
Mari kita cari kristal itu." gumam Harrison dengan pelan.
Sebelum Harrison menaiki tangga menuju ke lantai dua dia mendengar suara seseorang dari belakang.
" Oh, ada seseorang sudah lama sekali tidak ada berkunjung ke sini." ucap nya.
Membuat Harrison menghentikan langkahnya dan membalikkan badan nya dirinya terpaku melihat ada sebuah manusia salju berjalan menuju ke sini.
" Siapa kamu?" tanya Harrison dengan datar dirinya dalam hati merasa kagum dengan mendiang Ratu Regina yang bisa menciptakan manusia salju bisa hidup.
Apalagi bisa di perkirakan bahwa usia manusia salju hampir 200-350 tahun lalu. Sebenarnya Harrison tidak tahu berapa umur mendiang Ratu Regina beserta karena misteri keluarga belum terpecahkan bahkan asal nama marga Crystal yang sudah lama menghilang.
Bahkan monster raksasa es itu terkejut karena mengetahui nama marga keluarga yang berasal dari garis keturunan ibunya.
" Namaku bellie, namaku sedikit lucu tapi princess Madeleine sangat menyukai nya." ucap nya memanggil dirinya bellie.
__ADS_1
Harrison yang mendengarnya mengerutkan keningnya merasa asing dengan nama itu.
" Siapa dia, saya tidak pernah mendengar nama Puteri Madeleine salah satu dari garis kerajaan Desmon. Apa dia anak haram Mendiang Ratu Regina?" tanya Harrison yang terkesan blak-blakan.
Ini cukup aneh bagi Harrison karena biasanya dia selalu berhati-hati dalam mengatakan sesuatu.
Sedangkan Bellie yang mendengar pertanyaan dari Harrison menghela nafas ny sambil menggelengkan kepalanya.
" Anda akan mengetahuinya suatu hari nanti." jawab Bellie.
Membuat semua pertanyaan banyak di pikiran Harrison. Tapi semuanya hilang ketika tiba-tiba saja Bellie sudah berada di atas tangga beberapa langkah di depannya.
Harrison penasaran apa yang di inginkan manusia salju bodoh itu dan akhirnya ia pun mengikutinya naik tangga ke atas Harrison menggaggumi bagaimana ukiran es itu menyentuh jari nya berasa dia pulang ke rumah.
" Tunggu mengapa aku memikirkan itu lagipula aku harus mendapatkan kristal es. Setelah itu aku bisa menguasai segalanya atau lebih nya bersama keluarga ku menguasai nya." batin Harrison sambil menyeringai licik.
__ADS_1
Bellie mendengar suara hati Harrison hanya diam sambil meneruskan jalan nya. Ketika mereka sampai di sepasang pintu es yang sama dilihat Harrison sebelumnya.
" Silahkan anda boleh masuk di sanalah anda akan jati diri." ucap Bellie yang kemudian secara tiba-tiba menghilang dari pandangan Harrison.
Membuat Harrison yang ingin bertanya urung setelah manusia salju itu sudah menghilang. Kemudian Harrison menyentuh pelan pintu itu dan ajaib nya terbuka. Harrison yang merasakan ketertarikan kepada aura nya masuk ke dalam.
Di dalam ruangan tersebut terdapat empat pilar es yang memiliki berbeda. Di sebelah kanan nya berwarna merah, di sebelah kiri ada biru, seberang kanan nya terdapat warna hijau, dan terakhir di seberang kiri ada warna putih.
Seakan empat pilar itu memiliki setiap artinya tersendiri. Entah mengapa Harrison merasa warna pilar tersebut tempat rahasia yang sering dirinya kunjungi ketika kecil dulu.
Ketika Harrison berniat menyentuh salah satu pilar untuk memeriksa nya pandangannya tidak ke sengaja sebuah tempat dimana benda di cari nya berada di depan matanya.
Harrison langsung mengurungkan niatnya untuk mendekati pilar dan berubah mendekati kristal biru muda yang di cari.
" Indah dan ini milik ku." ucap Harrison langsung mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja ketika tangan Harrison mau bersentuhan sesuatu hal terjadi....
Countine...