
Clarissa menundukkan kepalanya sedih mengetahui Estelle tidak mau sarapan bersama nya. Bahkan dirinya tidak tahu Estelle berada di mana Clarissa khawatir jika puteri nya kabur dari rumah.
Harrison yang tahu menyentuh bahu Clarissa dengan pelan.
" Tenanglah Estelle akan kembali dan setelah ini kita akan membicarakannya dengan perlahan." ucap Harrison menenangkan Clarissa.
" Kau benar." ucap Clarissa yang merasa sedikit tenang dengan ucapan Harrison.
Clarissa yakin Estelle tidak akan pergi jauh dari rumah.
Benar saja tidak lama setelahnya Estelle kembali pulang ke rumah dengan tampang lusuh.
Estelle berjalan mendekati Clarissa dan Harrison yang berada di ruang keluarga.
" Hallo mom, Hallo dad." ucap Estelle menyapa kedua orang tuanya.
" Estelle ingin membicarakan sesuatu apa boleh?" tanya Estelle meminta izin kepada Clarissa dan Harrison untuk berbicara.
Harrison dan Clarissa yang mendengarnya saling menatap satu sama lain sepertinya Estelle akan membicarakan sesuatu penting.
" Tentu saja princess kau boleh bicara sekarang." ucap Harrison menyetujuinya.
__ADS_1
Estelle menghela nafasnya sambil berusaha menghilangkan kegugupannya.
" Aku sudah membuat keputusan, aku tetap ingin pergi ke akademi Emerald. Karena di sana aku ingin memperdalam sihir dan Mahou. Mungkin dad bisa mengajari ku tapi aku ingin mengenal lebih jauh tentang Belka. Aku ingin menjadi seorang mahou yang kuat seperti dad dan mom. Jadi aku mohon izinkan ku untuk ke akademi mom." ucap Estelle sambil membungkuk tubuhnya dengan ala jepang.
Harrison yang mendengarnya mengangguk kepalanya tapi dirinya bukan mengambil keputusan melainkan Clarissa. Karena walau bagaimanapun isterinya yang lebih mengenal Estelle dengan baik.
Clarissa yang melihatnya terdiam dengan air mata berlinang dirinya menghampiri Estelle dan berjongkok di hadapannya.
" Apa Estelle dengan keputusan mu bukannya kau ingin menjadi seorang dokter?" tanya Clarissa berusaha mengetahui tekad Estelle untuk pergi ke akademi.
Estelle mengigit bibir bawahnya sambil menatap Clarissa.
" Estelle yakin mom, lagipula di sana pasti ada Mahou medic." ucap Estelle dengan penuh tekad kuat.
" Baiklah mom akan mengizinkan Estelle ke akademi. Tapi dengan satu syarat." ucap Clarissa mencegah Estelle berteriak.
Estelle yang tadinya ingin berteriak langsung menutupi mulutnya dengan kedua tangannya dengan matanya berbinar senang.
" Jika ada sesuatu yang berbahaya mom mohon kau harus menghindari. Kalau tidak mom akan membawa mu kembali dan Estelle akan belajar di sekolah umum. Jadi bagaimana Estelle setuju atau tidak persyaratan mom." ucap Clarissa memberitahu satu syarat.
Estelle yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya sebelum kemudian menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
" Aku mencintaimu mom." ucap Estelle sambil memberikan ciuman di pipi.
Clarissa yang melihatnya bernafas lega sedikit merasa tenang dengan janji Estelle meskipun ada sebagian perasaan khawatir jika musuh akan menyakiti puterinya. Clarissa membalas pelukan Estelle dengan erat.
" Mom juga menyayangi mu Estelle." ucap Clarissa sambil memberikan kecupan di pipi Estelle.
Harrison yang melihatnya merasa senang karena Clarissa sudah berbaikan dengan Estelle.
Kemudian Harrison berdiri dan memeluk kedua perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya.
" Kalian jahat tidak mengajak dad untuk pelukan." ucap Harrison berpura-pura marah.
Clarissa dan Estelle yang mendengarnya tertawa bersama sebelum kemudian memeluk Harrison.
" Kami menyayangi mu dad/ suami ku." ucap Clarissa dan Estelle bersamaan.
Suasana haru itu harus hilang ketika mendengar suara tangisan dari lantai atas.
Harrison, Clarissa, dan Estelle saling menatap satu sama lain.
" Sepertinya ada yang iri....
__ADS_1
Countine...