Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Duel Part II


__ADS_3

" Kita lihat saja, acqua della piscina" ucap Theodore sambil melemparkan sebuah membuat kolam air kecil.


Hingga membuat Alejandro terjatuh karena licin sebab mantra Theodore sudah di modifikasi membuat kolam air nya licin.


Semua orang menertawakan nya terutama Estelle dan Aisha yang sama sekali tidak senang dengan sikap sombong Alejandro.


Alejandro yang merasa di permalukan langsung mengarahkan tongkat nya.


" Volare." ucap Alejandro dengan keras.


Theodore yang tahu mantra tersebut langsung memutar tubuhnya membuat jubahnya berterbangan Estelle melihatnya hanya diam terpaku.


" Astaga dia sangat tampan." batin Estelle tanpa sadar kagum terhadap Theodore.


Estelle yang langsung tersadar bahwa dia memuji Theodore menggelengkan kepalanya.


" Tidak...lupakan pikiran itu Theodore Zephyr bukan orang tampan. Dia jelek dan menyebalkan." batin Estelle.


Alejandro gemeletuk giginya dengan keras merasa kesal karena Theodore bisa menghindar dari serangan nya.


Sedangkan Theodore yang melihatnya menyeringai sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Hahahaha...itu hanya mantra lemah bukan, Septimus atau bisa ku bilang Timus." ucap Theodore yang puas menghina Alejandro.


Alejandro yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya ingin mengucapkan sebuah mantra membuat semua orang terkejut termasuk Professor Calderon.


" SEHARUSNYA KAU MATI SAJA ZEPHYR,LA MORTE." ucap Alejandro dengan keras.


Membuat semua orang yang berada di ruangan melihatnya dengan pandangan mata ketakutan.


Estelle yang mengetahui mantra tersebut langsung terkejut.


Untungnya sebelum mantra itu mengenai Theodore, Professor segera mengucapkan mantra untuk melindunginya.


"Scudo Viola." ucap Professor Calderon dengan tenang.


Semua orang termasuk Estelle bisa bernafas lega karena mantra itu tidak mengenai Theodore.


" Apa yang anda lakukan Septimus?" tanya Professor Calderon yang sudah tidak bisa bersikap tenang karena salah satu murid nya melakukan mantra berbahaya bisa membunuh seseorang.


" Saya spontan mengatakan nya Professor maafkan saya." ucap Alejandro yang tampak panik sebelum kemudian membungkuk memohon maaf kepada Professor Calderon.


Tapi sayangnya Professor Calderon yang sudah tidak bisa bernegosiasi malah membuat tubuh Alejandro Septimus membeku dan tidak bisa bergerak.

__ADS_1


" Anda telah melakukan kesalahan fatal, Mr. Septimus. Saya akan memberitahu kepala sekolah bahwa hari ini anda akan dikeluarkan dari Akademi. Semoga Lord Septimus bisa mengajari bagaimana cara membesarkan seorang anak." ucap Professor Calderon dengan melirik Alejandro tajam.


Selesai melirik Alejandro, Professor Calderon langsung membalikan badannya ke murid-murid nya.


" Kita sudahkan dulu duel untuk hari ini saya harap lain kali tidak ada seorangpun membunuh sesama rekan nya. Meskipun beda asrama saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi seperti dulu." ucap Professor Calderon dengan pelan.


Estelle yang mendengarnya menyerngitkan dahinya kenapa ekspresi Professor Calderon terasa berbeda seakan ia menyembunyikan sesuatu.


Setelah kelas dibubarkan lebih awal semua siswa asrama Diamond memiliki waktu istirahat selama 1 jam. Sementara Professor Calderon membuat janji dengan kepala sekolah tentang masalah Septimus yang tidak mungkin diselesaikan secara mudah.


" Aisha, apa kejadian ini pernah terjadi sebelumnya?" tanya Estelle pada teman nya yang berjalan di samping nya.


" Aku tidak tahu, Estelle. Sepertinya kemungkinan ada karena aku pernah mendengar ada seorang siswi tahun kelima yang mati mendadak. Tapi pihak Akademi tidak memberitahu alasan kematiannya." ucap Aisha sambil melirik Estelle.


" Terus mengapa Akademi tidak memberitahukan alasan kematiannya?" tanya Estelle lagi karena merasa selama menjadi siswa di sini dirinya belum terlalu mengetahui tentang dunia Mahou.


Aisha menghentikan langkahnya dengan suara lirih ia menjawab.


" Ini karena Akademi Emerald tidak memberitahukan karena pembunuh siswi tersebut merupakan seorang siswa pria yang merupakan pangeran kegelapan." jawab Aisha dengan ekspresi ketakutan.


Duar....

__ADS_1


Countine....


__ADS_2