
Setelah menyelesaikan sarapan Clarissa bersama Harrison dan kedua anak mereka Estelle dan Darren langsung segera berangkat menuju ke sekolah untuk merayakan kelulusan puteri mereka.
Dengan lancar Harrison mengemudi mobil dengan Clarissa di sampingnya dan di kursi terdapat Estelle serta Darren yang tampak asik mengunyah biskuit nya.
" Na~na~ na..." Estelle bersenandung dengan musik yang akan di bawakan nanti.
Clarissa yang bisa melihat kegugupan Estelle hanya tersenyum karena dirinya yakin nanti puteri nya berhasil melakukannya.
Sejak tiga tahun lalu Estelle sangat menyukai musik piano sampai meminta Clarissa untuk mengijinkan di les piano. Harrison yang mendengarnya menyerngitkan dahinya merasa tidak suka bahwa anaknya akan berinteraksi dengan manusia non mahou. Tapi karena Clarissa terus bersikeras meminta Harrison menyetujui permintaan Estelle.
Akhirnya dengan berat hati Harrison mengijinkan Estelle untuk mempedalami hobi baru nya.
Ternyata keputusan Clarissa tidak sia-sia dalam setengah tahun saja Estelle berhasil lancar memainkan piano bisa dibilang anak itu berbakat. Estelle menjadi kebanggaan sekolah karena sering mengikuti kompetisi piano dan memenangkan medali emas serta mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara perpisahan nya.
Setelah sampai di sekolah Estelle semua langsung turun. Dengan badan gemetar Estelle turun Harrison yang melihatnya langsung melirik Clarissa sedang menggendong Darren.
Clarissa yang mengerti arti tatapan Harrison langsung berjalan duluan. Untuk memberikan waktu kepada Estelle dan Harrison setelah 4 tahun Clarissa baru menyadari bahwa suaminya adalah pria yang pantas sebagai ayah untuk kedua anaknya.
__ADS_1
Clarissa tidak akan mau meninggalkan semua impian nya mempunyai keluarga bahagia. Meskipun dia akan menjadi Tatiana lagi mungkin itu egois tapi ia yakin bahwa keluarga nya bahagia walau tanpa kehadirannya.
Harrison mengajak Estelle untuk berdiri di salah satu pohon dekat sekolah.
" Apa kau gelisah princess?" tanya Harrison dengan pelan namun jelas.
Estelle memainkan jarinya sambil mengatakan sesuatu.
" Estelle takut nanti dad dan mom akan kecewa karena tidak bisa menampilkan terbaik." ucap Estelle mengeluarkan semua kegelisahannya kepada Harrison.
" Tidak perlu merasa khawatir kami akan kecewa, Princess. Bukannya selama ini princess sudah menjadi pianis terbaik. Bagaimanapun acaranya nanti kami akan tetap bangga padamu princess." ucap Harrison sambil mencium kening Estelle.
Estelle yang mendengarnya langsung kembali semangat merasa bahagia karena yakin diri nya tidak akan mengecewakan dad dan mom nya.
" Baiklah Estelle akan semangat." ucap Estelle sambil mengepalkan tangannya semangat.
Setelah memastikan Estelle masuk bersama teman-temannya Harrison berjalan masuk ke dalam dan mencari keberadaan Clarissa serta Darren.
__ADS_1
Terkadang melihat bagaimana manusia non sihir berada di sekitarnya membuat Harrison tidak bisa menyembunyikan perasaan jijik nya. Tapi dirinya harus berusaha menahannya sebelum kemudian bisa kembali ke tempat asalnya.
Pandangannya menuju ke arah kursi depan dimana ada rambut pirang yang dikepang kecil kesamping di antara dua sisi sedang duduk.
Harrison yang tahu itu Clarissa langsung menghampirinya dan duduk di sampingnya kebetulan kosong.
Clarissa yang merasa ada kehadiran seseorang langsung mengalihkan pandangannya.
" Kau sudah sampai sayang." ucap Clarissa sambil tersenyum lebar.
" Tentu saja dan tidak usah khawatir aku sudah berbicara dengan baik kepada Estelle." ucap Harrison yang menghilangkan perasaan cemas Clarissa.
" Syukurlah." ucap Clarissa sambil bernafas lega sebelum kemudian tidak lama setelahnya.
" Mari kira panggilkan Estelle Adeline Desmon sebagai acara pembukaan dengan permainan pianonya.....
Countine...
__ADS_1