
Tapi sebelum Clarissa mengatakan sesuatu tiba-tiba saja ada seseorang yang memperhatikan nya dari jauh.
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu, Mrs. Hope." ucap nya berdiri di belakang Clarissa.
Clarissa yang awalnya sedang menenangkan Darren langsung membalikan badannya dan melihat seorang pria yang berusia 30 tahun dengan rambut cokelat serta manik matanya hitam menatapnya dengan tatapan aneh.
" Sudah lama Mr.Jackson." ucap Clarissa yang berusaha bersikap ramah.
Pria yang dipanggil Mr.Jackson oleh Clarissa menatap Darren yang kebetulan juga sedang memperhatikan nya.
" Saya sama sekali tidak menyangka bahwa anda akhirnya akan menikahi nya." ucap Mr.Jackson terus menatap Darren dengan tatapan datar.
Clarissa yang menyadari bahwa pria itu menatap puteranya langsung menghalangi Darren berusaha melindunginya.
" Sayangnya saya menikahinya karena kami saling mencintai." ucap Clarissa dengan percaya diri.
Mr. Jackson mendengar jawaban Clarissa langsung tertawa terbahak-bahak membuat semua pengunjung di toko memperhatikan mereka.
__ADS_1
" Anda sangat lucu nona, saya harap tidak ada penyesalan setelah mengetahui rahasia suami anda." ucap Mr. Jackson sebelum kemudian membalikan badannya dan pergi meninggalkan Clarissa yang terdiam seolah mencerna ucapan nya.
" Tidak mungkin Harry menyembunyikan sesuatu dariku. Sadarlah pria itu hanyalah orang aneh saja." ucap Clarissa sambil menggelengkan kepalanya mengusir semua pikiran negatif nya.
" Ainan...Ainan...." ucap Darren yang kembali merengek meminta mainan gitar itu.
Membuat Clarissa yang sedikit melamun tersadar sebelum kemudian mengalihkan perhatiannya ke Darren.
" Iya sayang kita akan beli mainan baru untuk mu." ucap Clarissa sambil tertawa.
Kemudian Clarissa membawa mainan yang di inginkan Darren ke kasir sebelum menghabiskan waktu bersenang-senang bersama puteranya.
Setelah lebih 3 bulan berada di akademi Emerald. Akhirnya hari ini Estelle di izinkan untuk kembali ke rumah selama 2 minggu. Tentu saja Estelle merasa senang bisa menghabiskan tahun baru bersama keluarganya lagi.
Ketika Estelle sedang merapikan perlengkapan nya ia melirik ke arah Aisha yang sedang termenung dengan ekspresi sedih di wajahnya.
" Aisha mengapa kau tidak bersiap-siap bukannya sebentar lagi kapal akan berangkat dalam waktu satu jam, emangnya kamu tidak pulang?" tanya Estelle yang cukup penasaran.
__ADS_1
Aisha mendengar pertanyaan Estelle hanya tersenyum sebelum kemudian menggelengkan kepalanya.
" Tidak, ayahanda tidak mengizinkan aku pulang katanya ketika melihatku akan mengingatkannya pada seorang pembunuh seperti ku." ucap Aisha sambil menundukkan kepalanya sedih.
Estelle yang melihatnya hanya mampu dibuat bungkam dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana hidup dianggap sebagai pembunuh oleh ayahnya sendiri.
" Aisha bagaimana kalau ikut pulang bersama ku." ajak Estelle kepada Aisha.
Estelle ingin memperkenalkan Aisha di depan semua keluarganya. Aisha yang mendengarnya mata nya berbinar sebelum kemudian meredup lagi dan menggelengkan kepalanya.
" Ayahanda sudah berpesan kepada kepala sekolah Esmeralda untuk mempertahankan ku di kastil. Jadi maaf Estelle aku tidak bisa ikut bersama mu." ucap Aisha merasa tidak nyaman telah menolak tawaran Estelle.
Tapi Estelle hanya menggelengkan kepalanya sebelum kemudian menggenggam tangan Aisha.
" Aku tidak marah, nanti ketika sampai rumah aku akan mengirim mu hadiah dan kue buatan mommy ku. Bagaimana." ucap Estelle berusaha menghibur Aisha.
Aisha yang mendengarnya tersenyum sebelum kemudian menggangguk kepalanya merasa senang bisa memiliki teman yang peduli padanya.
__ADS_1
Estelle yang melihatnya tersenyum senang sebelum kemudian berpamitan kepada Aisha dan berjalan pergi.
Countine...