut ia melepaskan pakaian pada puteranya membersihkan tubuhnya menggunakan handuk. Sebelum kemudian menggunakan sihirnya untuk membantu mengambil pakaian Darren dari dalam lemari.
Setelah memastikan puteranya sudah bersih Clarissa mencium keningnya sambil mengucapkan selamat malam sebelum kemudian pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Ketika Clarissa memasuki kamarnya ia melihat seorang pria yang berdiri di balkon dengan penampilan membuatnya terkejut.
Countine...