Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Perubahan Warna Rambut


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain Clarissa sedang membaca buku pandangannya tertuju ke arah jendela dengan tatapan melamun.


Sampai tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tangannya. Membuat Clarissa tersadar dari lamunannya.


" Hei, kau sudah bangun Darren?" tanya Clarissa yang langsung menutup bukunya sebelum kemudian mengangkat Darren dan menempatkan dalam pangkuannya.


" Mommy...daddy ade imana..." ucap Darren bertanya keberadaan Harrison.


Clarissa tersenyum dalam waktu yang singkat Darren perlahan memperbaiki cara bicara nya. Meskipun masih sedikit kurang di mengerti tapi Clarissa tahu puteranya merindukan ayahnya.


" Tenang, daddy akan segera pulang." ucap Clarissa yang mengelus rambut Darren.


Tapi satu hal yang membuat Clarissa kehilangan fokusnya adalah dimana perlahan rambut pirang Darren berubah menjadi putih.


Sedetik kemudian di susul oleh pecahan kaca yang berada tidak jauh Clarissa.


Pyarrr....


Clarissa yang terkejut refleks membalikan badannya melindungi Darren dari pecahan kaca itu.

__ADS_1


" Hahahha....." ucap Darren tertawa polos sambil menatap Clarissa.


Clarissa yang melihatnya hanya terdiam sebelum membalikan badannya menatap jendela pecah sendiri.


" Apa yang sebentar terjadi?" tanya Clarissa dengan nafas tersengal-sengal merasa takut.


" Ini seperti Estelle dulu. Apa ini efek kemunculan pertama sihir Darren?" lanjut Clarissa merasa dirinya harus menunggu kepulangan Harrison dan menceritakan semuanya termasuk perubahan warna rambut Darren.


" Tapi sekarang dimana Harrison, mengapa aku merasa bahwa menyimpan sebuah rahasia padaku?"batin Clarissa bertanya-tanya keberadaan Harrison.


...****************...


Harrison menggunakan jubah hitam nya berjalan menelusuri sebuah lautan es yang dingin. Satu langkah salah bisa membuat es itu hancur dan dirinya mati.


" Es sialan...untung saja aku seorang mahou bisa membuat tubuh ku hangat menggunakan mantra cih..." ucap Harrison mengupat.


Harrison harus pergi sendiri ke Antartika dirinya tidak akan mempercayai seseorang untuk ikut kepadanya. Karena jika dirinya salah langkah pastinya ia tidak akan pernah mendapatkan kristal biru muda.


Setelah menghabiskan waktu selama 20 menit berjalan melintasi jalanan es. Harrison segera berjalan ke salah satu gunung dimana ada sebuah portal sihir yang di rancang oleh mendiang Ratu Regina untuk melindungi kristal biru muda itu.

__ADS_1


Harrison sedang menulis rune di bawah kaki gunung dalam bahasa kuno.


" Dimana seseorang yang memiliki jiwa murnilah lah bisa mendapatkan apa mereka cari."


Memang tulisan nya sungguh ironis mengingat Harrison sama sekali tidak memiliki jiwa murni. Ia adalah seorang pangeran kegelapan yang pernah membunuh hampir 100 orang demi mencapai tujuannya. Tapi Harrison sudah bertekad untuk mendapatkan kristal itu.


Selesai menulis kalimat itu tiba-tiba ada sebuah cahaya biru muncul. Harrison yang melihatnya tidak bisa menyembunyikan seringai licik nya.


" Aku tidak percaya ini berhasil mari kita lihat apa yang sebenarnya mendiang Ratu Regina lakukan untuk melindungi kristal itu." ucap Harrison sebelum kemudian masuk ke dalam portal.


Portal tersebut membawa Harrison ke sebuah pegunungan curam dimana ada sebuah istana es berada di sana. Harrison yang melihatnya cukup di buat kagum dengan kekuatan istana es di keluarkan.


" Ini luar biasa." ucap Harrison yang perlahan berjalan mendekati istana tersebut.


Di depannya ada sebuah jurang yang dalam membuat Harrison tidak bisa melewati nya dengan mudah.


Ketika Harrison ingin membuat jembatan tiba-tiba saja ada....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2