
Mengapa Estelle kau terlihat antusias dengan istana?" tanya Harrison bertanya kepada Estelle.
" Daddy, aku ingin sekali melihat istana seperti di dalam buku cerita itu dan aku harap suatu hari nanti bisa menjadi seorang Puteri yang tinggal di istana." ucap Estelle menjawabnya dengan antusias.
Harrison yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya tanpa mengatakan apapun. Tapi di dalam hati dirinya menyeringai.
" Iya suatu hari nanti daddy akan memberikan istana itu untukmu." batin Harrison berjanji.
Satu hal yang pasti Harrison akan selalu menuruti semua permintaan dari kedua malaikat nya dan tidak seorangpun yang boleh melukai mereka berdua.
Benar saja Harrison membawa Clarissa beserta kedua anaknya ke istana untuk memenuhi undangan Raja Chris. Meskipun Harrison khawatir jika sesuatu terjadi kepada mereka bertiga ketika identitas aslinya keluar.
Tapi Harrison tidak akan membiarkan itu terjadi, karena dia akan membunuh orang itu sebelum mencelakakan keluarga nya.
Estelle yang sudah datang dengan memakai gaun biru muda panjang, serta pita bermotif bunga terpasang di pinggang nya dan bando bunga-bunga membuat nya keliatan meski masih berusia 11 tahun.
" Daddy, bagaimana penampilan Estelle apa sudah cukup cantik." ucap Estelle sambil memutar gaun biru nya memamerkannya kepada Harrison.
Harrison yang sedang menggendong Darren tersenyum melihat kecantikan Estelle mirip dengan Clarissa.
__ADS_1
" Tentu saja Puteri,daddy adalah orang yang cantik." puji Harrison kepada Estelle.
Membuat Estelle merona malu mendapatkan pujian Harrison.
" Terima kasih daddy." ucap Estelle sambil menundukkan kepalanya dengan anggukan pelan.
Harrison yang melihatnya hanya tertawa pelan melihat tingkah Estelle dan berharap puterinya tidak cepat besar.
Trap...
Trap...
Bahkan Harrison sampai dibuat tidak berkutik melihat kecantikan istrinya ini. Perlahan Harrison menghampiri Clarissa yang sudah turun dari tangga.
" Kamu sangat cantik sayang ku." ucap Harrison dengan mata berbinar pesona.
Clarissa yang mendengarnya hanya bisa tersenyum lebar sebelum kemudian mendekatkan wajahnya ke Harrison. Sedangkan Harrison yang tahu perlahan ingin mencium bibir Clarissa.
" Ekhem."
__ADS_1
Suara Estelle yang berdehem membuat secara refleks Clarissa dan Harrison memundurkan langkahnya merasa malu ketika mau bermesraan di depan anak-anak mereka.
Terutama Darren yang hanya menatap mereka polos sambil memiringkan kepalanya dengan lucu.
Clarissa yang melihatnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karena jujur saja penampilan Harrison sekarang mampu membuat nya bergairah.
Bagaimana tidak sekarang Harrison menggenakan jas hitam lengkap dengan dasi berwarna hitam, rambutnya yang di tata rapi dengan sebelah menutupi dahinya dan juga jubah hitam panjang yang membawa kesan misterius.
" Apa kalian sudah siap?" tanya Harrison kepada Clarissa, Estelle, dan Darren.
" yes...." ucap Darren dengan semangat di pelukan Harrison.
" Hahahaha....sepertinya Darren sudah mengwakilkan kami, Harry." ucap Clarissa sambil tertawa pelan.
Harrison hanya tersenyum sebelum kemudian meraih tangan Clarissa yang juga sudah menggenggam tangan Estelle.
Tidak lama setelah itu mereka berempat sudah berada di sebuah gerbang besar mampu membuat Clarissa dan Estelle melihatnya terpukau.
Terutama Clarissa yang bisa merasakan sihir berada di istana itu. Tapi entah kenapa ada sesuatu keanehan didalam nya semacam sihir gelap.
__ADS_1
Countine....