
Membuat Clarissa merasa firasat tidak baik mendorong tubuh Harrison menggunakan kedua tangannya.
Tapi Harrison yang memiliki tenaga lebih kuat dari Clarissa langsung saja menangkap kedua tangannya dan di posisikan di atas kepalannya.
" Lepaskan tolong...juga kenapa warna mata mu berubah." ucap Clarissa yang melihat bola mata Harrison awalnya berwarna biru tua seperti Estelle malah menjadi merah.
Jujur saja Clarissa merasa semakin tidak nyaman. Apalagi sekitar nya sudah sedikit sesak akibat aura Harrison.
Harrison hanya memperhatikan Clarissa yang berusaha tetap bernafas. Dirinya tahu bahwa Clarissa tidak tahan dengan aura nya. Tapi sayangnya Harrison sama sekali berniat menurunkan auranya.
Kemudian sedetik kemudian Harrison menatap mata hijau Clarissa.
Clarissa yang balas menatapnya tiba-tiba saja dirinya mendapat pengelihatan di kepala nya.
Flashback On...
8 Tahun Lalu....
Clarissa yang sedang bekerja menjaga perpustakaan merasa ada seseorang memperhatikannya dari jauh.
Ketika Clarissa melihatnya di pojokan ada seseorang yang sedang duduk sambil membaca buku nya sebelum kemudian berdiri ke lorong menuju tempat rak buku.
__ADS_1
Terlihat pria itu tampak kesulitan terlihat dia sedang berkeliling mencari sesuatu.
Merasa tertarik Clarissa menghampiri pria asing itu.
" Permisi, apa yang bisa saya bantu?" tanya Clarissa dengan ramah.
Pria asing itu membalikan badannya memperlihatkan wajahnya yang tampan.
" Tidak perlu." ucap pria itu sebelum kemudian pergi meninggalkan perpustakaan.
Selama seminggu lebih Clarisa memperhatikan pria itu sering datang ke perpustakaan hanya sekadar membaca buku. Bahkan yang membuatnya terkesan ialah dia hampir menghabiskan satu rak penuh buku dibaca.
" Sepertinya dia orang yang sangat gemar membaca. Mungkin dia sedang membaca buku mantra sihir." batin Clarissa sambil membaca buku tentang ramuan.
Terkadang Clarissa sedih tidak bisa menggunakan mantra, ataupun terbang seperti mahou lainnya. Jadi yang bisa dilakukan adalah membaca buku tentang mereka dan membayangkan nya.
" Nona."
Merasa ada seseorang yang memanggilnya Clarissa tersadar dari lamunannya dan menatap seorang pria berjubah.
" Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Clarissa berusaha bersikap ramah meskipun dirinya merasa curiga kepada pria di depannya.
__ADS_1
" Saya ada pekerjaan untuk anda." ucap pria berjubah sambil mengeluarkan sebuah botol berwarna biru dari saku jubahnya.
Clarissa memicingkan mata nya menatap takut pria berjubah itu. Apalagi dia mengeluarkan sebuah botol yang mencurigakan.
" Berikan ramuan ini kepada pria itu." ucap pria berjubah itu menunjuk ke arah pria yang menjadi perhatiannya selama seminggu terakhir.
Sontak saja Clarissa yang mendengarnya curiga langsung menggelengkan kepalanya menolaknya. Tapi sayangnya pria berjubah itu langsung mengeluarkan tongkat nya membaca kan sebuah mantra kepadanya.
Setelah itu Clarissa sama sekali tidak mengingat apapun sebelum kemudian dirinya sadar sudah tidur dengan seseorang yang membuat nya tertarik.
Karen alasan itu Clarissa langsung meninggalkan pria itu sendirian dan nekat meninggalkan belka. Melanjutkan hidupnya di dunia manusia.
Flashback off...
Mendapatkan ingatan yang terkunci selama 8 tahun terakhir langsung membuat tubuhnya lemah dan akan terjatuh jika tidak Harrison yang menahan nya.
Harrison membiarkan Clarissa bersandar di tubuhnya.
Melihat Clarissa yang sudah tertidur Harrison hanya memperhatikannya.
" Mungkin kau tidak tahu apa yang kita habiskan selama tiga bulan, mengingat kau sedang di kendalikan tapi lebih baik akan saya sembunyikan ingatan itu terlebih dahulu." ucap Harrison sambil memandang Clarissa dengan tatapan sulit.
__ADS_1
Countine...