Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Lebih Baik Jujur


__ADS_3

Ketika Clarissa berada di ruang keluarga bertapa terkejutnya ia melihat dimana Harrison sedang menerbangkan boneka ke udara dan Estelle yang tertawa terbahak-bahak.


Melihat itu Clarissa merasa senang sekaligus sedih dimana di kehidupan sebelumnya Estelle tidak pernah mendapatkan kebahagiaan nya di panti asuhan. Dirinya merasa senang bisa memberikan kehidupan Estelle yang bahagia.


Harrison yang menyadari keberadaan Clarissa mengalihkan pandangannya.


" Kau sudah bangun?" ucap Harrison yang tidak seperti pertanyaan.


Clarissa yang melihatnya hanya membuang wajahnya ke samping masih merasa marah karena apa dilakukan pria itu kepadanya beberapa jam lalu.


Estelle berlari menghampiri Clarissa dan memeluk kakinya.


" Mommy apa kau tahu tadi tuan Harrison telah menunjukkan sihir. Dia seperti kita seorang mahou. Apa Harrison ayahku?" tanya Estelle penuh harapan.


Karena Estelle yakin bahwa orang yang sepertinya merupakan ayahnya. Apalagi Estelle memiliki kemiripan di bagian mata biru dan rambutnya yang cokelat meskipun milik Harrison lebih gelap hampir hitam.


Clarissa yang mendengarnya terkejut sambil memandang Harrison dengan santainya mengangkat bahunya acuh seolah dirinya sama sekali tidak mempedulikan kesulitannya.

__ADS_1


" Dasar pria menyebalkan andaikan aku tidak menolongnya. Aku tak akan berurusan dengannya." batin Clarissa seakan menyesali keputusan nya semalam.


Apalagi baru satu hari Clarissa mendapatkan informasi baru mengenai kehidupan pemilik tubuh sebelum nya ketika berada di belka.


Clarissa menghela nafasnya sebelum berjongkok menyamakan tingginya dengan Estelle.


" Semoga aku tidak akan menyesali keputusan ku ini. Karena walau bagaimanapun pria menyebalkan itu adalah ayah dari Estelle." batin Clarissa yang sudah mengambil keputusan.


" Iya Harry merupakan ayah kandung mu. Maafkan mommy karena menyembunyikan nya." ucap Clarissa sambil menundukkan kepalanya karena dirinya tidak mau melihat reaksi Estelle.


Sedangkan mata Estelle menunjukkan terkejutan. Sebelum memandangi Harrison yang juga terkejut seakan tak mempercayai bahwa Clarissa akan mengatakan sejujurnya.


" Mommy tidak perlu sedih, Estelle tidak marah kepada mommy lagipula daddy sudah ada di sini. Sekarang kita adalah keluarga yang lengkap yeah...." ucap Estelle yang berlari ke arah Harrison terkejut.


Harrison bingung dengan situasi seperti ini seumur hidup nya dirinya sama sekali tidak berniat untuk memiliki keluarga. Dirinya memiliki tujuan yang besar di sana dia akan menguasainya. Tapi sekarang dirinya terjebak oleh namanya keluarga sesuatu yang asing bagi pendengaran nya maupun ingatan nya dengan seorang perempuan menghabiskan waktu tiga bulan mengenalnya dan anak perempuan berusia 7 tahun.


Harrison bisa merasakan pelukan kecil dari Estelle membuatnya tidak bisa berdiam saja dan kemudian membalas pelukannya.

__ADS_1


" Apa ini aku sama sekali tidak mengerti dengan situasi ini." batin Harrison sambil menatap Clarissa yang matanya berkaca-kaca.


Sedangkan Clarissa menutup mulutnya tidak bisa mengatakan apapun untuk membalas ucapan Estelle yang tampaknya bahagia dengan keberadaan Harrison.


" Apa dia bisa memberikan keluarga yang sempurna untuk Estelle. Bahkan sekarang aku tidak bisa menjauhkan Estelle dengan ayahnya. Meskipun aku sama sekali tidak mengenalnya selama Estelle itu tidak masalah." batin Clarissa dengan mata berkaca-kaca sambil memandang sepasang mata biru Harrison menatapnya.


...****************...


Clarissa menyelimuti Estelle yang tertidur pulas setelah makan malam sambil kemudian memberikan kecupan di keningnya.


" Mommy menyayangi selamat bermimpi indah princess." ucap Clarissa yang setelah itu pergi keluar dari kamar Estelle.


Untuk menemui Harrison yang sedang duduk di sofa dengan secangkir kopi dan sebuah buku di tangannya.


" Jadi apa kita bisa bicara sekarang." ucap Clarissa berdiri di belakang Harrison dengan tatapan mata serius.


Sedangkan Harrison....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2