
Sedangkan di sisi lain Estelle yang sedang tertidur merasakan bahwa sesuatu akan terjadi ke depannya.
Ketika Estelle sedang berbaring di tempat tidurnya sambil tertidur pulas. Tiba-tiba saja sesuatu terjadi dimana dirinya berada di sebuah tempat yang tidak asing baginya.
" Ini bukannya berada di Akademi Emerald, mengapa aku bisa berada di sini bukannya seharusnya sekolah masih belum di mulai." ucap Estelle merasa heran.
Dengan perasaan keheranan Estelle berjalan mengelilingi kastil Emerald. Sambil memperhatikan sekitarnya dirinya tanpa sengaja bertemu dengan salah satu teman nya Aisha. Tapi yang membuat Estelle semakin heran sekaligus terkejut ia melihat Aisha sudah lebih dewasa atau kemungkinan berusia 16 tahun.
Estelle menyerngitkan dahinya melihat Aisha yang tampak akrab dengan Chlorine Mackie. Mengingat Aisha dan Mackie tidak pernah akur mereka berdua saling bermusuhan setiap ketemuan mereka sering bertengkar.
" Hei bagaimana apa kamu benar akan bertunangan dengan Pangeran Mahkota Brian?" tanya Aisha yang dewasa tampak antusias berbicara dengan Chlorine.
Sambil tersenyum malu-malu Chlorine menunjukkan sebuah cincin memiliki berlian merah. Aisha yang mendengarnya langsung menjerit dan sontak memeluk Chlorine.
" Terima kasih, jadi bagaimana dengan keadaan Puteri Estelle?" tanya Chlorine menanyakan keadaan nya.
__ADS_1
Membuat Estelle menyerngitkan dahinya merasa bingung alasan apa sampai Chlorine menanyakan keadaan nya. Bukannya mereka musuh.
Tapi jawaban Aisha yang semakin membuat Estelle terkejut.
" Mengapa kau peduli dengan mahou jahat itu, bukannya seharusnya kau membencinya karena berusaha merebut kebahagiaan mu, Lagipula sudah bagus Raja memberikan tempat tinggal kepada yatim piatu berdarah kotor itu." ucap Aisha dengan tajam dari sorot matanya dia sangat membenci Estelle.
Estelle yang mendengarnya perlahan memundurkan langkahnya dengan tatapan tidak percaya. Bahwa sahabat nya bisa mengatakan seperti itu.
" Tidak, itu bukan Aisha dan aku bukan mahou jahat. AKU BUKAN ORANG JAHAT." teriak Estelle keras.
" Itu hanya mimpi, Estelle tenangkan dirimu." ucap Estelle berusaha meyakinkan dirinya bahwa itu hanya sekedar mimpi.
Tapi entah sudah berapa kali ia hilangkan kenapa perasaan nya merasa tidak nyaman. Karena Estelle sudah tidak bisa tidur akhirnya ia memutuskan untuk turun ke bawah. Mungkin minum segelas susu bisa menjernihkan pikirannya.
Ketika Estelle turun ia melihat Daddy nya sedang duduk di sofa sambil membaca buku.
__ADS_1
" Dad." ucap Estelle memanggil Harrison.
Sedangkan Harrison yang sudah melakukan itu dengan Clarissa tidak bisa tertidur. Setelah kejadian istana tadi yang membuatnya harus berpikir dua kali untuk melanjutkan rencananya. Apalagi Harrison sudah bisa melihat ketertarikan Raja Chris pada isterinya.
Akhirnya karena tidak mau mengganggu istirahat isterinya Harrison memutuskan turun ke lantai bawah sambil membaca buku dengan secangkir kopi bisa membuat pikirannya jernih.
Harrison yang tidak menyangka melihat puterinya masih terbangun langsung menutup bukunya dan berteleport ke hadapan Estelle.
" Mengapa kau belum tidur, princess?" tanya Harrison sambil berjongkok.
" Apa itu daddy kau bisa menghilang dalam sekejap?" bukan nya menjawab pertanyaan Harrison. Estelle malah balik bertanya karena jujur saja ia kagum dengan kemampuan mahou ayahnya.
Harrison hanya tersenyum sebelum kemudian menggendong Estelle. Membuat Estelle protes karena dirinya sudah besar tidak perlu digendong lagi. Tapi dirinya tidak bisa pungkiri bahwa pelukan Daddy nya yang hangat membuatnya nyaman.
Harrison yang merasa bahwa Estelle menyembunyikan sesuatu hanya diam, seakan ia sedang menunggu sesuatu...
__ADS_1
Countine...